MANADOPOST.ID—Paimpuluan Ne Tonsea (PNT) sukses menggelar Perayaan Paskah 2025 pada Sabtu, 26 April 2025, dalam semangat kebersamaan dan pelestarian budaya Tonsea. Kegiatan ini berlangsung meriah, dirangkaikan dengan Ibadah Oikoumene serta berbagai lomba dan pertandingan antarkelompok masyarakat Tonsea yang tersebar di berbagai wilayah.
Rangkaian acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan penilaian lomba kuliner khas Tonsea, diikuti oleh berbagai perkumpulan. Ibadah Paskah dimulai tepat pukul 10.00 WIB dengan tata ibadah Oikoumene selama satu setengah jam, dipimpin oleh Pelayan Firman Pdt. Donny Warouw Kalalo, S.Th., dan dipandu tim Worship Leader: Fina Pusung, Irene Karundeng, Inggrid Rundengan, Nini Dumais, serta Syeren Wullur.
Suasana ibadah terasa semakin khusyuk dengan pujian khusus dari Darlene Dotulong mewakili generasi muda Tonsea, serta lagu berbahasa Tonsea "Oweey" yang dibawakan komunitas Golden Ages. Para pendeta Tonsea pun mempersembahkan pujian khusus yang menggugah semangat keimanan dan persatuan.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Michael R. Dotulong, serta sambutan dari sejumlah tokoh penting seperti Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker, Dewan Pembina PNT Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, dan Ketua Umum Paimpuluan Ne Tonsea, Brigjen Pol Christ Reinhard Pusung.
Dalam sambutannya, Brigjen Christ Pusung menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah bentuk syukur atas warisan leluhur. "Budaya adalah jati diri. Kita wajib melestarikannya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sebagai warisan untuk generasi mendatang," ujarnya. Ia juga mengajak seluruh warga Tonsea untuk terus mempererat kerukunan. "Tonsea kuat karena kerukunan. Mari kita jadikan PNT sebagai rumah bersama untuk bertumbuh dalam iman, budaya, dan karya nyata," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, para tokoh mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai seni dan budaya sebagai warisan generasi penerus, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga Tonsea dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, sesuai dengan talenta, kapasitas, dan waktu masing-masing individu.
Sebagai simbol dimulainya lomba dan pertandingan, dilakukan penyerahan Piala Bergilir Juara Umum PNT dari Ketua PERMATAPIKAT Franky Nelwan kepada Ketua Umum PNT, lalu dilanjutkan ke Ketua Panitia. Lomba-lomba yang digelar antara lain Kuliner, Membaca Teks Bahasa Tonsea, Linedance, Olah Kelapa (Keeit), Catur, Domino, dan Sambung Sedotan, diikuti oleh 21 perkumpulan dari total 55 komunitas Tonsea.
Sorotan khusus diberikan kepada pertandingan ekshibisi catur yang mempertemukan Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay dengan Franklin Worotikan dari Pinasaan Mataluntung Ne Tumaluntung, dalam suasana penuh keakraban.
Budaya Tonsea juga hidup dalam acara makan bersama ala Minahasa dengan meja panjang beralas daun pisang. Bazaar UMKM turut meramaikan perayaan, menjadi ajang promosi makanan, minuman, dan kreativitas warga Tonsea dalam mendukung sektor UMKM.
Sebagai puncak acara, Ketua Umum PNT Brigjen Pol Christ Reinhard Pusung menyerahkan kembali Piala Bergilir PNT kepada Perkumpulan Tanggari Pengharapan, diterima langsung oleh Nonie Oley, S.Pd., M.M. Perayaan ini membuktikan kekuatan budaya, spiritualitas, dan persatuan masyarakat Tonsea, sekaligus menjadi momentum penguatan identitas Minahasa dalam keberagaman Indonesia.(fgn)
Juara-Juara Lomba PNT 2025:
Juara Kuliner:
- PERMATAPIKAT
- Patuarian Ne Matungkas
- Patuarian Laikit Dimembe
Juara Olah Kelapa:
- Perkumpulan Maumbi Bekasi – Selvi Paulus
- PERMATAPIKAT – Merry Watuliu
- Perkumpulan Wasian – Rivaldy
Juara Sambung Sedotan:
- Persatuan Keluarga Kema – Berty Paulus
- Perkumpulan Manembo-nembo – Anne Tumandang
- PERMATAPIKAT – Fien Dotulong
Juara Menghias Telur:
- Tanggari Pengharapan – Nathanel Nangon
- PERMATAPIKAT – Morgan Gideon Watuliu
- Patuarian Ne Matungkaa – Britania
- Perkumpulan Pinaesaan Ne Kuwil – Pricil
- Perkumpulan Maumbi Bekasi – Asera Paulus
Juara Membaca Teks Tonsea:
- Tanggari Pengharapan – Esther
- PERMATAPIKAT – Daniel Dotulong
- Kami Nematuari Sagerat Watudambo – Mikael Mark Mawuntu
Juara Domino:
- Patuarian Ne Matungkas – Alex Maukan dan Jhonny R.
- Persatuan Keluarga Kema – Reinhard dan Soni
- K2D Danowudu – Ferdi Sangian dan Hani
Juara Line Dance:
- Patuarian Laikit Dimembe – 188.5
- Tanggari Pengharapan – 160.5
- P2KP Kawiley – 157.5
Juara Catur:
- GIRIAN
- MARGO LEMBEAN
- MATUNGKAS
Editor : Foggen Bolung