Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Roma 10:4-15 untuk P/KB, Percaya Kepada Kristus Yang Bangkit Diselamatkan dan Tidak Dipermalukan

Clavel Lukas • Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:26 WIB

 

Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Surat Paulus kepada jemaat di Roma merupakan karya teologis yang sangat mendalam dan sistematis dalam Perjanjian Baru.

Paulus menulisnya sekitar tahun 57 M dari Korintus, kepada jemaat di Roma yang belum pernah dikunjunginya.

Tujuan utamanya adalah menyampaikan pengajaran keselamatan yang bersumber dari iman, bukan dari usaha atau hukum Taurat, dan bahwa keselamatan itu tersedia bagi semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi.

Paulus menghadapi kenyataan bahwa banyak orang Yahudi masih mengandalkan ketaatan hukum Taurat untuk memperoleh kebenaran di hadapan Allah.

Maka dari itu, ia menegaskan bahwa hanya melalui percaya kepada Yesus Kristus—khususnya kepada Kristus yang bangkit—manusia diselamatkan dan tidak akan dipermalukan.

Bagi kita  dalam Pelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM, tema ini begitu penting: Dalam dunia yang menuntut kekuatan, pencapaian, dan kehormatan, firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa kehormatan sejati berasal dari percaya kepada Kristus yang telah bangkit.

Pembahasan Ayat per Ayat 

Ayat 4 – Kristus adalah Kegenapan Taurat

"Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya."

Artinya, segala persyaratan hukum Taurat telah digenapi oleh Kristus. Kita tidak bisa mengandalkan kebenaran diri sendiri melalui perbuatan baik untuk diselamatkan.

Keselamatan adalah anugerah, dan Kristus adalah satu-satunya jalan menuju kebenaran di hadapan Allah.

Sebagai pria, kita sering terjebak dalam pemikiran bahwa kerja keras atau reputasi yang baik cukup menyelamatkan kita. Tetapi hanya Kristus yang bisa memberi keselamatan.

Ayat 5–8 – Kebenaran oleh Iman, Bukan Perbuatan

Paulus membandingkan dua pendekatan:

Ayat 5: Musa menulis bahwa orang yang melakukan hukum akan hidup oleh hukum itu.

Ayat 6-8: Tapi kebenaran karena iman tidak perlu mendaki ke langit atau turun ke jurang maut—karena Kristus sudah datang dan bangkit.

Dengan kata lain, keselamatan itu dekat dan tersedia, bukan karena upaya manusia, tetapi karena karya Kristus sudah selesai.

Di era modern ini, banyak pria merasa harus membuktikan nilai diri lewat pekerjaan, kekayaan, atau kekuasaan.

Tapi firman Tuhan berkata: keselamatan ada di hati dan mulut kita, ketika kita percaya dan mengaku.

Ayat 9–10 – Pengakuan dan Iman yang Menyelamatkan

"Jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan."

Inilah dasar keselamatan: percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut.

Iman bukan sekadar percaya pasif, tetapi percaya yang menghasilkan pengakuan. Iman yang sejati akan bersuara dan bersikap.

Sebagai P/KB, ini berarti kita terpanggil menjadi teladan iman di keluarga, gereja, dan masyarakat, dengan berani mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.

Ayat 11–13 – Siapa yang Percaya Tidak Akan Dipermalukan
“Barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”

Ini adalah janji Tuhan yang pasti: iman kepada Kristus tidak akan berakhir dengan kekecewaan.

Dunia bisa mempermalukan kita, mencemooh iman kita, tetapi Allah tidak pernah mengecewakan mereka yang percaya kepada-Nya. T

idak ada perbedaan antara Yahudi dan Yunani—artinya keselamatan tidak memandang status, suku, atau prestasi.

Ayat 14–15 – Panggilan untuk Memberitakan Kristus

Ayat ini adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk menyampaikan Injil. Bagaimana orang bisa percaya jika tidak pernah mendengar? Dan bagaimana mereka bisa mendengar tanpa ada yang memberitakan?

Bagi P/KB GMIM, ini adalah panggilan misi. Kita bukan hanya diselamatkan untuk diri sendiri, tetapi dipanggil menjadi pembawa kabar baik.

Bukan hanya pendeta yang bertugas menyampaikan firman—kita semua, para pria Kristen, adalah saksi Kristus di dunia kerja, di rumah, dan di komunitas.

 

Penutup Renungan

Firman Tuhan hari ini sangat jelas dan teguh: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Ini adalah jaminan dari Allah sendiri.

Di tengah dunia yang sering mengecewakan, menilai dari performa dan posisi, Tuhan mengundang kita untuk berakar pada iman kepada Kristus yang bangkit.

Percaya kepada Kristus bukan kelemahan, tetapi kekuatan. Itu bukan pelarian, tetapi pondasi hidup.

Ketika kita percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, kita hidup dalam terang keselamatan dan kehormatan sejati.

Sebagai P/KB GMIM, mari kita perhatikan tiga panggilan penting dari tema ini:

1. Percaya sepenuhnya kepada Kristus yang bangkit

Jangan andalkan kekuatan diri sendiri, pencapaian karier, atau harta—sebab semua itu fana. Percayalah bahwa Yesus yang bangkit memberi hidup kekal dan kuasa baru bagi setiap hari kita.

2. Mengaku dengan mulut dan hidup

Jangan malu menyatakan iman kita. Jadilah teladan iman bagi istri, anak, cucu, dan masyarakat. Di rumah tangga, biarlah suara doa dan firman terdengar melalui peran kita sebagai imam keluarga.

3. Menjadi pembawa kabar baik

Tidak semua dari kita adalah pengkhotbah, tapi semua dari kita bisa menjadi saksi. Lewat tindakan, perkataan, kerja keras yang jujur, dan kasih yang nyata—kita mewartakan Kristus yang hidup.

Percayalah, pria yang sungguh percaya kepada Kristus tidak akan dipermalukan, baik dalam hidup ini maupun dalam kekekalan.

Tuhan tidak akan mengecewakan orang yang berharap pada-Nya. Dunia bisa mencemooh, tetapi Allah akan mengangkat dan memuliakan setiap pria yang hidup dalam iman sejati.

Marilah kita sebagai P/KB GMIM terus bertumbuh dalam iman, teguh dalam pengakuan, dan berani menjadi pembawa kabar keselamatan bagi dunia ini.

Amin.

Editor : Clavel Lukas
#roma #PKB GMIM #khotbah #P/KB #GMIM #Renungan #pelita