Tema Bulanan: "Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus Mendorong Orang Percaya Berdamai Dengan Segenap Ciptaan Allah"
Tema Mingguan: "Tuhan Allah, Pahlawan Yang Memberi Kemenangan"
Bacaan Alkitab: Zefanya 3:9-20
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Kamus Besar Bahasa Indonesia. mengartikan pahlawan adalah "orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran: pejuang yang gagah berani." Mereka memiliki kesamaan sifat, seperti gagah, berani, perkasa, kuat, rela berkorban dan sedia menolong orang yang kesulitan serta membebaskan manusia dari permasalahan. Mereka
adalah orang-orang yang membawa masa depan yang lebih baik, masa depan yang cerah.
Ada yang memandang para pahlawan adalah mereka yang mati di medan perang. Tetapi juga ada yang memandang orangtua, pendeta dan guru juga pahlawan. Guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Ada juga yang membayangkan pahlawan seperti dalam film-film misalnya film batman, wonder woman, superman. dan lain sebagainya. Tidak jarang mereka menjadikan tokoh-tokoh tersebut sebagai idola. Gereja perlu mengingatkan bagaimana mengambil segi positif dari pahlawan yang nyata. Walaupun mengidolakan para pahlawan tetapi tidak melupakan iman Kristen.
Semua orang percaya harus diingatkan tentang kuasa Tuhan Allah yang dahsyat, yang abadi dan kuasa kasih Tuhan Allah yang tak terbatas. Tuhan Allah yang berperang bersama dengan orang percaya dalam menghadapi musuh dan berbagai tantangan serta persoalan hidup. Oleh karena itu orang percaya harus mengidolakan Tuhan Allah sebagai pahlawan yang memberi kemenangan dalam perjuangan hidup beriman. Pada minggu ini perenungan firman Tuhan di bawah tema, "Tuhan Allah, Pahlawan yang Memberi Kemenangan."
Baca Juga: Materi Khotbah Zefanya 3:9-2, Tuhan Allah, Pahlawan Yang Memberi Kemenangan
Baca Juga: Renungan Zefanya 3:9–20, Tuhan Allah, Pahlawan Yang Memberi Kemenanga
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Zefanya merupakan salah satu kitab yang termasuk dalam kelompok nabi-nabi kecil pada Perjanjian Lama. Nama Zefanya berarti "Tuhan telah menyembunyikan", atau "Tuhan dari kegelapan". Kitab Zefanya ditulis oleh Zefanya, anak Kusyi, dan cucu buyut Hizkia. Ia bernubuat pada masa pemerintahan Yosia (641-610 SM) raja Yehuda dan hidup sezaman dengan Yeremia. Zefanya mengggambarkan dengan sangat jelas bahwa terdapat praktik keagamaan yang diwarnai dengan penyembahan berhala dan sinkretisme. Ia menyampaikan pewartaannya untuk para pembesar dan pemuka keagamaan di Yerusalem. Mereka akan mengalami penghakiman dari Tuhan, namun di sisi lain, Zefanya juga mewartakan bahwa ada janji keselamatan bagi mereka yang mau bertobat dan mengakui kesalahannya.
Zefanya 3:9-20 menceritakan tentang nabi Zefanya yang diutus untuk memberitakan janji keselamatan bagi umatNya. Kasih Allah yang besar melebihi murka-Nya kepada umat Israel dan bangsa-bangsa lain. Nubuat Zefanya bukan hanya tentang penghukuman atas dosa Yerusalem tetapi juga tentang Allah yang menjadi pahlawan dan membaharui kehidupan mereka.
Baca Juga: Renungan Zefanya 3:9–20 Untuk W/KI, Tuhan Allah, Pahlawan Yang Memberi Kemenangan
Ayat 9, nabi menubuatkan bahwa bangsa yang dahulunya najis bibir, maka bibirnya akan dibersihkan. Kata "bangsa-bangsa" adalah terjemahan dari kata `amim yang seharusnya merujuk pada bangsa Israel, namun dalam teks ini juga dapat merujuk kepada bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa mengucapkan kata-kata yang baik, bukan kata-kata kasar, palsu dan penuh kebohongan, tetapi tutur kata dengan isi perkataan yang dapat dipertanggungjawabkan. Mereka akan memanggil nama Tuhan dan beribadah kepada Tuhan dengan bahu-membahu. Bahu-membahu artinya menanggung, memikul bersama.
Ayat 10, Bangsa Israel dan keturunan mereka yang terserak-serak, terusir dari hadapan Allah, pergi sampai ke daerah Mesir, yaitu sampai di seberang sungai-sungai negeri Etiopia. Pada masa itu Etiopia dipandang sebagai negeri yang paling jauh. Umat yang terserak-serak akhirnya bersatu dan kembali kepada Tuhan dengan membawa persembahan kepada-Nya. Mereka ingat kepada Tuhan, memuja Tuhan dan ingat kewajiban kepada Tuhan.
Ayat 11, orang yang kembali datang beribadah dan mempersembahkan persembahan kepada Tuhan telah melalui proses pemurnian. Pertobatan terjadi dan perbuatan-perbuatan durhaka kepada Tuhan yang sepatutnya mendapat aib, telah diampuni. "...engkau tidak akan mendapat malu..." artinya engkau tidak akan lagi melakukan hal memalukan, seperti yang dahulu kaulakukan. Tuhan Allah telah menyucikan dan memperdamaikan umat-Nya dengan Dia serta menjaga umat-Nya dari sikap congkak. Tuhan tidak menyukai sikap bermegah mereka yang masih ria congkak, dan Dia akan menyingkirkannya dari tengah umat. Sementara, umat Tuhan tidak akan lagi meninggikan diri di gunung Tuhan yang kudus. Gunung Tuhan menunjuk kepada tempat umat Tuhan beribadah, tempat mempersembahkan korban, tempat Tuhan berdiam dan pusat penyembahan.
Ayat 12-13, umat yang tersisa disebut umat yang rendah hati dan lemah (TB2: hina dina) serta mencari perlindungan pada nama Tuhan. Rendah hati dalam bahasa Ibrani aniy artinya tertindas. sengsara. miskin, rendah hati, lemah lembut, menderita. Lemah dalam bahasa Ibrani dal artinya miskin, kecil, hina, kian lemah, merana, melarat, tertindas, tidak memiliki kuasa, tidak dianggap, ditolak. Sisa Israel yang dimaksud dalam bagian ini adalah mereka yang akan kembali dari pembuangan di Babel. Mereka ini bukan hanya menyerukan nama Tuhan tetapi juga akan mencari
perlindungan pada Tuhan dan bukan pada ilah-ilah asing. Mereka akan diberkati dengan kemurnian, baik dalam perkataan maupun tindakan. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Keadilan dan kejujuran akan memerintah dan memimpin mereka, walaupun hal ini membuat mereka tidak akan mendapatkan berbagai keuntungan duniawi. Mereka tidak akan mengucapkan dusta dengan terus terang, tetapi dalam mulut siapa pun di antara mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Tidak akan bercabang mulut, tidak akan ada perkataan yang mendua keluar dari mulut mereka. Mereka akan diberkati dengan damai sejahtera. Bagaikan domba di padang penggembalaan Allah, mereka akan makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya. Mereka sendiri tidak akan merasa takut, karena Tuhan siap menolong umat-Nya yang lemah dan tidak berdaya.
Ayat 14-16, umat (penduduk Yerusalem) dipanggil untuk bersorak-sorak dan bersukaria atas disingkirkannya hukuman, ditebasnya musuh dan Tuhan, Raja Israel ada di antara mereka. Umat juga diajak untuk tidak usah takut kepada malapetaka yang menjadi ancaman yaitu kemurkaan, kesusahan, kebinasaan dan kegelapan karena dosa kecongkakan dan penyembahan berhala, sebab Tuhan telah menyingkirkannya.
Ayat 17-18a menyatakan alasan umat untuk bergembira yaitu karena Tuhan Allah ada di tengah-tengah umat-Nya. Di sini, Tuhan disebut sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Kata Ibrani yang digunakan adalah gibor yosia`. Kata gibor berarti pahlawan, pejuang, pengawal. Kata yosia` artinya menyelamatkan, melepaskan, menolong. Jadi, Tuhan bertindak untuk menolong, menyelamatkan. membela umat-Nya dari musuh-musuh dan memberi kemenangan, serta membarui umat-Nya dalam kasih-Nya. Maka umat diajak bersorak-sorak dan bersukacita seperti pada waktu pertemuan raya. Kesukacitaan dan keselamatan tidak hanya meliputi suasana hati, tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan. Tidak ada musuh yang bisa mengganggu ketenangan umat-Nya. Tidak ada kebijakan sosial, politik dan ekonomi yang menindas.
Kesukacitaan umat menjadi kesukacitaan Allah juga. Allah ikut bersukacita dan bersorak sorai karena kegirangan yang dialami umat-Nya.
Ayat 18b-20 memberi penegasan tentang karya pembaruan yang akan dikerjakan Tuhan Allah bagi umat-Nya. Allah bertindak menyelamatkan umat dari penindasan, menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar. Allah mengubah keadaan Israel dari yang semula dipermalukan menjadi kepujian dan kenamaan. Nama Israel dipulihkan di depan mata segala bangsa. Dalam bagian ini ada tiga kali disebutkan "pada waktu itu" (ayat 19 dan 20). Ini merupakan nubuat tentang karya pembaruan yang akan dikerjakan Tuhan Allah kepada umat yang telah dibawa ke pembuangan.
Makna dan Implikasi Firman
1. Setiap orang, setiap keluarga maupun suatu bangsa pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, namun dalam proses penghukuman Tuhan Allah, terjadi penyesalan yang melahirkan pertobatan. Pertobatan melahirkan kehidupan yang tidak sombong, tidak berbohong, tidak menipu, tidak berbuat kelaliman tetapi rendah hati. maka kehidupan orang yang bertobat diubahkan dari mendapat malu kepada kehidupan yang dimuliakan Tuhan Allah.
2. Cara hidup orang yang telah dipanggil kembali kepada Tuhan Allah senantiasa menjaga perkataan agar tidak berbicara sembrono, tanpa dipikirkan dampaknya. Melainkan ucapan-ucapan yang bersih, terhormat dan menjadi berkat.
3. Dari semua permasalahan hidup orang percaya, Tuhan Allah menjadi pembela, penyelamat yang melepaskan dan membebaskan dari hukuman serta malapetaka. Tuhan Allah pahlawan perkasa yang memberi kemenangan dan keselamatan.
4. Tuhan Allah bersukacita dan bersorak-sorak sehingga orang percaya diajak untuk tidak takut dan tidak lemah lesu tetapi bersorak sorai.
5. Tuhan Allah membarui dalam kasih-Nya melalui Yesus Kristus yang mengubahkan dan menyelamatkan.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa yang dimaksud dengan "Tuhan Allah, Pahlawan yang Memberi Kemenangan" menurut Zefanya 3:9-20 ?
2. Mengapa Tuhan Allah bersorak-sorak dan umat diajak untuk bersorak-sorai?
3. Bagaimana cara gereja melakukan upaya memulihkan kehidupan berkeluarga, berjemaat dan bermasyarakat?
NAS PEMBIMBING: Zefanya 3:17
POKOK — POKOK DOA :
1. Agar Warga gereja berbicara dengan perkataan-perkataan yang benar dan bertanggun jawab.
2. Agar terjadi pertobatan dan pemulihan di keluarga, gereja dan masyarakat
3. Agar Tuhan memampukan gereja untuk mempersatukan yang terpisah-pisah karena hal politik, suku dan budaya.
TATA IBADAHH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: NKB. No. 7 Nyanyikanlah Nyanyian Baru
Ses Doa Pembukaan: NNBT No. 24. Kuasa-Mu Tuhan Selalu Kurasakan
Pengakuan Dosa & Pengampunan NKB. No. 17 Agunglah Kasih Allahku
Ses Pembacaan Alkitab: KJ No 51 Kitab Suci Harta
Persembahan: NKB No.197 Besarlah Untungku
Penutup: PKJ. No. 140 Tuhanku Berjanji
ATRIBUT :
Warna Dasar Putih dengan Lambang Bunga Bakung dengan Salib Berwarna Kuning.