Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MTPJ GMIM 15-21 Juni 2025, Kisah Para Rasul 18:18-28 Peran Suami Istri Mengajar Tentang Jalan Allah

Clavel Lukas • Rabu, 11 Juni 2025 | 12:50 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat, memiliki ciri khas yang tidak tergantikan sebagai lembaga yang diikat oleh hubungan darah.

Keluarga juga bagian dari kehidupan sosial dengan sistem yang mengatur hubungan di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat. Walaupun sudah ada sistem yang mengatur, ada banyak persoalan muncul dalam keluarga dan di masyarakat yang menganggu tatanan kehidupan.

Misalnya konflik antar tetangga membuat keributan, pertengkaran suami-istri yang melahirkan kekerasan dalam rumah tangga, pemberontakan anak-anak terhadap orangtua, pembunuhan, perampokan dan tindakan kejahatan lainnya.

Menurut penelitian pemicu berbagai persoalan yang berdampak negatif pada keluarga dan masyarakat adalah lemahnya pendidikan spiritual, keteladanan yang kurang baik dalam keluarga dan di masyarakat.

Peran pendidikan yang dimulai dari dalam kehidupan keluarga, lalu kemudian dalam pendidikan formal, juga peran gereja dan pemerintah temyata haruslah lebih ditingkatkan.

Orangtua, dalam hal ini suami dan istri, harus dengan penuh tanggungjawab memberi pengajaran dan keteladanan yang baik. Juga pemerintah dan gereja terus mengedukasi dengan harapan dapat mengatasi masalah masalah atau konflik dalam keluarga dan masyarakat.

Bahkan akan meminimalisir tindakan krimininal di masyarakat maupun kekerasan dalam rumah tangga. Terutama bagi orang Kristen, peran keluarga, suami dan istri, membawa keluarga kepada jalan Tuhan agar berperilaku hidup yang baik dan benar sehingga menjadi berkat di masyarakat.

Oleh karena itu tema perenungan pada minggu yang berjalan ini adalah "Peran Suami Istri Mengajar tentang Jalan Allah".

Baca Juga: Renungan Kisah Para Rasul 18:18–28, Peran Suami Istri Mengajar Tentang Jalan Allah

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Kisah Para Rasul 18 : 18 — 28. mengisahkan penginjilan Rasul Paulus dalam perjalanan yang ketiga. Ayat 18, "Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus." Ayat 11 dikatakan.

"Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengahtengah mereka." "Di Korintus ia berjumpa dengan...Akwila dan Priskila, isterinya,...

Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah, "(Kis.18:2-3).

Baca Juga: Renungan Kisah Para Rasul 18:18-28 untuk W/KI, Peran Suami Istri Mengajar Tentang Jalan Allah

Selama tinggal di rumah mereka dan dalam perjalanan bersama sampai di Efesus, Akwila dan Priskila mendengarkan pengajaran tentang karya keselamatan Tuhan Allah melalui Yesus Kristus yang menderita, mati di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati, atau tentang 'Jalan Allah'.

Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di Efesus. Ayat 24 — 26. "Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria." Ketika Priskila dan Akwila mendengar pengajarannya yang disampaikan dengan bersemangat dan teliti tentang Yesus Kristus atau 'Jalan Tuhan- menurut baptisan Yohanes. maka Apolos dibawa.  "ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya tentang 'Jalan Allah.

'Jalan Tuhan" Yunani: Triv ciSiw Tou Kupiou — tën hodon tou Kyriou, jalan (hidup, ajaran) dari Tuhan yang merujuk pada pemahamang tentang Yesus Kristus menurut baptisan Yohanes.

'Jalan Allah' Yunani: óSòv Toi3 0£01) — tën hodon tou Theou, jalan (hidup, ajaran) dari Allah. Istilah ini merujuk pada pemahaman yang lebih luas tentang keseluruhan rencana keselamatan Tuhan Allah, yaitu pemahaman tentang Yesus Kristus yang menderita, mati disalibkan dan bangkitan dari antara orang mati dan naik ke sorga serta baptisan Kristen.

`Jalan Tuhan' hanya mengacu pada pengajaran yang telah diketahui Apolos, yaitu pengajaran tentang Yesus Kristus sebatas pemahaman yang berasal dari Yohanes Pembaptis. Sedangkan, `Jalan Allah' adalah pemahaman yang lebih lengkap tentang Injil, yang dijelaskan oleh Priskila dan Akwila kepada Apolos. AjaranYohanes Pembaptis menekankan pada pertobatan sebagai persiapan menyambut Mesias.

Ia menyerukan agar orang-orang bertobat dan hidup benar, karena Kerajaan Allah sudah dekat. Matius 3:2 2, "Bertobatiah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Markus 1:4, "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." Sementara `Jalan Allah" menurut ajaran Yesus Kristus mencakup Kabar Baik (lnjil) tentang keselamatan oleh kasih karunia melalui iman kepada-Nya.

Ia mengajarkan tentang kasih, pengampunan dosa, kehidupan kekal dan hubungan pribadi dengan Tuhan Allah sebagai Bapa. Petrus berkata: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."

(Kisah Para Rasul 2:38) Yohanes Pembaptis adalah pendahulu atau perintis jalan bagi Mesias. Ia tidak menyatakan dirinya sebagai penyelamat, melainkan sebagai suara yang berseru di padang gurun (Yohanes 1:23). Yesus Kristus adalah Mesias itu sendiri Juruselamat yang dijanjikan. la menggenapi nubuat dan membawa keselamatan bagi dunia.

Yohanes Pembaptis mengakui "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi la yang datang kemudian dari padaku....akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (Matius 3:11) Karena Apolos hanya mengenal baptisan Yohanes, kemungkinan besar ia belum memahami sepenuhnya tentang karya Yesus Kristus, peranan Roh Kudus dan keselamatan oleh iman.

Inilah sebabnya Priskila dan Akwila perlu menjelaskan kepadanya tentang `jalan Allah' dengan lebih teliti. Ayat 27-28. Dengan penuh kesabaran, Apolos dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, sehingga banyak orang Yahudi yang belum percaya, akhimya menjadi percaya. (ayat 28) Hal ini tentu tidak lepas dari peran suami istri, Priskila dan Akwila yang dengan teliti telah memberitahukan tentang `jaian Allah' kepada Apolos.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

1. Sehebat apapun seorang pelayan Tuhan, ia tidak dapat mengerjakan pekerjaan pelayanan tanpa dukungan dari orang lain. Oleh karena itu, pelayan Tuhan harus saling membantu dan menopang pelayanan gereja Tuhan untuk mewujudkan misi Tuhan Allah di dunia.

2. Priskila dan Akwila melayani bersama sebagai suami-istri. Alangkah indahnya jika suami istri bersama-sama melayani Tuhan. Pentingnya pelayanan keluarga atau pasangan suamiistri melayani bersama menunjukkan bahwa keluarga dapat menjadi sarana pelayanan yang kuat. Karena itu, jadikanlah rumah dan hubungan keluarga sebagai wadah untuk menyatakan kasih Yesus Kristus dan membina iman orang lain.

3. Setiap orang dan keluarga Kristen dapat menjadi alat Tuhan, tidak tergantung jabatan pelayanan resmi. Priskila dan Akwila bukan rasul atau pemimpin besar, tapi mereka dengan setia dan teliti mengajarkan dan membimbing penginjil hebat  dan terkenal Apolos. Pelayanan tidak ditentukan oleh jabatan seperti PELSUS, tetapi layani dari tempat di mana Tuhan Allah menempatkan kita sekarang.

4. Memuridkan dengan kasih, bukan menghakimi. Priskila dan Akwila tidak mempermalukan Apolos meski pemahamannya belum lengkap. Sebaliknya, mereka mengundangnya ke rumah dan menjelaskan dengan lembut.

Mereka melihat potensi Apolos dan tidak melewatkan kesempatan untuk menolongnya memahami ‘jalan Allah' yang benar. Karena itu, ketika melihat orang lain belum memahami kebenaran sepenuhnya, tanggapi dengan kesabaran dan bimbingan yang penuh kasih, bukan dengan kritik keras.

Kerendahan hati dalam pelayanan adalah teladan yang ditunjukkan Priskila dan Akwila. Mereka tidak mencari nama, tetapi fokus membangun orang lain. Kita juga dipanggil untuk melayani bukan demi popularitas, tetapi demi pertumbuhan iman dan gereja sebagai tubuh Yesus Kristus.

5. Belajar firman Tuhan dari sumber yang benar seperti Priskila dan Akwila belajar dari Paulus. Kita pun perlu belajar dari pengajar-pengajar yang setia pada Alkitab, baik melalui gereja atau bahan pengajaran yang terpercaya.

6. Pemahaman `jalan Allah' bukan hanya merujuk pada ajaran, tetapi juga gaya hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. Mengajarkan `jalan Allah' kepada anak-anak atau kepada keluarga adalah tugas bersama orangtua atau suami dan istri. Ada anggapan bahwa istri yang mempunyai tugas mendidik anak, karena suami tugasnya mencari nafkah. Tugas mendidik keluarga mengenal `jalan Allah' adalah tugas bersama.

7. Sekalipun memiliki pengetahunan yang benar tentang Firman Tuhan, tidak semua orang punya karunia untuk berkhotbah. Namun ia dapat mengajar, memberi nasihat melalui percakapan secara pribadi dan lain sebagainya. Cara ini juga adalah pelayanan yang sangat baik dan menjadi berkat bagi gereja Tuhan sebagaimana halnya yang dilakukan Priskila dan Akwila kepada Apolos

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Apa yang dimaksud dengan peran suami istri mengajar tentang 'Jalan Allah', menurut Kisah Para Rasul 18 : 18 — 28 ?

2. Mengapa Pelayan Khusus harus saling membantu demi kemajuan pelayanan gereja Tuhan ?

3. Bagaimana cara gereja dan keluarga mengupayakan agar pemberitaan tentang Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan semakin menjangkau banyak orang ?

NAS PEMBIMBING: Amsal 4: 11 - 12

POKOK POKOK DOA:

1. Agar keluarga Kristen terpanggil untuk pemberitaan Inji1 dan Pelayanan Kasih.

2. Agar suami-istri tergugah untuk bersama-sama mengajarkan tentang 'jalan Allah' kepada anggota keluarga dan kepada orang-orang di sekitar.

3. Agar sekolah-sekolah Kristen mulai dari Taman KanakKanak sampai Perguruan Tinggi tetap maju dan berkembang

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: KJ No. 10 "Pujilah Tuhan Sang Raja "

Nas Pembimbing: KJ. No. 407 -Tuhan Kau Gembala Kami"

Peng. Dosa: NNBT No. 8 "Banyak Orang Suka Diampuni -

Pemb. Anugerah Allah: KJ. No. 40 "Ajaib Benar Anugerah

Persembahan: K.J No. 288 -Mari Puji Raja Sorga"

Nyanyian Penutup: jalan Hidup Orang benar"

ATRIBUT Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

Editor : Clavel Lukas
#MTPJ #Jalan Allah #khotbah #GMIM #Renungan #kisah para rasul