Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MTPJ GMIM 22-28 Juni 2025, 2 Timotius 3:10-17 Kitab Suci Menuntun Engkau Kepada Keselamatan Oleh Iman Kepada Kristus Yesus

Aprilia Sahari • Senin, 16 Juni 2025 | 10:20 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

MTPJ GMIM 22-28 Juni 2025
Tema Bulanan: "Keluarga Basis Penginjilan dan Diakonia"
Tema Mingguan: "Kitab Suci Menuntun Engkau Kepada Keselamatan Oleh Iman Kepada Kristus Yesus"
Bacaan Alkitab: 2 Timotius 3:10-17

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Dari masa ke masa pemberitaan Injil sering diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan penghambatan. Seperti yang dialami oleh para rasul, bapa-bapa gereja, para misionaris dan pemberita Injil lainnya. Tantangan itu datang dari berbagai pihak. Misalnya dari penganut agama lain yang menyangsikan keselamatan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Ada juga ajaran yang mengatasnamakan ajaran Kristen tapi isinya sudah di luar Kitab Suci seperti yang muncul di facebook, YouTube, TikTok dan sebagainya. Jadi gereja sering diperhadapkan dengan pengajaran sesat dan terkadang jemaat terpengaruh dengan pengajaran tersebut. Selain itu, terkadang juga gereja mengalami intimidasi bahkan pembubaran jemaat yang sedang beribadah dan berbagai penghambatan lainnya.

Realitas yang demikian menjadi tantangan tersendiri bagi gereja masa kini. Karena itu gereja perlu secara terus-menerus memperlengkapi warga gerejanya, agar bertumbuh dalam iman yang sehat, sehingga tidak mudah diperdaya oleh berbagai pengajaran yang menyesatkan. Gereja membutuhkan panduan kokoh yang memiliki kebenaran mutlak dalam menghadapi perkembangan tersebut yakni Alkitab, sebagai sumber pemberitaan gereja satu-satunya. Dengan firman dalam Alkitab warga gereja diperlengkapi, supaya memiliki pengetahuan yang benar tentang kehendak Tuhan Allah dan karya keselamatan serta kuat menghadapi ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Karena itu, berdasarkan bacaan 2 Timotius 3:10-17 diangkatlah tema : "Kitab Suci Menuntun Engkau Kepada Keselamatan oleh Iman Kepada Yesus Kristus"

Baca Juga: Renungan 2 Timotius 3:10–17, Kitab Suci Menuntun Engkau Kepada Keselamatan Oleh Iman Kepada Kristus Yesus

Baca Juga: Materi Khotbah 2 Timotius 3:10-17, Kitab Suci Menuntun Engkau Kepada Keselamatan Oleh Iman Kepada Kristus Yesus

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Surat ini oleh penulis di alamatkan kepada Timotius yang disebut Paulus sebagai anaknya yang kekasih dan setia kepada Tuhan (I Kor 4:17), sebagai muridnya (Kis 16:1) dan teman sekerjanya. Surat 2 Timotius dan 1 Timotius serta Titus dipandang sebagai surat penggembalaan.

Penulis mengawali perikop 2 Timotius 3:10-17 dengan memberi apresiasi kepada Timotius yang telah mengikuti ajarannya, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan. Penulis menulis surat ini karena Timotius juga sedang dalam tekanan dan penderitaan. Ia mengingatkan bagaimana Paulus mengalami penderitaan di Antiokia, Ikonium dan Listra ketika ia dan Bamabas di usir dari daerah Anthiokia. Di Ikonium mereka hampir dilempari batu oleh masyarakat dan di Listra, awalnya mereka disembah karena dianggap dewa, namun pada akhirnya mereka dilempari batu sampai hampir mati (band Kis 13:50-14:20). Cerita penulis tentang Paulus dalam suratnya ini bermaksud agar Timotius tetap semangat sekalipun dalam penderitaan. Sebagaimana Paulus menunjukan bagaimana Tuhan Allah telah menyelamatkan mereka dan membuat pekerjaan pelayanan mereka berhasil. Tentu juga hal yang sama akan Tuhan Allah kerjakan bagi
Timotius (ayat 10-11 ).

Pada ayat 12 penulis menjelaskan bahwa "setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya." Kata ibadah di sini dalam bahasa Yunani eusebos juga berarti saleh. Kata ibadah ini lebih menunjuk kepada kesalehan atau hidup secara saleh. Hidup saleh adalah hidup yang secara aktif menyaksikan keselamatan Yesus Kristus kepada semua orang dan menarik mereka untuk percaya kepada-Nya. Konsekuensi dari kesalehan tersebut adalah munculnya perlawanan dari pihak-pihak tertentu yang menentang kesaksian itu, sehingga mereka mengalami penganiayaan.

Seiring berjalannya waktu, orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka akan menyesatkan dan disesatkan. Orang jahat dan penipu adalah mereka yang hidup dalam kefasikan, melakukan perlawanan terhadap pemberitaan keselamatan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus dan yang hanya mencari keuntungan diri sendiri dengan menyesatkan orang lain dan akhirnya menyesatkan diri sendiri. Menyesatkan berarti menarik orang dalam kekeliruan dan kesalahan
(ayat 13). Dalam menghadapi tipu daya dan penyesatan ini Timotius dinasihati untuk berpegang pada kebenaran, sesuai kebenaran dalam Kitab Suci (Perjanjian Lama), yang telah ia terima dan diyakini serta mengingat orang-orang yang telah mengajarkan kepadanya (ayat 14). Sejak kecil Timotius memang sudah mengenal Kitab Suci. Frasa "Mengenal Kitab Suci" memberi arti bahwa sejak kecil Timotius sudah mempelajari Kitab Suci, mengerti dan memahaminya dengan sangat
baik. Karena itu Timotius menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman untuk memperoleh hikmat dan menuntunnya pada keselamatan. Artinya Kitab Suci menjadi pedoman pasti, yang memberi pengertian untuk melangkah dalam perjalanan menuju keselamatan (Yunani: soterian) yaitu pembebasan dari dosa dan memperoleh kehidupan bersama Yesus Kristus dalam kerajaan-Nya. Hal ini akan dialami oleh mereka yang mengimani Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Dalam ayat 16 lebih dipertegas lagi tentang manfaat tulisan yang diilhamkan Allah. Frasa "segala tulisan" adalah kata keterangan untuk menjelaskan bahwa Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci diilhamkan Allah. Bahasa Yunani "diilhamkan Allah" adalah teopneustos juga berarti "dihembuskan Allah." Allah menghembuskan kehendakNya ke dalam pikiran manusia. Jadi Kitab Suci adalah berisi kehendak Allah, yang dihembuskan kepada orang-orang pilihan-Nya, yang kemudian menuliskan kebenaran Firman Allah itu. Jadi Kitab Suci adalah berisi kehendak dan kebenaran Tuhan Allah yang tidak bisa dibantah serta berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Sebagai kepunyaan Tuhan Allah manusia diperlengkapiNya untuk melakukan perbuatan baik. Kepunyaan Tuhan Allah artinya, milik-Nya: hamba-Nya (doulos), abdi Allah dan orang yang percaya kepada-Nya. (1 Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?). Sedangkan diperlengkapi artinya disempurnakan berdasarkan Kitab Suci, untuk melakukan perbuatan baik, artinya menjalankan semua tugas yang baik yang diberikan Tuhan Allah (ay 17).

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
1. Penganiayaan dan penderitaan seringkali mewarnai pelayanan Paulus dan Timotius, akan tetapi keadaan ini tidak menghentikan semangat pelayanan mereka, karena Tuhan Allah yang menyelamatkan dan membuat pekerjaan pelayanan mereka berhasil. Pengalaman Paulus dan Timotius ini harus menjadi teladan bagi gereja masa kini, secara khusus bagi Diaken, Penatua, Guru Agama dan Pendeta, agar jangan pernah menyerah menghadapi tantangan dan pergumulan dalam pelayanan karena Tuhan Allah menyertai pelayanan gereja-Nya.

2. Kitab Suci atau saat ini Alkitab adalah Firman Allah yang ditulis oleh orang-orang yang mendapat ilham dari Tuhan Allah. Untuk itu dalam menghadapi berbagai ajaran sesat, baik yang datang dari penganut agama lain maupun dari kalangan Kristen sendiri seperti yang sering ditayangkan lewat media sosial, YouTube, TikTok, Facebook dan lain-lain, maka gereja harus berpegang pada kebenaran Kitab Suci/Alkitab dan menjadikannya sebagai patokan utama pengajaran gereja.

3. Kitab Suci telah dikenal dan di pelajari oleh Timotius sejak masa kecilnya yang telah menuntunnya pada keselamatan di dalam iman kepada Yesus Kristus. Untuk itu bagi orang percaya saat ini, Kitab Suci/Alkitab harus diperkenalkan, dibaca dan diajarkan kepada warga gereja sejak usia dini, supaya mendapat pengenalan yang benar dan memiliki iman yang kokoh pada keselamatan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus.

4. Kitab Suci berisi kebenaran Firman Tuhan Allah yang dapat memperlengkapi setiap orang untuk melakukan perbuatan baik. Karena itu setiap orang yang telah diperlengkapi dengan kebenaran Firman Tuhan harus hidup melakukan kebaikan sesuai kehendak-Nya. Yakobus 4:17. "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Apa yang anda pahami dari bacaan 2 Timotius 3:10-17 berkaitan dengan tema "Kitab Suci menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus?"
2. Mengapa sikap orang percaya wajib membaca dan merenungkan Alkitab dalam kehidupan setiap hari?
3. Bagaimanakah seharusnya sikap orang percaya menghadapi pengajaran sesat dan menghadapi tantangan serta pergumulan hidup, belajar dari nasihat rasul Paulus kepada Timotius?

NAS PEMBIMBING: 2 Timotius 3: 15

POKOK-POKOK DOA
1. Agar jemaat hidup dari percayanya kepada keselamatan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus seperti yang disaksikan oleh Alkitab.
2. Agar jemaat memiliki kecintaan terhadap Alkitab, sehingga setiap hari memiliki kemauan dan menyediakan waktu untuk membaca Alkitab, supaya dapat mengerti kehendak Tuhan Allah dalam kehidupannya.
3. Agar jemaat dimampukan untuk menghadapi berbagai pergumulan, tantangan, penderitaan hidup dan pengajaran sesat.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Persiapan: KJ. No. 457 "Ya Tuhan Tiap Jam"
Ses Doa Pembukaan: NKB No. 202 "Genta Injil Bergaung"
Ses Pengakuan Dosa dan Pengampunan: NNBT No.29 "Apakah Yang Tlah ‘Kau Lakukan"
Ses Pembacaan Alkitab: KJ No 51 "Kitab Suci Harta"
Persembahan: NKB No.197 "Besarlah Untungku"
Penutup: KJ No.427 "Ku Suka Menuturkan"

ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

Editor : Aprilia Sahari
#MTPJ #GMIM #Renungan GMIM