Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MTPJ GMIM 27 Juli - 2 Agustus 2025, 2 Tesalonika 1:3-12 Iman Makin Bertambah dan Kasih Terhadap Orang Lain Makin Kuat

Aprilia Sahari • Senin, 7 Juli 2025 | 15:36 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

MTPJ GMIM 27 Juli - 2 Agustus 2025
Tema Bulanan: "Keluarga Basis Penginjilan dan Diakonia"
Tema Mingguan: "Iman Makin Bertambah dan Kasih Terhadap Orang Lain Makin Kuat"
Bacaan Alkitab: 2 Tesalonika 1:3-12


ALASAN PEMILIHAN TEMA
Hidup adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan diperjuangkan.

Hidup di dunia ini tidaklah mudah.

Apalagi berhadapan dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di era 4.0.

Segala sesuatu seolah-olah dikendalikan oleh perkembangan teknologi.

Berbagai peristiwa yang terjadi sering menantang kehidupan beriman orang percaya.

Karena manusia terkadang lebih mengandalkan dan mengutamakan kecanggihan teknologi sehingga mengabaikan dan mengesampingkan keyakinan iman kepada Yesus Kristus.

Dan lebih parah lagi ketika memposisikan iman bukan yang utama dalam kehidupan.

Di Era sekarang ini, banyak yang terlena, terpesona, bahkan dininabobokan dengan kecanggihan teknologi, sehingga orang percaya terkadang lupa mengucap syukur.

Hidup sering diwarnai dengan keegoisan, kemunafikan, kesombongan dan rasa kepedulian terhadap sesama sering terabaikan.

Manusia cenderung mengutamakan kepentingan diri sendiri, bahkan ada yang menganggap orang lain sebagai saingan dan menjadi musuh dalam hidup.

Dari situasi seperti ini, orang percaya perlu menyatakan kualitas imannya.

Imanlah yang harus mengalahkan setiap hal yang menjerumuskan manusia dalam dosa. Apalagi ketika diperhadapkan dengan tantangan dan pergumulan yang berat.

Baca Juga: Renungan 2 Tesalonika 1:3–12, Iman Makin Bertambah dan Kasih Terhadap Orang Lain Makin Kuat

Baca Juga: Materi Khotbah 2 Tesalonika 1:3-12, Iman Makin Bertambah dan Kasih Terhadap Orang Lain Makin Kuat

Baca Juga: Renungan 2 Tesalonika 1: 3-12 untuk P/KB, Iman Makin Bertambah dan Kasih Terhadap Orang Lain Makin Kuat

Tema: "Iman Makin Bertambah dan Kasihterhadap Orang Lain Makin Kuat", kiranya menuntun kita untuk menyadari siapa kita di hadapan Tuhan dan siapakah kita di hadapan sesama, sehingga kita perlu menyatakan iman yang kuat serta berupaya menerapkan kasih yang tulus.

Kita dihentar untuk terus taat dan setia kepada Tuhan apapun tantangan yang dihadapi sambil menanti kedatangan Tuhan kembali.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Tesalonika adalah sebuah kota pelabuhan besar yang dibangun oleh Kassandros, seorang jenderal dari Alexander Agung pada tahun 315 SM, di pantai Timur Yunani Utara.

Kota ini diberi nama sesuai dengan nama istri Kassandros, yakni Tesalonika, ketika ia merebut takhta kerajaan Makedonia menggantikan Aleksander Agung. Kota ini menjadi pusat perdagangan dan pangkalan armada negara Romawi.

Sebagai kota pelabuhan, penduduknya sangat majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa.

Tahun 147 SM, Tesalonika menjadi ibukota propinsi Romawi. Jumlah orang Yahudi di kota ini cukup besar.

Jemaat Tesalonika mengalami penganiayaan berat yang dilakukan oleh sesama penduduk Tesalonika.

Situasi dan kondisi ini menyulitkan pertumbuhan jemaat.

Persoalan yang paling utama adalah pemberitaan tentang hari kedatangan Tuhan.

Dalam 2 Tesalonika ada jemaat yang menginformasikan bahwa Parousia (kedatangan Tuhan kembali) telah tiba sehingga hal ini membingungkan jemaat dan mengakibatkan ketidakpastian di dalam jemaat.

Lebih parah lagi dampak dari pemberitaan itu, menyebabkan sebagian orang tidak mau bekerja.

Karena itu, penulis surat 2 Tesalonika menentang pemberitaan itu dengan menegaskan bahwa kedatangan Tuhan belum segera tiba.

Kedatangan Tuhan kembali akan disertai tanda-tanda.

Jadi, jemaat jangan disesatkan dengan pemberitaan yang membingungkan, tetapi justru dalam situasi seperti ini, iman jemaat harus "kuat" dan saling menguatkan serta tetap berusaha untuk bekerja bukan dengan cara bermalasan dan tidak mau berbuat apa-apa.

Dalam ayat 3-4 dijelaskan bagaimana penulis mengucap syukur kepada Tuhan karena dua hal.

Pertama, Iman yang dimiliki oleh jemaat ketika mereka tabah dan sabar di tengah penderitaan yang mereka alami.

Memang penderitaan yang begitu berat menantang orang percaya di Tesalonika.

Penderitaan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan jemaat namun ternyata mereka tetap bertahan dalam Iman, bahkan Iman mereka makin bertambah (ayat 3). "Makin bertambah" dalam bahasa Yunani huperauksanei artinya "bertambah luar biasa."

Kedua, kasih seorang akan yang lain makin kuat. "Makin kuat" adalah terjemahan dari kata Yunani pleonazei yang bisa juga berarti "menjadi berlimpah-limpah".

Jadi, penulis 2 Tesalonika mengucap syukur dengan menyatakan kesukacitaannya karena iman jemaat semakin bertambah/ bertambah luar biasa dan penerapan kasih yang makin kuat/berlimpah-limpah.

Ayat 5-10, penulis mengingatkan bahwa akan ada penghakiman Allah.

Dan Allah akan menyatakan penghakimanNya dengan adil sehingga mereka yang tetap setia dan tetap bertahan menghadapi penderitaan karena mengikut Yesus dan melakukan kehendak-Nya, maka mereka layak menjadi warga Kerajaan Allah.

Penulis juga menekankan bahwa ada keberpihakan Tuhan kepada orang yang melakukan kehendakNya, dan pasti hal itu akan dinyatakan.

Sesungguhnya Allah akan menyatakan keadilan-Nya untuk membalaskan penindasan yang dilakukan kepada orang percaya.

Tuhan akan memberikan kelegaan. Penderitaan yang di alami jemaat Tesalonika, harus dihadapi dengan iman sehingga mereka mampu untuk bertahan dan belajar untuk terus mengucap syukur sekalipun dalam situasi yang sangat sulit.

Penulis mengingatkan bahwa ketika hari Tuhan itu tiba, sesungguhnya Tuhan akan ditinggikan, Tuhan akan dimuliakan, Tuhan akan diagungkan oleh semua orang percaya tidak ada yang terkecuali.

Ayat 11-12 merupakan doa agar jemaat di Tesalonika memperlihatkan tingkah laku yang baru.

Jemaat didoakan agar Tuhan menjadikan mereka layak untuk hidup menurut kehendak-Nya. Layak dari kata Yunani aksiose artinya sama dengan "pantas" atau "patut."

Doa ini merupakan permintaankepada Tuhan Allah agar jemaat Tesalonika diberikan kemampuan supaya bisa mencapai ukuran yang diharapkan bagi panggilan-Nya.

Allah memanggil mereka untuk hidup terus menerus dengan cara yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Penulis berdoa agar Tuhan Allah berkenan mengabulkan keinginan jemaat untuk berbuat baik dan melaksanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan iman mereka. Dengan demikian, nama Yesus. Tuhan dimuliakan.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
1. Tuhan Allah menghendaki umat-Nya untuk terus memiliki iman yang kokoh, agar tidak mudah dipengaruhi oleh ajaran atau pemberitaan yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Apalagi di zaman sekarang ini begitu banyak aliran-aliran modern yang muncul yang bertentangan dengan iman orang percaya. Ada yang tidak mengakui Yesus sebagai Juruslamat, ada yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber pemberitaan Firman. Maka umat Tuhan kiranya tidak akan mudah dipengaruhi dengan ajaran-ajaran seperti itu. Betapa penting untuk menunjukkan ketaatan dan keyakinan yang kuat. Sehingga dalam menjalani hidup, apapun yang dialami oleh orang percaya, kiranya akan tetap mengucap syukur kepada Tuhan sang pemberi hidup.

2. Orang percaya harus memiliki semangat untuk berjuang, rajin bekerja, jangan bersikap pesimis dalam menjalani kehidupan sambil menanti hari Tuhan itu akan tiba. Berita tentang hari Tuhan harus direspons dengan iman karena itu adalah waktu Tuhan bukan waktu manusia. Dan perlu diisi dengan hal-hal yang dapat mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup. Jangan malas untuk bekerja, karena kerja adalah amanat Tuhan untuk kelangsungan hidup. Hidup harus terus disyukuri dan diperjuangkan.

3. Penderitaan harus dipahami sebagai bagian dari proses iman. Penderitaan yang dialami jangan sampai melemahkan iman jemaat. Penderitaan harus menghasilkan iman yang murni, yang tidak akan tergoyahkan. Dan di dalamnya perlu menguatkan antara satu dengan yang lain. Betapa penting melihat sesama sebagai saudara bukan sebagai musuh karena kita sama di mata Tuhan. Ketika pengikut Kristus ditekan dengan berbagai tantangan dan pergumulan, kiranya kasih itu
semakin nyata, belajar dari Kasih Kristus yang tidak terbatas.

4. Sebagai Gereja Masehi Injili di Minahasa kiranya kita saling menguatkan dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan dan pergumulan yang diperhadapkan di tengah pelayanan Gereja Tuhan. GMIM tidak akan hancur oleh beratnya tantangan. GMIM harus semakin eksis dalam pelayanan di tengah tantangan dan pergumulan. Nilai persekutuan akan semakin kuat karena penderitaan ditanggung bersama, sehingga beban akan terasa ringan dan menyenangkan, seperti ungkapan "Berat sama dipikul, ringan sama di jinjing."

5. Tetesan air mata pemimpin GMIM adalah benih yang akan bertumbuh, berakar, dan akan menghasilkan buah untuk pertumbuhan gereja. Karena itu, umat Tuhan perlu menjaga nilai persekutuan yang kuat yang menempatkan Kristus sebagai Kepala Gereja. Cintailah Tuhan dan cintailah gereja-Nya, sehingga kelak kita akan menjadi warga gereja yang terus diberkati Tuhan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa yang saudara pahami tentang "Iman makin bertambah dan kasih terhadap orang lain makin kuat" menurut 2 Tesalonika 1 : 3-12 ?
2. Mengapa penulis surat 2 Tesalonika menekankan tentang kewajiban untuk mengucap syukur dalam pasal 1: 3?
3. Bagaimana gereja mengupayakan untuk terus menerapkan kasih terhadap orang lain sehingga melihat orang lainsebagai saudara?

NAS PEMBIMBING: Ibrani 10 :22-23

POKOK - POKOK DOA :
1. Agar Gereja yang adalah persekutuan orang percaya kiranya tetap menyatakan Iman yang kuat di dalam Tuhan, serta mampu bertahan di tengah tantangan dan pergumulan.
2. Agar Gereja tetap memiliki semangat untuk bekerja dengan giat sambil menanti kedatangan Tuhan.
3. Agar Gereja kiranya terus diberi kemampuan untuk menerapkan Kasih terhadap sesama.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ No. 7. "Ya Tuhan Kami Puji Nama-Mu Besar"
Pembukaan: NKB No. 73. "Kasih Tuhanku Lembut"
Pengakuan Dosa: NNBT No. 10. "Ya Tuhan Yang Kudus"
Pemberitaan Anugerah Allah : KJ No. 39. "Ku Diberi Belas Kasihan"
Ses Pemb. Alkitab: PKJ No. 15. "Ku Siapkan Hatiku, Tuhan"
Persembahan: PKJ.No.4 "Angkatlah Hatimu Pada Tuhan"
Nyanyian Penutup: PKJ. No. 264 "Apalah Arti Ibadah-Mu"

ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

Editor : Aprilia Sahari
#MTPJ #GMIM #Renungan GMIM