Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

KHOTBAH KGPM Minggu 27 JULI 2025, MAZMUR 146:1-10 MENIKMATI SUKACITA HIDUP DI DALAM TUHAN

Tesalonika Pontororing • Rabu, 23 Juli 2025 | 18:27 WIB

Logo KGPM
Logo KGPM

STOLA DAN KAIN MIMBAR HIJAU
MAZMUR 146:1-10

MENIKMATI SUKACITA HIDUP DI DALAM TUHAN

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, kebanyakan orang berpendapat bahwa sumber sukacita itu adalah ketika seseorang hidup berkelimpahan secara materi Sebab mereka merasa bahwa dengan mataeri itu maka segala sesuatu dapat dengan mudah diperoleh.

Tetapi jika sumber sukacita hanya karena materi maka hal itu bukanlah sukacita yang sesungguhnya.

Media banyak menggambarkan tentang rumah tangga yang hancur meski hidup berkelimpahan, bahkan persaudaraanpun rusak hanya karena perkara harta.

Kejahatan terjadi dimana- mana, bahkan melakukan berbagai macam cara untuk mengejar materi. Oleh karena itu, jika kita mendasari sukacita hanya kepada materi maka hal itu sifatnya hanya sementara.

Sebab, sukacita yang sesungguhnya hanya dapat kita peroleh di dalam Tuhan. Mengapa demikian? Karena sukacita di dalam Tuhan terjadi di segala situasi, tidak akan terpengaruh dengan keadaan karena dikerjakan dalam pertolongan Roh Kudus, dan fokusnya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Mazmur pasal 146 ini adalah mazmur pujian yang dipersembahkan kepada Allah ketika umat Israel kembali dari pembuangan dan dalam upaya untuk kembali membangun Yerusalem.

Di dalamnya pemazmur juga hidupnya menggambarkan kisah pertolongan Tuhan yang tidak pernah ketika menikmati terlambat saat ia dalam kesesakan.

Itulah sebabnya, ungkapan syukur menjadi sebuah tanggung jawab dan respon iman yang patut dipersembahkan kepada Allah.

Pertanyaan bagi kita semua adalah, "Apakah benar- benar sukacita hidup di dalam Tuhan telah kita buktikan dan rasakan dalam sepanjang rutinitas kita?"

Berdasarkan teks yang kita baca di hari ini mengingatkan kita bahwa sesungguhnya siapapun dapat menikmati sukacita hidup di dalam Tuhan dengan cara Bersyukurlah Kepada Tuhan Senantiasa.

Ayat 1 dan 2 dalam pembacaan ini memberi keterangan yang jelas tentang pemazmur yang memiliki Tuhan dan besar untuk memuji kerinduan yang memuliakan namaNya yang tidak hanya bersifat seketika tapi selama-lamanya yakni "selama aku hidup dan selagi aku ada" (ay.2).

Penggunaan kata "pujilah Tuhan hai jiwaku" oleh pemazmur mengandung makna bahwa ia sementara mendorong, memotivasi diri dan bertekat untuk menjalankan tanggung jawab memuliakan Tuhan sekaligus menggambarkan bahwa memuji Tuhan sebagai sebuah kewajiban tapi juga sebagai bagian dari rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan pertolongan kepadanya.

Tindakan memuliakan Allah sebagai rasa syukur kepadaNya akan terjadi secara berulang-ulang apabila kita memandang Dia sebagai Sang Bapa yang dekat kepada anak-anakNya Bapa yang menjaga, Bapa yang memeilihara dan Bapa yang menyediakan kebutuhan setiap anak-anakNya dengar demikian rasa syukur akan dipersembahkan secara tulu dan terus menerus seperti kata pemazmur "selama aku hidup dan selagi aku ada".

Dengan kata lain mengucap syukur kepada Allah menjadi pola hidup kita tanpa memandang situasi dan kondisi hidup yang kita jalani bersama dengan Tuhan di tengah keluarga dan persekutuan jemaat.

Firman Tuhan saat ini mengingatkan kita bahwa menikmati sukacita di dalam Tuhan memang tidaklah mudah tetapi sesungguhnya siapapun dapat merasakannya tergantung kepada bentuk penyerahan diri kita kepada Tuhan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus sebagian besar orang terjebak kepada melihat keterbatasan dan ketidakmampuan diri yang berujung kepada sikap pesimis bahkanpun apatis dalam mengerjakan segala sesuatu.

Mereka berkilah dengan keterbatasan itu karena takut mengahadapi kegagalan. Padahal, seperti ada ungkapan bijak berkata kegagalan adalah sukses yang tertunda.

Artinya, sesungguhnya selalu ada peluang untuk mencapai keberhasilan. Karena itu, Percayalah Tuhan Pasti Memberikan Pertolongan.

Ayat 3 dalam Firman ini berkata "janganlah percaya kepada para bangsawan kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan" Pemazmur melihat betapa pentingnya pengaharapan itu tertuju kepada Allah Israel.

Meskipun kelihatannya jaminan harapan yang besar karena para bangsawan memberi terlihat menjanjikan oleh tersedianya kekuasan dan materi, tetapi urusan keselamatan tidak dapat diberikan oleh para bangsawan.

Sebab mereka sama-sama ciptaan Allah yang terbatas adanya. Hanya Allah orang Israel yang berkuasa memberikan jaminan kecukupan setiap hari dan kehidupan kekal di masa yang akan datang.

Saudara-saudara, Yesus Kristus berkata, "Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28).

Ini merupakan sebuah ajakan untuk menaruh percaya kepadaNya dalam kesungguhan hati tanpa keraguan dan kebimbangan.

Sebab kecenderungan umat percaya adalah datang kepada Allah saat dalam kondisi terjepit. Tak jarang manusia lupa memohon perlindungan dan pemberkatan Tuhan ketika hendak memulai segala yang dikerjakan dengan dalih agenda kerja yang padat.

Tetapi, saat ini kita diingatkan untuk bejar menaruh segala sesuatu kepada Tuhan dengan sebuah kesadaran bahwa berkat itu datangnya dari Tuhan.

Dalam pembacaan ini pemazmur berkata "berbahagialah orang yang menerima pertolongan dari Allah Yakub" (ay. 5) sebab Dialah yang menciptakan segala sesuatu (ay.6), yang tetap setia untuk selama-lamanya, menegakkan keadilan dan perlindungan (ay.7), dan Dialah Raja sampai selama-lamanya (ay.10).

Pemahanan sekaligus pengalaman pemazmur ini mengingatkan kepada kita bahwa percaya akan pertolongan Tuhan itu modal besar dalam kehidupan beriman kita sebab Alkitab menyaksikan fakta tentang bagaimana Allah yang hadir ditengah umatNya dengan memberikan apa yang dibutuhkan.

Karya Allah tak dapat dibatasi oleh apapun bahkan orang yang membenci kitapun dapat dipakai untuk menjadikan kita semakin menikmati pengalaman iman bersama dengan Tuhan sehingga akan selalu ada sukacita hidup bersama dengan Tuhan setiap waktu.

"Saudara-suadara, ada dua hal yang penting untuk diingat dalam perenungan disaat ini yakni "Jadilah umat yang bersyukur kepada Allah setiap waktu dan percayalah Tuhan sumber pertolongan kita". Tuhan memberkati kita semua dari sekarang dan sampai selamanya. Amin

Editor : Clavel Lukas
#khotbah #KGPM #Renungan #renungan kristen