Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Selasa 5 Agustus 2025, Amsal 14:29 Sabar Atau Marah?

Aprilia Sahari • Kamis, 31 Juli 2025 | 09:18 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Amsal 14 : 29

(29) Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam ilmu Psikologi, sabar dan marah merupakan bentuk ekspresi yang sama-sama menunjukkan emosi seseorang.

Sabar adalah kemampuan untuk menahan diri dan tetap tetap tenang saat menghadapi kesulitan, tantangan, atau situasi yang tidak menyenangkan.

Ini mencakup kesediaan untuk menunggu dengan penuh ketenangan tanpa putus asa.

Sedangkan marah adalah adalah sebuah perasaan atau emosi yang muncul sebagai reaksi terhadap sesuatu yang dianggap tidak adil, menyakitkan atau mengecewakan.

Biasanya marah ditandai dengan kesal, frustasi atau kemarahan yang kuat.

Meski sama-sama ekspresi emosi, hal yang membedakan keduanya adalah dampak yang ditimbulkan.

Marah membuat orang sulit berpikir jemih, menimbulkan konflik, ketegangan dalam hubungan, keputusan tergesa-gesa dan menyulitkan penyelesaian masalah.

Sebaliknya, kesabaran berdampak positif, membuat hubungan harmonis, membuat keputusan bijaksana dan menyelesaikan masalah.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kata orang yang sabar dalam ayat 29 menggunakan kata Ibrani 'erek 'apayim, artinya: lambat untuk marah, sabar.

Seseorang lambat untuk marah dan sabar karena ia memiliki rabtebunah, kata Ibrani yang berarti pemahaman, pengertian, kemampuan, kecerdasan, kecakapan, kecerdikan yang sangat besar (Ing: great).

Artinya, ia tidak langsung bertindak melainkan memikirkan dan mempertimbangkan terlebih dahulu segala sesuatu.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia adalah orang yang bijaksana.

Penulis Amsal mempertentangkan sikap sabar dan marah, sekaligus menunjukkan dengan tegas keuntungan dan kerugian dari dua sikap emosi tersebut.

Orang yang memiliki sikap sabar adalah orang yang besar pengertiannya.

Seseorang bisa disebut memahami diri, tugas dan kepentingannya, kelemahan, serta situasi sosialnya dengan benar.

Kesabaran membuat orang mampu menangguhkan kemarahan dan meredamnya, sehingga tidak melakukan dosa.

Sebaliknya, kemarahan membuat hawa nafsu tidak terkendali.

Seperti menunjukan kebodohan sendiri.

Orang yang cepat marah, hatinya mudah tersulut oleh hasutan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Ujian terhadap kesabaran selalu datang setiap hari, entah karena keadaan atau perilaku orang lain.

Menghadapi situasi yang demikian, pilihlah untuk tetap bersabar.

Emosi yang tidak terkendali sering menyebabkan tragedi.

Kesabaran membuat orang terluput dari kebodohan.

Bertindak sabar sama artinya berlaku cerdas.

Marilah, sebagai keluarga Kristen, kita sematkan nilai-nilai kesabaran dengan mengajarkan kebijaksanaan yang mempertajam kecerdaskan emosional berdasarkan firman Tuhan Allah. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami untuk dapat mengendalikan diri, menahan emosi, dan bertahan dalam situasi sulit. Ajarlah kami untuk selalu mengingat bahwa emosi yang tidak terkendali sering membuat tersesat dan jatuh ke dalam dosa serta menuntun pada jurang kebinasaan. Mampukanlah kami untuk menjadi orang yang sabar. Amin.

Baca Juga: MTPJ GMIM 3 - 9 Agustus 2025, Amsal 14:26-35 Dalam Takut akan Tuhan ada Kebenaran, Ketentraman dan Perlindungan

Baca Juga: RHK GMIM Senin 4 Agustus 2025, Amsal 14:28 Pemerintah dan Rakyat Takut Akan Tuhan Akan Diberkati

Editor : Aprilia Sahari
#RHK #GMIM #Renungan GMIM #RHK GMIM Selasa 5 Agustus 2025