Amsal 14 : 30
(30) Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus
Ada ungkapan umum "hatiku adalah rajaku." Ungkapan ini berarti bahwa hati atau perasaan menjadi penentu utama dalam tindakan dan perilaku seseorang.
Ini seringkali menimbulkan masalah.
Pengamsal memberi gambaran dua kondisi hati.
Hati yang tenang (Ibr: leb-mame') dan hati yang iri (Ibr:qin'ah).
Kata hati, Ibrani leb yang tidak hanya merujuk pada hati sebagai bagian dari tubuh, melainkan juga memiliki makna: inti diri manusia, pikiran, kehendak, dan hati.
Sementara itu, kata 'marpe' tidak hanya berarti tenang, tetapi juga berarti: hati yang tenang, hati yang sehat, ketenangan, kesabaran, hal menguasai diri.
Dengan demikian, hati yang tenang di sini dapat berarti inti diri manusia, pikiran dan kehendaknya yang tenang, sehat, sabar, dan penuh penguasaan diri.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Hati, diri dan pikiran yang seperti inilah yang akan memberikan kesehatan bagi seluruh tubuh dan memelihara kehidupan manusia.
Apa yang ada di dalam diri (hati, diri dan pikiran) dapat mempengaruhi kehidupan fisik manusia.
Bila hati yang tenang adalah keadaan emosi di mana seseorang merasa damai, stabil dan bebas dari kecemasan atau stres.
Sebaliknya, iri hati (Ibr: qin'ah) justru menghilangkan ketenangan hati.
Iri hati adalah perasaan tidak nyaman atau ketidakpuasan yang muncul ketika seseorang merasa cemburu atau ingin memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain.
Iri hati bisa menyebabkan seseorang merasa kurang puas dengan hidupnya sendiri dan mempengaruhi hubungan sosial serta ketenangan emosional.
Iri hati merusak kesehatan dan menyebabkan sakit.
Amsal mengatakan bahwa iri hati membusukkan tulang.
Tulang adalah bagian penting yang menyangga tubuh.
Tulang berfungsi mengokohkan tubuh.
Bayangkan kalau tulang tidak kuat! Apalagi busuk seperti kata Amsal.
Apa jadinya? Tubuh pasti ambruk.
Tanpa tulang, tubuh hanya seonggok daging tak berbentuk dan tak berdaya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini mengajak kita untuk memiliki hati, diri dan pikiran yang tenang.
Sebab, hati tenang karena percaya kepada Tuhan Allah dan menyakini bahwa rencana-Nya adalah damai sejahtera.
Karena Ia adil dalam keputusan-Nya.
Sebagai keluarga Kristen, kita juga diajak untuk tidak iri hati terhadap hidup orang lain.
Tetapi kita diajak untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, berilah kami hati yang selalu percaya bahwa Engkau adil dalam setiap keputusan dan selalu merancangkan damai sejahtera bagi kami. Tolonglah kami agar mampu menjaga hati sehingga selalu bersyukur dan tidak tinggi hati serta merasa iri terhadap orang lain. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 3 Agustus 2025, Amsal 14:26-27 Takut Akan Tuhan Memberi Ketentraman
Baca Juga: RHK GMIM Senin 4 Agustus 2025, Amsal 14:28 Pemerintah dan Rakyat Takut Akan Tuhan Akan Diberkati
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 5 Agustus 2025, Amsal 14:29 Sabar Atau Marah?
Editor : Aprilia Sahari