Amsal 14 : 31
(31) Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam lingkungan sosial kita, ada saja sikap orang yang meremehkan sesamanya.
Sikap ini seringkali dipicu oleh kelebihan yang ada dalam dirinya.
Ada orang yang karena kemampuannya yang hebat justru menindas orang lain yang tidak memiliki kemampuan yang sama.
Ada banyak orang yang hidup dalam kelemahan, miskin atau memiliki kekurangan secara fisik justru mendapatkan perlakuan yang tidak patut, direndahkan, bahkan dihina dan disepelekan oleh orang yang lain.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Pengamsal menegaskan bahwa orang yang menindas orang yang lemah menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.
Kata Ibrani untuk menindas, oseq dari asaq, berarti menindas, memeras, memanfaatkan, mengeksploitasi, dan melecehkan.
Semua bentuk kejahatan terhadap kaum lemah adalah tindakan menghina Sang Pencipta.
Sebab orang yang lemah (Ibr: dal), di sini artinya: orang yang dianggap tidak penting, tidak memiliki kuasa, orang kecil, miskin, ditindas dan patah hati.
Sebab orang lemah seperti ini sepatutnya seharusnya mendapat perhatian dan dikasihi.
Seperti tindakan belas kasihan (Ibr: khonen dari khanan, artinya menunjukkan belas kasihan, memberikan bantuan/ pertolongan dan bermurah hati) kepada orang miskin (Ibr: 'ebyon, artinya orang miskin, yang ditindas, dan yang membutuhkan) disebut sebagai tindakan yang memuliakan Tuhan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tuhan Allah memerintahkan kita mengasihi-Nya dengan segenap hati dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri tanpa membedakan status sosial.
Maka hendaklah, kita, sebagai keluarga Kristen, melakukannya dengan tulus dan tidak pura-pura.
Kasih kepada orang lemah dapat ditunjukkan melalui sikap mengakui keberadaan mereka, memberi ruang bagi mereka serta melakukan tindakan konkrit untuk menolong.
Kasih itu dapat kita tunjukkan melalui sikap menghargai, menghormati, berlaku sopan tanpa pandang bulu, dan memberi bantuan dalam berbagai bentuk pelayanan kasih, termasuk pemberian kepada para janda, anak yatim piatu, penyandang disabilitas dan mereka yang membutuhkan.
Kita mungkin akan menghadapi tantangan dalam melakukan semua itu, namun percayalah ketulusan hati akan membuat kita melihat pertolongan Tuhan Allah yang tidak hanya memampukan kita tetapi juga memberkati. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, jadikanlah kiranya hati kami tulus seperti hatiMu, agar dapat hidup berkenan kepada-Mu. Pakailah kami sebagai alat-Mu untuk menolong sesama kami yang lemah dan memiliki belas kasihan terhadap semua orang, sehingga kami memuliakan Engkau. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Senin 4 Agustus 2025, Amsal 14:28 Pemerintah dan Rakyat Takut Akan Tuhan Akan Diberkati
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 5 Agustus 2025, Amsal 14:29 Sabar Atau Marah?
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 6 Agustus 2025, Amsal 14:30 Hati Yang Tenang Menyehatkan Tubuh
Editor : Aprilia Sahari