Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Jumat 8 Agustus 2025, Amsal 14:32-33 Hikmat Tinggal di Dalam Hati Orang Yang Berpengertian

Aprilia Sahari • Kamis, 31 Juli 2025 | 09:52 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Amsal 14 : 32-33

(32) Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
(33) Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ada beberapa tipe orang yang sering disebut di dalam kitab Amsal, seperti: orang fasik, orang bebal, orang benar dan orang yang berpengertian atau bijaksana/berhikmat.

Firman hari ini mengontraskan tipe-tipe tersebut.

Orang fasik (Ibr: rasa' artinya: jahat, keji, durjana, orang yang bersalah, orang berdosa) dan orang bebal (Ibr: kesilim, artinya: bodoh, dungu, tidak tahu malu) dikontraskan dengan orang benar (lbr: tsadiq, artinya: adil, benar, saleh, takut akan Tuhan, tidak bersalah, tidak berdosa) dan orang yang berpengertian (Ibr: nabon, artinya: orang yang mengerti dan memahami dengan baik, menaruh perhatian).

Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, sementara orang bebal yaitu mereka yang tidak mampu dan tidak mau menerima kebijaksanaan dan nasihat yang baik, keras kepala, tidak mau belajar dan menolak ajaran hikmat, tidak mengenal hikmat, maka tidak menikmati berkat dari hikmat.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini menyatakan hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian.

Hati (Ibr: leb) merupakan pusat perasaan, pikiran dan kehendak seseorang.

Ketika hikmat tinggal dalam hati seseorang, menunjukkan bahwa pemahaman dan kebijaksanaan mempengaruhi cara berpikir, perasaan dan tindakan mereka secara mendalam.

Orang yang memiliki hikmat dapat melihat situasi dengan cara yang bijaksana, membuat keputusan yang baik dan hidup dengan integritas serta keadilan.

Hikmat bersumber dari sikap takut akan Tuhan.

Orang yang memiliki hikmat akan mempraktikan hukum Tuhan, yaitu mengasihi Tuhan Allah dan sesama.

Tidak ada dendam, iri hati, dengki dan tinggi hati serta perilaku jahat lainnya.

Selalu ada kemauan untuk melakukan kebaikan dan kebenaran.

Dalam perilaku hidup orang yang takut akan Tuhan, ada berkat yang disediakan-Nya.

Berkat Tuhan Allah hadir dalam bentuk perlindungan bagi setiap anak-Nya, sehingga dalam kekurangan sekalipun, orang percaya aman dalam naungan kasih-Nya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen, kita harus membangun kehidupan yang takut akan Tuhan dalam keluarga agar hikmat Tuhan Allah menguasai hati kita serta mengarahkan setiap perilaku kita.

Orangtua memiliki tanggungjawab untuk menunjukkan sikap takut akan Tuhan kepada anak-anak, agar mereka tidak tumbuh menjadi orang bebal, tetapi menjadi orang benar dan berpengertian.

Setiap anak diajari tentang rasa percaya dan hormat pada Tuhan Allah, serta kehidupan yang bergantung dan berserah kepada-Nya.

Keteladanan hidup yang ditunjukkan orangtua menjadi pemandu bagi anak menuju masa depan yang dikasihi dan diberkati-Nya. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, penuhilah hati kami dengan hikmat sorgawi dan terangilah jalan hidup kami dan berkatilah kami senantiasa di setiap jejak langkah hidup kami. Amin.

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 5 Agustus 2025, Amsal 14:29 Sabar Atau Marah?

Baca Juga: RHK GMIM Rabu 6 Agustus 2025, Amsal 14:30 Hati Yang Tenang Menyehatkan Tubuh

Baca Juga: RHK GMIM Kamis 7 Agustus 2025, Amsal 14:31 Mengasihi Orang Miskin dan Lemah Adalah Memuliakan Tuhan Allah

Editor : Aprilia Sahari
#RHK #RHK GMIM Jumat 8 Agustus 2025 #GMIM #Renungan GMIM