Yohanes 8:31
(31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kata "tetap" (Yun. Meno) artinya tinggal, menetap, bertekun, bertahan.
Sedangkan firman dalam teks ini, menunjuk kepada Yesus Kristus (band. Yoh 1:1-14).
Jadi, perkataan Yesus Kristus "tetap dalam firman-Ku" bermakna tetap di dalam Aku.
Seorang yang mau benar-benar menjadi murid-Nya, ia harus tinggal, bertekun dan bertahan hidup di dalam firman-Nya.
Dengan kata lain, harus berakar di dalam Kristus.
Menjadi murid tidak cukup hanya mengaku percaya dengan kata-kata.
Pengakuan ini harus meningkat pada komitmen untuk tetap bertahan, bertekun melakukan kehendak Yesus Kristus menghadapi berbagai situasi hidup, apapun itu.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dari kehidupan yang berakar di dalam Yesus Kristus ini, ada dua hal yang harus dihasilkan.
Pertama, bertumbuh.
Seorang murid harus mengalami pertumbuhan rohani.
Ibarat benih, tanpa adanya pertumbuhan berarti benih itu mati.
Pertumbuhan menunjukkan adanya penambahan.
Menjadi besar dan kuat dalam hal iman dan tahan uji.
Kedua, berbuah.
Menghasilkan buah adalah tujuan dari pertumbuhan.
Tidak berbuah sama artinya gagal tumbuh.
Yesus Kristus mengambarkan kondisi ini dalam ajarannya tentang pokok anggur yang benar (Lih. Yoh 15).
Ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan dibuang ke dalam api, sedangkan ranting yang berbuah akan dibersihkan-Nya supaya lebih banyak lagi berbuah.
Bertumbuh dan berbuah dalam hidup bukanlah perkara mudah.
Ibarat pohon mengalami semua musim, menghadapi cuaca ekstrem, serta upaya petani yang merawat dan membersihkan, demikian juga Tuhan Allah memproses hidup kita untuk benar-benar menjadi murid-Nya.
Sebab itu, kita harus bersungguh-sungguh hidup di dalam-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Keluarga merupakan wadah yang dipakai Tuhan Allah untuk membawa setiap orang masuk dalam proses menjadi murid-Nya.
Dalam keluarga, kehidupan yang berakar pada Yesus Kristus dibangun.
Orangtua berkewajiban membawa anak-anaknya mengenal Yesus Kristus dan tinggal dalam Dia.
Tuhan Allah memakai orangtua dalam semua perannya untuk membuat anak-anak bertumbuh sebagai murid dan menghasilkan buah.
Tetapi juga, tidak jarang Tuhan Allah memakai anak-anak untuk membawa orangtua "menetap" pada-Nya.
Dalam memenuhi tanggungjawab sebagai orangtua, Tuhan Allah memproses orangtua agar tidak berhenti bertumbuh, bahkan terus berbuah hingga masa tua. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami bersyukur untuk persekutuan hidup keluarga yang Engkau anugerahkan. Kiranya Engkau berkenan menolong kami untuk tetap tinggal dalam firmanMu, berakar kuat, bertumbuh dan menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi orang lain, serta memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Baca Juga: MTPJ GMIM 17-23 Agustus 2025, Yohanes 8:30-36 Kebenaran yang Memerdekakan
Editor : Aprilia Sahari