Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk umat Katolik, Hari Minggu 24 Agustus 2025, Bacaan I: Yes 66:18-21, Bacaan II: Ibr 12:5-7.11-13, Bacaan Injil: Luk 13:22-30

Fandy Gerungan • Jumat, 22 Agustus 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi Jemaat mendengarkan Firman di Gereja. (ChatGPT)
Ilustrasi Jemaat mendengarkan Firman di Gereja. (ChatGPT)

Pekan Biasa ke-XXI (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I: Yes 66:18-21

Mereka akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa. Beginilah firman Tuhan, “Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan. Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang serta melihat kemuliaan-Ku.

Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka, dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput; mereka ini akan Kuutus kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud; mereka akan Kuutus ke Mesekh dan Rosy, ke Tubai dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku, dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa.

Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari segala bangsa sebagai kurban untuk Tuhan; mereka akan membawanya di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, sama seperti orang Israel membawa kurban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah Tuhan. Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15

Refrain: Pergi ke seluruh dunia, dan wartakanlah Injil

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bacaan II: Ibr 12:5-7.11-13

Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.

SAUDARA-saudara, janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak, “Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan oleh-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap hajaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita.

Namun, kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih oleh-Nya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Bait Pengantar Injil: Yohanes 14:6

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Ayat (oleh solis): Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Bacaan Injil: Luk 13:22-30

Orang akan datang dari Timur dan Barat dan mereka duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Maka bertanyalah orang kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu, kamu akan berdiri di luar, dan mengetuk-ngetuk pintu sambil berkata: Tuan, bukakan kami pintu! Tetapi Ia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kamu datang’.

Maka kamu akan berkata, ‘Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu, dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami’. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi ada di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.

Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan ingatlah, ada orang yang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi terakhir.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, bacaan hari ini mengajak kita merenungkan sebuah perjalanan iman yang penuh harapan, namun juga menuntut perjuangan dan kesetiaan.

Dalam bacaan pertama dari Kitab Yesaya (Yes 66:18-21), kita melihat gambaran besar tentang Allah yang mengumpulkan segala bangsa dari berbagai penjuru dunia untuk datang melihat kemuliaan-Nya.

Pesan ini menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya milik satu bangsa, tetapi terbuka bagi semua yang mau datang dan menyerahkan diri sebagai persembahan bagi Tuhan.

Gambaran ini sangat indah: orang-orang datang dari tempat yang jauh, dengan berbagai cara, membawa saudaranya untuk dipersembahkan kepada Allah. Artinya, iman bukan hanya perjalanan pribadi, tetapi juga misi untuk mengajak sesama agar ikut serta dalam persekutuan dengan Allah.

Namun, jalan menuju kemuliaan Allah tidaklah mudah. Surat kepada orang Ibrani (Ibr 12:5-7.11-13) mengingatkan kita bahwa dalam perjalanan iman, ada yang namanya didikan dan hajaran dari Tuhan. Kadang kita merasa berat, terluka, atau bahkan ingin menyerah.

Tetapi justru melalui hajaran itulah kita ditempa menjadi anak-anak Allah yang sejati. Sama seperti seorang ayah mendidik anaknya, begitu pula Tuhan membentuk kita dengan penuh kasih. Walaupun sementara terasa menyakitkan, buahnya adalah kebenaran, kedamaian, dan kekuatan yang baru.

Yesus dalam Injil Lukas (Luk 13:22-30) lalu menegaskan hal ini dengan berkata: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu.” Keselamatan memang terbuka bagi semua orang, tetapi tidak berarti kita bisa masuk dengan cara yang gampang atau asal-asalan.

Pintu sempit melambangkan disiplin rohani, perjuangan melawan ego dan dosa, serta kesetiaan untuk hidup sesuai kehendak Allah. Tidak cukup hanya mengaku pernah mendengar ajaran-Nya atau pernah hadir di hadapan-Nya, tetapi kita dipanggil untuk sungguh-sungguh menghidupi iman itu dalam keseharian.

Saudara-saudari, renungan dari ketiga bacaan ini membawa kita pada tiga pesan penting:

1. Keselamatan bersifat universal, Allah mengundang semua orang tanpa terkecuali.
2. Keselamatan menuntut pembentukan diri, ajaran dan didikan Allah adalah tanda kasih-Nya, bukan hukuman.
3. Keselamatan membutuhkan perjuangan, kita harus berani melewati pintu yang sempit dengan kesetiaan dan ketekunan.

Maka, marilah kita menyambut undangan Allah dengan hati terbuka, menerima hajaran-Nya dengan kerendahan hati, dan berjuang setiap hari melalui pintu sempit menuju Kerajaan Allah.

Sebab pada akhirnya, akan ada sukacita besar ketika kita duduk bersama Abraham, Ishak, Yakub, dan semua orang kudus dalam perjamuan abadi bersama Tuhan. (*)

Editor : Clavel Lukas
#renungan katolik #Renungan