Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Kamis 4 September 2025, Bacaan I, Kolose 1:9-14, Bacaan Injil, Lukas 5:1-11

Fandy Gerungan • Rabu, 3 September 2025 | 09:05 WIB
Ilustrasi Jemaat mendengarkan Injil di Gereja. (ChatGPT)
Ilustrasi Jemaat mendengarkan Injil di Gereja. (ChatGPT)

Pekan Biasa ke-XXII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I – Kolose 1:9-14

Saudara-saudara, sejak kami mendengar tentang kalian, tak henti-hentinya kalian kami doakan. Kami mohon semoga kalian menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.

Maka hidupmu akan layak di hadapan-Nya, dan berkenan di hati-Nya dalam segala hal. Kalian akan menghasilkan buah dalam segala pekerjaan baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan benar tentang Allah.

Kalian akan diperkuat dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan Allah untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kalian layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan bagi orang-orang kudus di dalam Kerajaan terang.

Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang terkasih; Dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa!

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5-6

Ref. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya.

Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil – Markus 1:17

Ref. Alleluya.

Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.

Bacaan Injil – Lukas 5:1-11

Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga.”

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu.

Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.”

Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut.

Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan

Umat: Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose, kita mendengar doa yang penuh kasih: agar umat diberi hikmat dan pengertian untuk mengetahui kehendak Allah, sehingga hidup mereka berkenan di hadapan-Nya.

Paulus mengingatkan bahwa kita telah ditebus, dilepaskan dari kuasa kegelapan, dan dipindahkan ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih. Hidup kita yang lama sudah berlalu; kini kita diundang untuk hidup sebagai anak-anak terang, menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan baik.

Injil hari ini menunjukkan wujud konkret bagaimana Allah mengubah kehidupan manusia. Simon dan teman-temannya adalah nelayan sederhana. Mereka lelah, kecewa, bahkan putus asa karena semalam suntuk menjala tanpa hasil.

Tetapi di saat itulah Yesus hadir, masuk ke dalam perahu mereka, dan meminta mereka untuk "bertolak ke tempat yang dalam." Dan yang terjadi sungguh luar biasa dari kekosongan menjadi kelimpahan, dari rasa lemah menjadi takjub.

Namun, mukjizat terbesar bukanlah perahu yang penuh ikan, melainkan perubahan hati Simon. Ia tersungkur dan berkata: “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Tetapi Yesus justru meneguhkan: “Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Dari seorang nelayan biasa, Simon diubah menjadi murid yang diutus.

Saudara-saudari, bukankah kita pun sering merasa seperti Simon? Lelah berusaha, tetapi hasilnya tidak sebanding. Ada kalanya kita merasa hidup kita kosong, doa kita hampa, atau pelayanan kita tidak dihargai.

Namun hari ini Yesus mengajak kita: “Bertolaklah ke tempat yang dalam.” Artinya, jangan hanya tinggal di permukaan, jangan hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi percayalah pada sabda-Nya.

Ketika kita berani melangkah lebih dalam bersama Kristus, hidup kita pun akan berubah. Dari kegelapan menuju terang, dari kelemahan menuju kekuatan, dari orang biasa menjadi saksi kasih Allah.

Maka mari kita belajar dari doa Paulus dan pengalaman Simon: Hidup beriman berarti menyerahkan diri sepenuhnya pada Kristus, berjalan dalam terang-Nya, dan rela meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti-Nya. Sebab di dalam Dia ada pengampunan, ada panggilan, dan ada hidup yang berkelimpahan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan