Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Kolose 3:5-1 untuk W/KI, Hidup Baru Dalam Kristus Sebagai Orang-Orang Pilihan Allah Yang Dikuduskan dan Dikasihi-Nya

Clavel Lukas • Sabtu, 6 September 2025 | 10:13 WIB

 

Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Surat Kolose ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada dalam penjara di Roma (sekitar tahun 60–62 M).

Surat ini ditujukan kepada jemaat di Kolose yang sedang menghadapi pengaruh ajaran sesat: ada orang yang mengajarkan bahwa iman kepada Kristus tidak cukup

Melainkan harus ditambah dengan ritual-ritual Yahudi, filsafat Yunani, dan praktik mistis seperti penyembahan malaikat.

Paulus menegaskan bahwa Kristus cukup! Dialah kepala segala sesuatu, dan keselamatan kita hanya di dalam Dia.

Dalam bagian Kolose 3:5-17, Paulus memberi nasihat praktis: kalau kita sudah hidup dalam Kristus, maka hidup lama kita harus ditanggalkan, dan kita harus mengenakan hidup baru.

Paulus memakai bahasa yang tegas: “matikanlah,” “buanglah,” dan “kenakanlah.”

Hidup baru ini adalah tanda bahwa kita adalah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi-Nya.

Tema ini sangat relevan untuk W/KI GMIM, sebab sebagai perempuan Kristen, kita dipanggil bukan hanya percaya kepada Yesus, tetapi hidup dalam perubahan nyata: dalam keluarga, jemaat, pekerjaan, dan pelayanan.

Baca Juga: Materi Khotbah Kolose 3:5–17, Hidup Baru Dalam Kristus Sebagai Orang-Orang Pilihan Allah Yang Dikuduskan dan Dikasihi-Nya

Baca Juga: Renungan Kolose 3:5–17, Hidup Baru Dalam Kristus Sebagai Orang-Orang Pilihan Allah Yang Dikuduskan dan Dikasihi-Nya

Pembahasan Ayat per Ayat

Ayat 5-7: Mematikan Manusia Lama

Paulus menulis: “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi...” Lalu ia menyebutkan: percabulan, hawa nafsu, keinginan jahat, bahkan keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala.

Kata “matikanlah” (Yunani: nekroō) berarti menghentikan total, tidak memberi ruang hidup lagi. Hidup lama kita dengan dosa-dosa duniawi harus disalibkan bersama Kristus.

Di era digital sekarang, dosa bisa masuk lewat hal-hal kecil: tontonan di ponsel, percakapan yang salah, atau godaan untuk serakah dalam urusan materi.

Firman ini menegur kita untuk menjaga hati dan pikiran tetap bersih, agar hidup kita berkenan pada Allah.

Baca Juga: Renungan Kolose 3:5-17 untuk P/KB, Hidup Baru Dalam Kristus Sebagai Orang-Orang Pilihan Allah Yang Dikuduskan dan Dikasihi-Nya

Ayat 8-9: Tinggalkan Perilaku Lama

“Tetapi sekarang buanglah semuanya ini: marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor...”

Hidup baru tidak hanya bicara soal menjauhi dosa seksual, tapi juga soal perkataan dan sikap hati. Dosa lidah sering menghancurkan lebih cepat daripada pedang.

Ibu-ibu Kristen dipanggil untuk berhati-hati dalam berbicara—jangan jatuh dalam gosip, fitnah, atau kata-kata kasar yang menyakiti suami, anak, atau sesama jemaat.

Paulus mengingatkan: jangan berdusta, sebab kita sudah menanggalkan manusia lama.

Ayat 10-11: Mengenakan Manusia Baru

Paulus berkata: “...dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui...”

Manusia baru berarti hidup yang dibentuk seturut gambar Sang Pencipta, yaitu Kristus. Hidup baru adalah proses yang berlangsung terus menerus, bukan sekali jadi.

Kita dipanggil untuk terus bertumbuh, belajar dari firman, belajar dari pengalaman, bahkan dari kegagalan.

Identitas kita bukan lagi ditentukan oleh dunia, melainkan oleh Kristus yang memperbarui kita setiap hari.

Ayat 12-14: Hidup dalam Kasih

“Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran...”

Inilah pakaian orang-orang pilihan Allah. Dan yang terpenting: “Di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Kasih adalah pakaian yang paling indah. Seorang istri yang penuh kasih akan menjadi penolong sejati bagi suaminya.

Seorang ibu yang penuh kasih akan mengajar anak-anaknya berjalan dalam kebenaran. Dalam jemaat, kasih akan menjaga persatuan, meskipun ada perbedaan.

Ayat 15-17: Hidup dalam Damai Sejahtera dan Syukur

Paulus menutup bagian ini dengan pesan yang indah: “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu...” dan “Apapun yang kamu lakukan dalam perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus...”

Hidup baru dalam Kristus adalah hidup yang dipenuhi damai sejahtera, firman, nyanyian rohani, dan ucapan syukur.

Mari jadilah perempuan yang membawa damai sejahtera dalam rumah tangga. Jangan biarkan rumah kita menjadi medan konflik, melainkan tempat di mana kasih Kristus terasa.

Hidup baru berarti setiap perkataan dan tindakan kita dilakukan dalam nama Yesus.

Penutup

Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan, tema khotbah ini menegaskan bahwa kita adalah:
“Orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya.”

Itu berarti kita memiliki identitas baru: kita bukan lagi hamba dosa, melainkan anak-anak Allah. Identitas ini membawa tanggung jawab besar: hidup kudus, hidup penuh kasih, dan hidup yang memuliakan Kristus.

Beberapa ajakan penting bagi kita semua:

  1. Tanggalkan manusia lama. Jangan biarkan dosa kecil atau kebiasaan lama merusak relasi kita dengan Tuhan dan keluarga.

  2. Kenakan pakaian kasih. Jadilah ibu, istri, dan perempuan Kristen yang memancarkan kasih Kristus dalam perkataan dan tindakan.

  3. Hidup dalam damai sejahtera. Bawalah damai dalam keluarga, jemaat, dan masyarakat. Ingat, kita dipanggil menjadi pembawa syalom Allah.

  4. Pusatkan hidup pada Kristus. Apa pun yang kita lakukan, baik dalam pekerjaan, pelayanan, maupun kehidupan sehari-hari, lakukanlah untuk Tuhan.

Sebagai W/KI GMIM, mari kita berkomitmen hidup sebagai perempuan yang benar-benar baru di dalam Kristus.

Dunia boleh menilai perempuan dari penampilan luar, harta, atau status.

Tetapi Allah menilai kita dari hati yang dikuduskan, hidup yang dipenuhi kasih, dan iman yang berbuah nyata.

Hidup baru dalam Kristus bukan sekadar status, tetapi gaya hidup. Inilah panggilan kita: hidup sebagai terang di tengah dunia yang penuh kegelapan.

Kiranya firman ini mendorong kita semua, ibu-ibu Kristen, untuk berkata:
“Aku mau hidup baru dalam Kristus, sebagai orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi-Nya.”

Amin

Editor : Clavel Lukas
#WKI GMIM #khotbah #GMIM #W/KI #kolose #Renungan