Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah MTPJ GMIM Pdt Aser Esau MTh, 21-27 September 2025, Mazmur 145:1-21 Biarlah Segala Makhluk Memuji Nama-Nya yang Kudus

Aprilia Sahari • Sabtu, 20 September 2025 | 05:00 WIB
Pdt Aser Esau, M.Th
Pdt Aser Esau, M.Th

MTPJ Tgl 21-27 September 2025
Pembacaan Alkitab: Mazmur 145:1-21
Tema: Biarlah Segala Makhluk Memuji Nama-Nya yang Kudus

Jemaat Maha Tuhan!
Mazmur 145 ini berisikan tentang puji-pujian dari raja Daud kepada TUHAN Allah.

Raja Daud secara pribadi dan bahkan bersama umat hendak mengagungkan, memuji dan memuliakan TUHAN sebagai Allah dan Raja di atas segala raja.

Setiap hari dan untuk seterusnya dan selamanya dia mau memuji-muji Tuhan. (ay.1,2).

Artinya Puji-pujian kepada Tuhan bukan hanya pada situasi dan kondisi tertentu tetapi setiap hari, setiap saat dan terus-menerus tidak pernah berhenti.

Dengan kata lain memuji, mengagungkan dan memuliakan Tuhan menjadi gaya hidup, life style, menjadi identitas orang beriman.

Baca Juga: Renungan Mazmur 145:1–21, Biarlah Segala Makhluk Memuji Nama-Nya yang Kudus

Alasan Pemazmur memuji, mengagungkan dan memuliakan Tuhan Allah adalah:
1. Tuhan itu Maha Besar sangat terpuji, kebesaran-Nya tidak terduga (ay.3) Ini gambaran tentang kebesaran dan ke-Mahakuasaan TUHAN ALLAH, yang melebihi segala-galanya.

2. Pekerjaan, keperkasaan dan perbuatan TUHAN, sungguh ajaib dan dahsyat. Dari generasi ke generasi akan memegahkan, menceritakan dan memberitakan itu kepada semua orang (ay.4,5,6,11,12)

3. TUHAN Allah melakukan kebajikan dan keadilan dalam segala jalan-Nya (ay.7,17)

4. Allah itu pengasih, penyayang dan panjang sabar (ay.8)

5. TUHAN itu baik dan setia kepada semua orang. IA memelihara, memberkati semua yang dijadikan-Nya. IA menopang dan menegakkan yang jatuh tertunduk, memberi makan segala yang hidup (ay.9-16)

6. TUHAN itu dekat kepada orang yang setia berseru kepada-Nya. IA mendengar, menjawab teriak mereka yang minta tolong, menjaga dan menyelamatkan semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya (ay.18-20)

Inilah alasan Pemazmur hendak memuji, mengagungkan dan memuliakan TUHAN dan bahkan Ia mengajak agar segala makhluk memuji nama TUHAN untuk seterusnya dan selamanya (ay.21).

Kita semua telah mengalami kebaikan TUHAN, Dia telah menjaga, memelihara, memberkati, menebus, mengampuni dan menyelamatkan kita, karena itu Biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus.

Jemaat Maha Tuhan!
TUHAN ALLAH telah melakukan perkara besar dalam hidup kita, Dia telah menyatakan kuasa kebesaran-Nya, menjaga, memelihara, memberkati, memberi makanan dan minuman, Dia menjawab bila kita berseru, menopang dan mengangkat bila jatuh.

Dia telah menebus, mengampuni dan menyelamatkan kita melalui pengorbanan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Karena itu kita diajak untuk memuji, mengagungkan dan memuliakan Tuhan.

Puji-pujian kepada TUHAN bukan sebatas kata-kata, bukan pula sebatas nada-nada indah tapi melalui cara hidup yang baik dan benar, melakukan kebenaran, keadilan, kejujuran, kepada sesama.

Peduli kepada semua ciptaan, menjaga, merawat, memelihara alam ini, tidak menebang pohon sembarangan, membuang sampah pada tempat yang benar.

Cara hidup seperti ini merupakan puji-pujian kita kepada Tuhan dan hendaklah hal itu dilakukan setiap hari, seterusnya dan selamanya dari generasi ke generasi, sehingga segala yang bernafas memuji TUHAN, Biarlah Segala Makhluk Memuji Nama-Nya yang Kudus, kini dan selamanya, Haleluyah, Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#MTPJ #GMIM #Renungan GMIM