Yohanes 14:13-14 – “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Doa adalah nafas hidup orang percaya.
Tetapi doa yang penuh kuasa bukan sekadar kata-kata, melainkan doa yang dinaikkan dalam nama Yesus.
Banyak orang berdoa dengan kekuatan sendiri dan tidak mengalami jawaban.
Namun, Alkitab menegaskan bahwa kuasa doa orang percaya terletak pada nama Yesus, karena nama itu bukan sembarang nama, melainkan nama di atas segala nama.
Ketika doa dijawab, itu bukan hanya tentang kita, tapi tentang kemuliaan Allah yang dinyatakan.
Aplikasi: Saat kita menerima jawaban doa, kita tidak menyombongkan diri, tetapi memberi kemuliaan hanya kepada Yesus.
Refleksi Rohani
Apakah kita sungguh-sungguh percaya bahwa doa dalam nama Yesus memiliki kuasa yang nyata?
Sudahkah kita menyadari bahwa nama Yesus bukan hanya “penutup doa”, tetapi inti kuasa doa itu sendiri?
Seberapa sering kita berdoa dengan keyakinan bahwa nama Yesus membawa kesembuhan, keselamatan, otoritas, dan jawaban?
Konklusi
Doa dalam nama Yesus bukan formula (bukan rumusan atau aturan manusia) melainkan terjadi karena adanya hubungan iman dengan Kristus yang hidup.
Nama Yesus bukan hanya sebutan biasa, tetapi nama yang berasal dari Allah sendiri: Yeshua – Tuhan yang menyelamatkan.
Karena itu, mari kita berdoa dengan iman penuh, percaya bahwa dalam nama Yesus ada keselamatan, kesembuhan, otoritas, mujizat, dan kemuliaan Allah.
Jadi, setiap kali kita berdoa, katakan dengan keyakinan: “Dalam nama Yesus, aku percaya, aku menerima, dan kemuliaan hanya bagi Allah.” Amin (*)