Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta Matius 5:13–16 Pdm. Ariel Lucky Poluakan, Menjadi Garam Dan Terang

Deiby Rotinsulu • Jumat, 17 Oktober 2025 | 12:02 WIB
Gembala GPdI Petra Perum Griyatama Wori.
Gembala GPdI Petra Perum Griyatama Wori.

 

TEMA:
Menjaga Diri di Tengah Komunitas yang Buruk dengan Menjadi Garam dan Terang

NATS:
Matius 5:13–16
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”


Kita hidup di tengah zaman yang penuh kompromi.

Nilai-nilai kebenaran sering ditukar dengan kenyamanan dan penerimaan sosial.

Di lingkungan kerja, sekolah, bahkan dunia maya, komunitas yang buruk sering menekan orang percaya untuk menyesuaikan diri.

Namun Yesus tidak pernah memanggil kita untuk bersembunyi dari dunia, melainkan berdiri di tengah dunia dengan membawa pengaruh yang benar.

Yohanes 17:15
“Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat.”

Baca Juga: Khotbah Pantekosta Zakaria 4:6 Pdm Ariel Lucky Poluakan, Bukan Kuat Ku Tapi Oleh Roh Mu

Ilustrasi pembuka:
Seorang anak menyalakan lilin kecil di ruangan yang gelap. Seketika, ruangan yang tadinya hitam pekat berubah menjadi terang.

Terang kecil itu tidak menghilangkan seluruh kegelapan, tapi cukup untuk membuat orang lain melihat jalan keluar.

Demikianlah hidup orang percaya di tengah dunia yang gelap—terang kecil yang bisa membawa harapan besar.

Preposisi:
Orang percaya harus menjaga kekudusan dan keteguhan imannya di tengah komunitas yang buruk dengan menjadi garam yang memberi rasa dan mencegah kebusukan, serta terang yang menerangi jalan kebenaran.

Pertanyaannya
Bagaimana kita dapat tetap menjaga diri di tengah lingkungan yang buruk tanpa kehilangan jati diri sebagai pengikut Kristus?

Kalimat pembanding
Dunia menyesuaikan diri agar diterima,
tetapi anak-anak Tuhan dipanggil untuk memengaruhi dunia agar mengenal Kristus.


Pokok pikiran:
Menjadi garam yang menjaga nilai dan mencegah kebusukan moral.
Menjadi terang yang menunjukkan jalan dan memberi harapan.
Menjaga diri agar tetap berfungsi sebagai garam dan terang.


Isi khotbah
1. Menjadi Garam yang Menjaga Nilai dan Mencegah Kebusukan Moral
Matius 5:13
Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia.”
Dalam bahasa Yunani, kata garam berasal dari “halas” (ἅλας) — sesuatu yang memberi rasa dan mencegah pembusukan.

Makna rohani:
Dunia ini sedang “membusuk” karena dosa, ketidakjujuran, dan kejahatan.

Kehadiran orang percaya seperti garam yang mencegah kehancuran moral dan memberi rasa kasih Kristus.

Aplikasi:
Di tempat kerja: tetap jujur walau semua orang korup.
Di keluarga: tetap setia walau banyak yang berubah arah.
Di media sosial: tetap berbicara benar walau banyak yang menyebarkan kebohongan.
Jika garam kehilangan rasa (moraino = menjadi tawar/bodoh), ia tidak berguna lagi.
Artinya: orang Kristen yang kehilangan kesaksian, kehilangan fungsi ilahinya.


2. Menjadi Terang yang Menunjukkan Jalan dan Memberi Harapan
Matius 5:14–16
Kata “terang” dalam Yunani adalah “phos” (φῶς) — sumber cahaya yang menyingkapkan kegelapan.

Makna rohani:
Dunia sedang berada dalam kegelapan: kebingungan, kekerasan, dan keputusasaan.
Orang percaya adalah pembawa terang Kristus. Kita tidak memancarkan terang dari diri sendiri, tetapi memantulkan terang Kristus (Yohanes 8:12).

Fungsi terang:
Menunjukkan arah bagi yang tersesat.
Menyatakan kebenaran.
Memberi harapan bagi yang terpuruk.

Aplikasi:
Jadilah terang melalui tindakan baik, bukan hanya perkataan.
Jadilah terang yang menuntun, bukan yang menyilaukan.
Jadilah terang yang memberi kehangatan, bukan yang menghakimi.

Baca Juga: Khotbah Pantekosta 2 Korintus 8:2 Pdm Ariel Lucky Poluakan, Sukacita di Tengah Kekurangan


3. Menjaga Diri agar Tetap Berfungsi sebagai Garam dan Terang
1 Korintus 15:33
“Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Menjaga diri berarti:
Tidak larut dalam arus dosa komunitas.
Menjadi pengaruh, bukan dipengaruhi.
Hidup dalam kekudusan dengan pertolongan Roh Kudus.

Langkah praktis:
Bangun hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa dan Firman.
Miliki komunitas rohani yang sehat.
Berani berkata “tidak” pada dosa.
Fokus untuk memuliakan Allah, bukan menyenangkan manusia.

Reflexi rohani:
Garam yang sejati tetap asin meskipun dicampur, dan terang sejati tetap menyala meskipun dikelilingi gelap.
Jangan biarkan dosa, tekanan sosial, atau rasa takut memadamkan terangmu.

Dunia membutuhkan kesaksian hidupmu.

Ilustrasi penutup
Ada kisah nyata dari seorang misionaris muda yang diutus ke sebuah daerah terpencil yang dikenal dengan kekerasan dan kemiskinan. Setiap hari ia diejek dan diolok karena imannya.

Tapi ia tetap sabar, melayani, dan menunjukkan kasih Kristus kepada penduduk di sana.

Suatu malam, seorang pemuda dari desa itu datang kepadanya sambil menangis dan berkata:
“Selama ini aku membenci agamamu, tapi aku tidak bisa membenci kebaikanmu. Aku ingin mengenal Allah yang kamu sembah.”

Satu kehidupan yang menjadi garam dan terang mengubah seluruh komunitas yang tadinya gelap menjadi penuh terang kasih Kristus.


Konklusi:
Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak dipanggil untuk lari dari dunia yang jahat, melainkan untuk membawa perubahan di dalamnya.

Mari kita jaga diri agar tetap asin dan bercahaya, supaya dunia melihat perbuatan kita dan memuliakan Bapa di sorga.

“Jadilah garam yang memberi rasa dan terang yang memberi arah.” Amin (*)


Editor : Deiby Rotinsulu
#Pdm Ariel Lucky Poluakan #Khotbah Pantekosta #Matius 5 Ayat 13 sampai 16