Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Sabtu 8 November 2025, Bacaan I Roma 16:3-9,16,22-27, Bacaan Injil Lukas 16:9-15

Fandy Gerungan • Kamis, 6 November 2025 | 08:43 WIB
Photo
Photo

Minggu Biasa Ke XXXI (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Roma 16:3-9,16,22-27

Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.

Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.

Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.

Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.

Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.

Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.

Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.

Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.

Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita.

(Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.)

Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, ?menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya,

tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman?

bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 145:2-3,4-5,10-11

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.

Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.

Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,

Bacaan Injil Lukas 16:9-15

Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih, ketika kita membaca akhir surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, mungkin kita terkejut melihat begitu banyak nama yang disebut satu per satu.

Ada Priskila, Akwila, Maria, Andronikus, Yunias, dan banyak lagi. Sekilas, bagian ini tampak seperti daftar ucapan terima kasih biasa. Namun, di balik setiap nama, tersembunyi kisah cinta, pengorbanan, dan kesetiaan dalam pelayanan.

Paulus ingin menegaskan bahwa karya Allah tidak pernah berjalan sendirian. Injil tersebar bukan hanya karena seorang rasul besar berkhotbah dengan penuh kuasa.

Melainkan juga karena orang-orang sederhana yang memberi tumpangan, menyediakan rumah mereka untuk berdoa, dan berani mempertaruhkan hidup demi iman. Setiap tindakan kecil mereka menjadi bagian dari rencana besar Allah.

Inilah pesan yang sejalan dengan sabda Yesus dalam Injil hari ini. Ia mengingatkan kita bahwa kesetiaan selalu dimulai dari hal-hal kecil. Tidak ada kesetiaan besar tanpa latihan dalam keseharian yang sederhana.

Orang yang jujur dalam perkara kecil akan mampu dipercaya dalam perkara besar. Sebaliknya, siapa yang menyepelekan hal kecil, tidak akan siap ketika diberi tanggung jawab yang lebih besar.

Yesus juga menegur kecenderungan manusia untuk membagi hati ingin mengabdi kepada Allah, tetapi juga terikat pada harta. Ia tahu betul bahwa banyak orang pandai menampilkan kesalehan di depan publik, tetapi hatinya masih dikendalikan oleh keinginan duniawi. Allah tidak melihat dari banyaknya persembahan atau panjangnya doa, melainkan dari ketulusan hati dan integritas hidup.

Saudara-saudari, hari ini kita diajak untuk meneladani dua hal. Dari Paulus, kita belajar untuk menghargai sesama rekan seiman, sekecil apa pun peran mereka.

Gereja tumbuh karena banyak tangan yang bekerja dalam diam para ibu yang mendoakan keluarganya setiap pagi, para guru yang sabar menanamkan nilai Kristiani, atau umat yang setia melayani di balik layar. Semua itu berharga di mata Tuhan.

Dari Injil, kita belajar untuk jujur dan setia, bahkan dalam perkara yang tampak sepele. Tuhan tidak menuntut kita untuk melakukan hal besar setiap hari, tetapi Ia menginginkan agar dalam setiap tindakan kecil dalam pekerjaan, pelayanan, dan relasi kita melakukannya dengan hati yang benar.

Sebab pada akhirnya, yang dilihat Tuhan bukan seberapa banyak kita miliki, tetapi seberapa setia kita mengelola apa yang sudah dipercayakan. Ia tidak menilai berdasarkan kekaguman manusia, tetapi berdasarkan ketulusan hati yang hanya Dia yang tahu. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan