Mazmur 94:12 " Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu"
Tuhan Yesus diberi predikat sebagai rabi dan guru oleh murid-muridnya.
Guru dan rabi menjadi fungsi yang mengajar sehingga seseorang meniari mengerti apa yang diajarkan.
Mazmur 94:12 berbahagialah atau diberkatilah jadi sebuah ungkapan doa pujian dari pemazmur, Berbahagia dan diberkatilah adalah maksud Tuhan untuk mendidik supaya mencapai tujuan Allah. Berbahagialah orang yang kau hajar
Kau hajar artinya ada yang diperbaiki, dikoreksi.
Ada tuntutan Allah buat kita secara pribadi untuk memperbaiki mengoreksi, membetulkan hal-hal yang tidak benar.
Jadi berbahagialah kita yang selalu memperbaiki diri, mengoreksi diri dalam segala hal di kehidupan kita supaya setiap hari kita diperbaharui menjadi lebih baik.
Tuhan ajar, Tuhan perbaiki ber arti Tuhan sayang Tuhan mencintai kita.
Lukas 15:17 "Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya."
Dia menyadari (reform)/ menyadarkan Tuhan izin kan anak yang bungsu untuk keluar dan hidup semaunya supaya dia menyadari, supaya dia sadar pilihannya salah.
Memberi kita kesadaran bersama Tuhan lebih baik daripada diluar Tuhan.
Lukas 15:20 "Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia."
Bapa berlari memeluk dan mencium artinya bukan Bapa tidak sayang. Dia sayang tapi Dia harus izinkan kita di ajar, supaya kita mengerti.
Kita diizinkan menderita bukan karena Tuhan.
Tapi karena pilihan kita karena cara hidup kita, dan supaya kita sadar kita salah dan mau memperbaiki dan hidup benar. Supaya Kembali kepada Tuhan.
Lukas 15:24" Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria."
Maka bersukarialah Tuhan dan sorga ketika kita berbalik kita sadar.
Yos 7:1 Jangan memberi celah, dampaknya besar, Jangan bermain dengan pangilan dan punya Tuhan,
Hak 6:1,2,7 Cara Tuhan mendidik dengan menyadarkan kita bukan kuantitas yang penting tapi kwalitas.
Tuhan mendidik supaya mereka sadar bukan karena kuat gagah manusia tapi mereka bisa menang karena Tuhan.
Tuhan mau ajar kita bahwa.
Jangan pikir pilihan kita lebih baik dari Tuhan Jangan ada celah dalam pelayanan dalam perjala- nan kita mengiring Tuhan.
Jangan mencuri kemuliaan Tuhan, jangan sombong, semua bukan karena kuat gagah kita tapi karena Tuhan. Amin (*)
Editor : Deiby Rotinsulu