Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU, Kidung Jemaat Nomor 167

Tesalonika Pontororing • Rabu, 12 November 2025 | 09:28 WIB
Ilustrasi Bernyanyi
Ilustrasi Bernyanyi
 
MANADOPOST.ID--Berikut lirik lagu rohani Kidung Jemaat 167, Yesus, Tuhanku, apakah dosaMu, hingga hukuman bagiMu berlaku.

1) Yesus, Tuhanku, apakah dosaMu,
hingga hukuman bagiMu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan
padaMu, Tuhan?

2) Kau didera, dihina kaum prajurit,
Kau dicerca, dib"ri mahkota duri
dan minumanMu pada kayu salib
anggur yang pahit.

3) Apa sebabnya Kauterima siksa?
Tak lain kar"na dosa manusia:
aku sendiri dan kesalahanku
jadi bebanMu!

4) Siapa menduga jalan hukum ini:
bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah
terhadap Allah.

5) Kau harus mati walau tak berdosa,
orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaslah kami yang t"lah mengaminkan
Kau disalibkan.

6) Kasih sempurna, rahmat tak terhingga,
Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita,
Kau menderita!

7) Raja abadi, apa kulakukan,
agar kasihMu dapat kumasyhurkan?
Apa yang layak aku persembahkan
jadi imbalan?

8) Tiada yang sanggup untuk mengimbangi
rahmat kasihMu suci dan ilahi.
Baik berusaha, maupun beribadah,
takkan setara!

9) Namun yang tinggal berkenan padaMu
hanyalah bila kusalibkan nafsu;
hati yang hancur yang hendak bertobat
tidak Kautolak.

10) Kar"na "ku tahu aku tak berkuasa
dan agar jangan aku putus asa,
b"ri Roh KudusMu memerintah aku
ikut jejakMu!

11) Jadikan daku taat dan setia
demi namaMu yang mahamulia,
agar kupikul salibMu ke muka
tanpa berduka.

12) Walau karyaku tak bersifat jasa,
namun, ya Tuhan, Kau senantiasa
mau menerima persembahan hati
dan Kauberkati.

13) Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah,
Kau yang terpuji untuk selamanya;
aku pun ikut memberi selalu
syukur padaMu!

Syair: Herzliebster Jesu, was hast du verbrochen, Johann Heermann, 1630,
Terjemahan: Yamuger, 1979/1980,
Lagu: Johann Cruger, 1640/1641

la = g
2 ketuk

Editor : Tesalonika Pontororing
#lirik lagu #kidung jemaat