MANADOPOST.ID--BPMS GMIM pecah dua blok, tidak mau duduk bersama, saling mengeraskan hati, dan sulit dipersatukan.
Padahal program pelayanan di kolom, jemaat, wilayah dan BIPRA Lansia Sinode, -sekalipun diguncang proses hukum dana hibah- berjalan baik.
“Heran. BPMS yang harusnya jadi teladan, justru bikin masalah. Padahal mereka semua digaji ratusan juta tiap tahun dari uang derma jemaat, termasuk persembahan janda miskin yang memberi dari kesusahan. Itu dinikmati BPMS,” kata Pnt Refly Sanggamele, BPMW Manado Timur VI.
Olehnya, Pnt Refly dan Joutje Oceng Rumondor mengusulkan agar GMIM dipecah empat saja untuk menyelesaikan masalah dan supaya terjadi kompetisi menaikkan persentase keaktifan jemaat.
Misalnya, Gereja Masehi Injili di Manado, Minut dan Bitung, Minahasa dan Tomohon, serta Minsel dan Mitra.
“Sebagai anggota jemaat, kami sangat kecewa. Karena pelayanan relatif baik sekalipun diguncang masalah dana hibah. Harusnya, janganlah bikin masalah,” kata keduanya.(*)
Editor : Clavel Lukas