Amsal 31 : 10-18
(10) Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
(11) Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
(12) Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
(13) Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
(14) Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.
(15) Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
(16) Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
(17) Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.
(18) Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
"Isteri yang cakap dan siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata", menunjukkan kelangkaan dari istri yang cakap.
Isteri yang cakap digambarkan sebagai sosok yang langka karena memiliki kualitas-kualitas keperibadian yang sulit ditemukan.
Seperti permata yang indah dan mahal, ia tidak ditemukan dengan mudah.
Isteri yang cakap digambarkan di sini tidak tentang kecakapan fisik atau kemampuan dalam pekerjaan rumah tangga saja, tetapi memiliki moralitas, kebijaksanaan, kekuatan, integritas dan ketekunan serta takut akan Tuhan.
Sosok isteri yang memiliki karakter demikian adalah langka dan tak ternilai.
Isteri yang cakap tidak hanya berharga karena penampilannya atau kemampuannya, tetapi hatinya yang penuh hikmat dan kasih.
Suaminya mempercayainya dan ia tidak akan kekurangan keuntungan.
Melalui firman Tuhan hari ini, kita melihat betapa pentingnya kepercayaan dalam hubungan suami-istri.
Ketika suami dapat mempercayai isteri sepenuhnya, menggambarkan rasa aman yang memungkinkan keduanya bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Suami yang memercayai istrinya, memiliki kedamaian batin yang memperkuat hubungan mereka.
Kepercayaan memungkinkan suami-istri untuk berbagi tanggung jawab dan membuat keputusan bersama tanpa keraguan dan rasa curiga.
Kepercayaan dalam keluarga mengurangi potensi konflik karena tidak ada curiga yang merusak hubungan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini mengingatkan tentang kesetiaan dalam keluarga Kristen.
Kesetiaan adalah komitmen untuk tetap bersama dan mendukung satu sama lain dalam keadaan baik atau buruk.
Dalam keluarga Kristen, kesetiaan berarti saling mendukung dan menguatkan bahkan ketika menghadapi tantangan dan cobaan.
Kesetiaan yang diwujudkan dengan terus melakukan kebaikan dalam keluarga.
Kebaikan adalah tindakan kasih yang tulus, dilakukan tanpa mengharapkan imbalan.
Memberi perhatian dan pelayanan terhadap kebutuhan satu sama lain.
Ketika kita menunjukkan kebaikan, kita menyearan kasih Tuhan Allah di antara keluarga.
Kebaikan mengatasi kebencian dan kesalahpahaman, membawa damai dan sukacita dalam keluarga.
Seperti yang ditunjukkan Yesus Kristus dalam hidupNya.
Kebaikan adalah jalan menuju pengertian, persatuan dan kebahagiaan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya kepercayaan, kesetiaan dan kebaikan dalam rumah tangga.
Bahwa dengan membangun kepercayaan dan menunjukkan kesetiaan serta kebaikan, kita dapat menciptakan rumah tangga yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Kiranya sebagai keluarga Kristen, kita: orangtua dan anak-anak dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah yang Mahakasih, terima kasih untuk keluarga yang Engkau anugerahkan kepada kami. Ajarlah kami untuk saling memercayai, setia dan berbuat baik satu sama lain. Kiranya kasih-Mu mengalir, menguatkan dan mempersatukan dalam setiap hubungan kami. Dalam nama Yesus Kristus. Amin
Baca Juga: MTPJ GMIM 23-29 November 2025, Amsal 31:10-31 Istri Yang Takut Akan Tuhan
Editor : Aprilia Sahari