Syalom,
Kita semua pernah melakukan kesalahan.
Ini bukan sekadar "masalahmu." Ini masalah manusia. Alkitab berkata, "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!"
(Pengkhotbah 7:20).
Bukan hanya Saudara pernah membuat kesalahan di masa lalu, tetapi Saudara juga akan membuat lebih banyak kesalahan di masa depan. Saya jamin itu. Bahkan bermain aman dan menolak mengambil risiko pun merupakan kesalahan!
Sebagai seorang pendeta, saya sering ditanya, “Bagaimana kalau saya gagal?” Saya ingin bertanya, “Apa maksudmu kalau?”
Kamu sudah gagal berkali-kali dalam hidup. Aku juga. Dan kamu akan gagal lagi dan lagi di masa depan. Aku juga.
Bahkan para superstar pun pernah tersandung. Pemain basket terhebat di NBA hanya memasukkan setengah dari tembakan mereka. Aktor paling terkenal di dunia tidak selalu tampil di film blockbuster. Kegagalan itu wajar.
Saudara tidak akan pernah bisa mengatasi rasa takut gagal sampai Saudara sepenuhnya menerima kenyataan bahwa Saudara tidak sempurna.
Alkitab mengatakan hanya ada satu kegagalan yang perlu Saudara takuti: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah."
(Ibrani 12:15).
Saudara butuh kasih karunia. Kita semua membutuhkannya!
Ketika kita melepaskan rasa takut akan kegagalan, rasa takut itu pun akan terlepas dari cengkeramannya yang menjengkelkan dalam hidup kita. Hanya dengan begitulah kita dapat menerima kasih karunia Tuhan.
Amin.