MANADOPOST.ID--Berikut lirik lagu rohani Kidung Jemaat 186, Saat sedih, tak terperi, air mata bercucuran Putra tunggal BapaNya kini dikuburkan.
1) Saat sedih, tak terperi;
air mata bercucuran:
Putra tunggal BapaNya
kini dikuburkan.
2) Terbaringlah di kuburNya
Yang mati pada salib,
agar kurnia firdaus
diberi kembali.
3) Manusia, dosamulah
yang menyebabkan ini:
semestinya kamulah
yang rebah di sini.
4) O, lihatlah di wajahNya
bekas keluh nestapa;
patut isi dunia
insaf dan meratap.
5) Bahagialah manusia
yang sadar merenungkan
bahwa Raja mulia
rela dikuburkan.
6) Ya Yesusku, Harapanku,
hapuslah air mataku
dan di KerajaanMu
ingat akan daku!
Syair: O Traurigkeit, o Herzeleid, Friedrich von Spee (bait 1), Johann Rist (bait 2-6), 1641,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1978/1983,
Lagu: Jerman (Mainz), 1628
la = g
2 ketuk