Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta Yohanes 2:1-11 Pdt Hanny Awuy, Mujizat Dimulai dari Ketaatan

Deiby Rotinsulu • Rabu, 26 November 2025 | 14:25 WIB
Gereja Pantekosta di Imdonesia
Gereja Pantekosta di Imdonesia

Yohanes 2:1-11 "Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Kisah Clasik dalam alkitab, kita sering men- dengarnya bahkan ketika kita masih di sekolah minggu. Yohanes mencatat peristiwa di Kana ini, mujizat air menjadi anggur.

Tuan pesta dan pemimpin pesta akan kehabisan anggur, seperti hal nya setiap acara pasti ketika acara dan ada yang habis, tuan pesta hanya bisa pasrah, tidak perduli, yang jadi fokus mereka adalah acara pernikahan mereka.

Maria dan ibu Yesus hanya tamu dari pesta tersebut.

Ini menjadi awal dari pelayanan Tuhan Yesus walau Dia sampaikan belum waktunya.

Tapi karena Maria memohon maka mujizat air menjadi anggur pun terjadi.

Tuan pesta, pimpinan pesta, tamu pesta melihat dan merasakan mujizat Yesus.

salah satu yang menyebabkan Banyak orang berbondong-bondong ikut Yesus, mereka ikut Yesus supaya mereka melihat mujizat, yang sakit sembuh, yang buta melihat, yang mati dihidupkan.

Kita juga pengikut Yesus, kita juga butuh mujizat, karena mujizat adalah perekat antara harapan dan kenyataan, sehingga apa yang terjadi dalam hidup kita, kita tetap kuat karena ada harapan untuk mujizat terjadi.

Supaya mujizat terjadi, supaya kita menikmati mujizat maka izinkan Yesus ada dalam hidup kita.

Tuan Pesta dan pemimpin pesta mengalami Kalo Yesus ada didalam kita, Yesus ada di hidup mujizat karena Yesus ada di dalam pesta mereka. kita, maka mujizat pasti terjadi.

Yoh 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

Lakukan firman Tuhan.

Apa yang dikatakan kepada mu buatlah itu, Ada mujizat maka harapan jadi kenyataan, Lakukan firman Tuhan, mujizat jadi bagian kita. Amin(*)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Khotbah Pantekosta #Yohanes 2 Ayat 1 Sampai11 #Pdt Hanny Awuy