Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sabda Bina Umat GPIB, Minggu 30 November 2025, Matius 9:37-38 Tuaian Banyak, Pekerja Sedikit, Siapa Yang Akan Menjawab Panggilan

Alfianne Lumantow • Jumat, 28 November 2025 | 11:21 WIB

Logo GPIB.
Logo GPIB.

Bacaan: Matius 9:37-38
Tema: “Tuaian Banyak, Pekerja Sedikit: Siapa yang Akan Menjawab Panggilan?”
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Dalam bacaan kita hari ini dari Matius 9:37-38 kita mendengar perkataan Yesus yang sangat penting dan relevan, bukan hanya pada zamannya, tetapi juga bagi gereja di masa kini.
Ayat ini berkata: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Perkataan ini bukan hanya sebuah pernyataan, tetapi sebuah seruan, panggilan, sekaligus undangan bagi setiap orang percaya. Yesus mengucapkannya setelah Ia melihat keadaan umat.
Sebelum ayat ini, dicatat bahwa Yesus berkeliling ke kota-kota dan desa-desa, mengajar, memberitakan Kerajaan Allah, dan menyembuhkan berbagai penyakit. Tetapi ketika Ia melihat orang banyak, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Mereka digambarkan seperti domba yang tidak bergembala—lelah, bingung, tersesat, dan tidak memiliki arah.
Di tengah kondisi itu Yesus berkata: tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit.
Tuaian Banyak: Dunia Menunggu Kabar Baik
Apa yang dimaksud dengan tuaian? Tuaian adalah gambaran dari manusia yang membutuhkan keselamatan, kasih, dan terang dari Allah.
Dunia ini penuh dengan orang-orang yang haus akan pengharapan, keadilan, kasih, dan pemulihan.
Banyak orang menjalani hidup tanpa arah, tanpa iman, atau meskipun beragama—namun hatinya kosong.
Jika kita melihat keadaan dunia sekarang—perpecahan, kekerasan, individualisme, kecanduan teknologi, rusaknya relasi keluarga, hilangnya nilai-nilai moral—kita menyadari bahwa kebutuhan akan kabar baik Injil tidak berkurang, bahkan semakin besar.
Di sekitar kita, ada banyak orang yang membutuhkan sentuhan Allah:
• Mereka yang kehilangan tujuan hidup
• Orang yang terluka karena masa lalu
• Generasi muda yang kehilangan nilai dan jati diri
• Mereka yang hidup dalam ketakutan, kemiskinan, atau kesepian
Tuaian itu bukan hanya banyak, tetapi juga masak—siap dituai. Artinya, banyak hati sedang menunggu seseorang untuk menyampaikan kasih Kristus.
Pekerja Sedikit: Bukan Karena Kekurangan Orang, Tetapi Kekurangan Kesediaan
Ketika Yesus berkata pekerja sedikit, Ia tidak berbicara tentang kurangnya jumlah orang percaya, tetapi kurangnya orang yang mau diutus. Banyak orang percaya ingin diselamatkan, diberkati, dan dipelihara oleh Tuhan—tetapi tidak semua siap berkata, “Tuhan, pakai hidupku.”
Kadang kita merasa tugas pelayanan hanya milik pendeta, majelis, atau para pelayan khusus. Namun Yesus tidak berkata: “Mintalah supaya pendeta dikirim.” Ia berkata: pekerja-pekerja.
Pekerja adalah:
• Orang yang rela taat
• Orang yang memiliki hati melayani
• Orang yang tidak hanya percaya, tetapi siap dipakai
Lagipula, menjadi pekerja dalam tuaian Tuhan bukan hanya berkhotbah. Kita bisa menjadi pekerja melalui:
• Tindakan kasih
• Doa syafaat
• Mendampingi seseorang yang lemah
• Menjadi teladan iman dalam keluarga
• Menggunakan bakat, profesi, dan kehidupan sehari-hari untuk memuliakan Tuhan
Tidak semua dipanggil menjadi pengkotbah, tetapi semua dipanggil menjadi saksi Kristus.
Perintah Yesus: Mintalah kepada Tuhan
Perintah Yesus bukan dimulai dengan “Pergilah!” tetapi “Mintalah!”
Mengapa? Karena pelayanan bukan hasil kemampuan manusia, tetapi karya Roh Kudus. Kita tidak memilih diri kita sendiri—Tuhanlah yang memanggil dan mengutus. Doa adalah awal dari misi Allah.
Ketika kita berdoa, Tuhan bekerja tidak hanya dalam panenan, tetapi juga dalam hati kita. Sering kali, jawaban atas doa “Tuhan, kirimkan pekerja” adalah ketika Tuhan berkata: “Engkaulah pekerja itu.”
Doa mengubah mata kita sehingga kita melihat kebutuhan seperti Yesus melihat. Doa mengubah hati kita sehingga kita memiliki belas kasih seperti Yesus.
Dan doa memampukan kita untuk melangkah, bukan dengan kekuatan kita, tetapi dengan kuasa Allah.
Siapakah yang Akan Menjawab Panggilan Ini?
Yesus tidak pernah memaksa seseorang melayani. Ia memanggil, mengundang, dan memerlukan orang yang berkata:
“Aku ada di sini, utuslah aku” (Yesaya 6:8).
Mungkin kita berpikir kita tidak layak, tidak mampu, atau tidak tahu harus mulai dari mana. Tetapi ingat: Tuhan tidak memanggil orang sempurna—Tuhan menyempurnakan orang-orang yang bersedia.
Para murid Yesus bukan ahli agama—mereka nelayan biasa. Namun Tuhan mengubah mereka menjadi alat luar biasa untuk Kerajaan-Nya.
Mungkin hari ini Tuhan ingin berkata kepada kita:
• “Jadilah penguat bagi seseorang yang sedang lemah.”
• “Jadilah orang yang membawa damai, bukan pertikaian.”
• “Jadilah kesaksian tentang kasih-Ku di keluargamu.”
• “Berbagilah Firman dan harapan kepada orang yang putus asa.”
Tuaian sudah siap.
Pertanyaannya sekarang bukan: “Apakah Tuhan mau memakai saya?” tetapi “Apakah saya mau dipakai Tuhan?”
Saudara-saudara, panggilan Yesus dalam Matius 9:37-38 bukan hanya informasi, tetapi undangan untuk ikut serta dalam misi Allah di dunia.
Mari kita menjawabnya dengan tiga sikap:
1. Melihat dengan mata belas kasih.
Bukan hanya melihat masalah, tetapi kesempatan melayani.
2. Berdoa dengan sungguh seperti yang diperintahkan.
Mintalah Raja segala tuaian mengutus pekerja.
3. Menjadi jawaban doa itu.
Sediakan diri, melayani sesuai talenta yang Tuhan percayakan.
Kiranya Roh Kudus memenuhi hati kita dengan keberanian, sukacita, dan kerelaan untuk mengatakan: “Tuhan Yesus, tuaian-Mu besar. Aku mau menjadi pekerja-Mu.” Amin.

Doa : Tuhan Yesus, kami bersyukur atas Firman-Mu hari ini yang mengingatkan kami bahwa tuaian-Mu banyak, namun pekerja-Mu sedikit. Tolong bentuk hati kami agar rela dipakai, siap melayani, dan taat pada panggilan-Mu. Berikan kami keberanian, kasih, dan hikmat untuk menjadi saksi-Mu di mana pun Engkau menempatkan kami. Kiranya Roh Kudus menuntun langkah hidup kami selalu. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa dan berserah. Amin.

Editor : Clavel Lukas
#GPIB #SABDA BINA UMAT