Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Kamis 11 Desember 2025, Bacaan I Yesaya 41:13-20, Bacaan Injil Matius 11:11-15

Fandy Gerungan • Rabu, 3 Desember 2025 | 10:53 WIB
Photo
Photo

Pekan ke II Masa Adven (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Yesaya 41:13-20

Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukitpun akan kaubuat seperti sekam.

Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.

Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.

Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya,

supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 145:1.9.10-11.12-13ab

Puji-pujian dari Daud. Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,

untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

Bacaan Injil Matius 11:11-15

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.

Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes

dan?jika kamu mau menerimanya?ialah Elia yang akan datang itu.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i sering kali dalam hidup kita merasa seperti berjalan sendirian. Ada masa ketika masalah terasa terlalu besar, kekuatan terasa terlalu kecil, dan hati mulai bertanya: Bisakah aku benar-benar melalui semua ini?.

Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah menonton dari kejauhan. Ia tidak hanya memandang, tetapi mendekat, menggandeng, dan menuntun langkah kita.

Dalam gambaran Nabi Yesaya, bangsa Israel digambarkan seperti makhluk kecil yang rapuh. Tetapi justru dalam kelemahan itulah, Tuhan menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemampuan manusia.

Melainkan dari tangan-Nya yang memegang dan menguatkan. Tuhan membuat yang lemah mampu melakukan hal-hal besar bukan karena mereka tiba-tiba menjadi kuat, tetapi karena Ia bekerja melalui mereka.

Begitu juga dalam hidup kita hari ini. Ada saat-saat ketika diri kita hanya merasa seperti “benih kecil” yang tidak berarti. Tetapi Tuhan mampu mengubah kita menjadi alat yang berguna bagi dunia.

Ketika tantangan tampak seperti gunung yang sulit digerakkan, Ia mampu membuat kita mengatasinya satu per satu, bahkan sampai hal yang tadinya menakutkan berubah menjadi pengalaman yang memuliakan nama-Nya.

Yesaya juga menggambarkan Tuhan sebagai pribadi yang menyediakan air di tengah kehausan. Ini bukan hanya tentang kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan batin. Saat hati kering, saat doa terasa hambar, saat harapan menipis Tuhan tidak membiarkan kita kehabisan kekuatan.

Ia menciptakan “mata air” baru, entah itu melalui pengalaman iman, orang-orang yang hadir membantu, atau ketenangan yang tiba-tiba menyentuh hati di tengah keresahan. Tidak ada gurun yang terlalu gersang bagi Tuhan untuk dijadikan tempat kehidupan baru.

Sementara itu, Injil hari ini membawa kita kepada sosok Yohanes Pembaptis—seorang yang hidupnya penuh ketegasan, keberanian, dan kerendahan hati. Walaupun ia digambarkan sebagai pribadi besar, Yesus menegaskan bahwa ukuran keutamaan dalam Kerajaan Surga tidak diukur dari jabatan atau karya yang tampak.

Melainkan dari kesediaan hati untuk mendengar, menerima, dan menanggapi panggilan Tuhan. Bahkan yang kelihatannya kecil mampu menjadi besar di mata Tuhan bila hatinya terbuka.

Yohanes hadir sebagai suara yang mempersiapkan kedatangan Mesias. Suaranya keras, seruannya tegas, tetapi hatinya tunduk sepenuhnya pada Allah.

Ia mengajak orang untuk bertobat, bukan demi dirinya, tetapi demi karya yang lebih besar yang sedang Tuhan kerjakan. Kita pun diajak untuk memiliki telinga batin yang peka mampu mendengar suara Tuhan dalam hidup sehari-hari, bahkan ketika suara itu datang melalui hal-hal sederhana.

Pada akhirnya, bacaan hari ini menyatukan dua pesan penting: bahwa Tuhan selalu berada dekat untuk menolong, dan bahwa kita dipanggil untuk membuka hati, seperti Yohanes, agar karya Tuhan bisa mengalir melalui hidup kita.

Di tengah pergulatan hidup, Tuhan menggandeng tangan kita. Ia menumbuhkan kehidupan di gurun terdalam hati kita. Ia mengubah kesedihan menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian. Tugas kita hanyalah satu: membuka telinga dan hati, mendengar suara-Nya, dan melangkah bersama-Nya. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan