Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Jumat 12 Desember 2025, Bacaan I Putra Sirakh 48:1-4.9-11, Bacaan Injil Matius 17:10-13

Fandy Gerungan • Kamis, 4 Desember 2025 | 15:46 WIB
Photo
Photo

Pekan ke II Masa Adven (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Putra Sirakh 48:1-4.9-11

Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.

Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.

Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.

Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?

Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalannkereta dengan kuda-kuda berapi.

Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. n Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.

Mazmur 80:2ac.3b.15-16.18-19

di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Mereka telah membakarnya dengan api dan menebangnya; biarlah mereka hilang lenyap oleh hardik wajah-Mu!

maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

Bacaan Injil Matius 17:10-13

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?"

Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu

dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."

Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i dalam sejarah keselamatan, ada sosok-sosok yang Tuhan pilih untuk menjadi nyala api bukan untuk membakar dan memusnahkan, tetapi untuk menerangi, menyadarkan, dan membangunkan hati manusia. Salah satu sosok itu adalah nabi Elia.

Kehadirannya bagaikan kobaran yang menggugah umat Israel di masa ketika mereka mulai menjauh dari Tuhan. Melalui keberaniannya, imannya, dan kesetiaannya, Elia menjadi tanda bahwa Tuhan tidak pernah tinggal diam ketika umat-Nya tersesat.

Elia adalah pribadi yang sepenuh hati membiarkan dirinya dipakai Tuhan. Ketaatannya membuat langit patuh pada perintahnya, membuat api turun dari atas, dan bahkan membuat seluruh bangsa tersentak dari keterlenaannya.

Namun, lebih dari semua peristiwa besar itu, Elia terutama dikenal sebagai suara yang memanggil umat untuk kembali kembali kepada kebenaran, kepada kesetiaan, dan kepada relasi yang benar dengan Tuhan.

Yesus kemudian mengungkapkan bahwa semangat Elia juga hadir dalam diri Yohanes Pembaptis. Yohanes bukan hanya tokoh besar dalam sejarah, tetapi ia hadir sebagai pengantar bagi kedatangan Sang Mesias.

Namun ironisnya, banyak orang pada waktu itu tidak mampu mengenali kehadiran pribadi yang membawa peringatan ilahi tersebut. Mereka menutup hati, mengabaikan tanda-tanda, bahkan memperlakukannya dengan kekerasan.

Di sinilah pesan penting bagi kita hari ini: Tuhan senantiasa mengirimkan “Elia-Elia kecil” dalam hidup kita melalui orang, peristiwa, teguran, tantangan, bahkan kegagalan yang membuka mata. Namun sering kali kita tidak mengenalnya.

Kita menganggap itu kebetulan, gangguan, atau sekadar masalah. Padahal bisa jadi itulah cara Tuhan mengajak kita kembali, memperbaiki hati, dan memulihkan relasi kita dengan-Nya serta dengan sesama.

Elia hadir untuk memulihkan hubungan yang retak. Yohanes Pembaptis hadir untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan. Lalu kita? Tuhan pun memanggil kita untuk menjadi pembawa terang, pembawa damai, pembawa pengingat bagi sesama kita. Bukan dengan kobaran api yang menakutkan, tetapi dengan api kecil yang menghangatkan dengan kebaikan, integritas, keberanian, dan ketulusan.

Hari ini marilah kita bertanya pada diri sendiri:
Apakah kita peka terhadap kehadiran Tuhan yang menyapa melalui berbagai peristiwa?. Apakah kita siap menjadi “nyala api” kecil yang menuntun orang di sekitar kita kembali pada Tuhan?. Atau apakah kita justru seperti orang-orang di zaman itu yang melihat, tetapi tidak mengenali?.

Semoga hati kita tetap terbuka, peka, dan rendah hati. Sebab Tuhan selalu mencari cara untuk memulihkan, menguatkan, dan menuntun kita, sebagaimana Ia melakukan melalui Elia dan Yohanes Pembaptis. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan