Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Minggu 14 Desember 2025, Bacaan I Yesaya 35:1-6a,10, Bacaan II Yakobus 5:7-10, Bacaan Injil Matius 11:2-11

Fandy Gerungan • Senin, 8 Desember 2025 | 15:32 WIB
Photo
Photo

Pekan ke III Masa Adven (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Yesaya 35:1-6a,10

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;

seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.

Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.

Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 146:7,8-9a,9bc-10

yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,

TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Bacaan II Yakobus 5:7-10

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bacaan Injil Matius 11:2-11

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i ada masa-masa dalam hidup ketika semuanya terasa kering. Hati seperti padang tandus tidak ada warna, tidak ada harapan, bahkan doa pun seakan menggema tanpa jawaban. Dalam keadaan seperti itu, mudah bagi kita untuk merasa lelah, kehilangan arah, bahkan mempertanyakan apakah Tuhan masih bekerja.

Namun, gambaran yang indah muncul: sebuah gurun yang tiba-tiba dipenuhi bunga. Tempat yang selama ini identik dengan kesunyian dan keputusasaan, justru berubah menjadi simbol pembaruan.

Gambaran ini mengingatkan kita bahwa Tuhan mampu menghidupkan lagi bagian diri kita yang paling kering, bahkan ketika kita sendiri sudah tidak percaya ada sesuatu yang bisa tumbuh di sana.

Perubahan itu tidak hanya terjadi di alam, tetapi di dalam diri manusia. Tangan yang gemetar mendapatkan kembali kekuatannya; lutut yang goyah ditegakkan; hati yang hampir menyerah diajak untuk berdiri kembali. Tuhan bukan hanya memberi motivasi; Ia hadir membawa daya yang benar-benar mengangkat manusia dari batas kelemahannya.

Tetapi ada hal yang menarik: pembaruan itu sering tidak datang secara instan. Bacaan kedua mengajak kita belajar dari seorang petani. Ia menanam, merawat, menunggu dan menunggu lagi.

Ia tidak bisa membuka tanah setiap hari hanya untuk memastikan benihnya tumbuh. Ia memberi waktu bagi bumi untuk bekerja. Kesabarannya adalah bentuk kepercayaan.

Demikian pula hidup rohani kita. Ada saat-saat Tuhan bekerja secara diam-diam tidak terlihat, tidak terasa, tidak terdengar namun tetap nyata. Kita diminta untuk meneguhkan hati, menahan diri dari mengeluh, dan tidak saling menyalahkan, karena proses pematangan membutuhkan ketenangan, bukan kegelisahan.

Lalu Injil hari ini membawa kita pada sosok yang sudah begitu setia, begitu teguh, namun tetap mengalami kebingungan: Yohanes Pembaptis. Ia, yang selama ini mempersiapkan jalan, tiba-tiba bertanya apakah benar Mesias yang ia nantikan sudah datang. Dari balik penjara, ia merasakan ketidakpastian—sebuah emosi yang sangat manusiawi.

Jawaban yang datang bukan berupa teori atau janji panjang. Yang diberikan adalah bukti nyata bahwa kuasa Allah sedang bekerja: hidup dipulihkan, luka disembuhkan, mereka yang terpinggirkan menerima kabar sukacita. Dengan kata lain, Tuhan bekerja bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui tindakan yang menghidupkan kembali harapan.

Yohanes tidak dicela karena keraguannya. Justru Yesus menegaskan betapa berharganya dirinya bahwa menjadi seorang yang setia tidak berarti tidak pernah bertanya, tetapi tetap teguh meski tidak melihat gambaran lengkap dari rencana Tuhan.

Apa pesan bacaan bacaan kitab suci bagi kita?

Bahwa Tuhan adalah Allah yang sanggup mengubah gurun kehidupan menjadi taman penuh warna.
Bahwa Ia memanggil kita untuk bertahan, mempercayai proses, sama seperti petani yang menunggu musim hujan.
Bahwa keraguan bukan kelemahan, melainkan bagian dari perjalanan menuju kedewasaan iman.
Dan bahwa Tuhan masih dan terus bekerja melalui hal-hal kecil, melalui pemulihan yang pelan namun pasti, melalui kejadian yang menyalakan kembali harapan.

Jika hari ini hidupmu terasa seperti padang kering percayalah, masa berbunga itu sedang dipersiapkan. Mungkin belum tampak, tetapi Tuhan sedang menumbuhkan sesuatu dalam diam. Dan kelak, ketika waktunya tiba, kegembiraan itu akan mengalir tanpa henti, menyingkirkan keluh kesah yang selama ini membebani. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan