Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Kamis 18 Desember 2025, Bacaan I Yeremia 23:5-8, Bacaan Injil Matius 1:18-24

Fandy Gerungan • Kamis, 11 Desember 2025 | 14:44 WIB
Photo
Photo

Pekan ke III Masa Adven (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Yeremia 23:5-8

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN?keadilan kita.

Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!,

melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 72:2.12-13.18-19

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;

ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!

Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.

Bacaan Injil Matius 1:18-24

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" ?yang berarti: Allah menyertai kita.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i sering kali dalam hidup kita menunggu sebuah masa baru masa di mana kita berharap ada perubahan, pemulihan, dan keadilan yang lebih nyata. Kita merindukan kehadiran seseorang atau sesuatu yang bisa membawa terang ke tengah kebingungan dan kegelisahan hidup.

Bacaan hari ini mengajak kita melihat bahwa harapan seperti itu bukan sekadar angan-angan manusia, tetapi sesuatu yang sungguh disiapkan oleh Tuhan.

Dalam nubuat kuno, Tuhan menjanjikan suatu masa di mana Ia akan menghadirkan pemimpin yang membawa keadilan dan kebenaran. Bukan pemimpin yang memerintah dengan kekuatan semata, melainkan dengan kebijaksanaan yang lahir dari hati yang mengenal Allah.

Pemimpin itu akan menjadi tanda bahwa Tuhan tidak tinggal diam melihat umat-Nya terluka atau tersesat. Ia akan mengumpulkan kembali yang tercerai-berai, memulihkan yang hancur, dan membawa damai bagi mereka yang kehilangan arah.

Janji itu bukan hanya untuk masa lalu; itu juga menjadi harapan bagi hidup kita sekarang. Setiap kali kita merasa seperti tercerai dari harapan, Tuhan berjanji untuk memulihkan. Setiap kali kita merasa hidup tidak adil, Tuhan tidak menutup mata. Ada masa baru yang Tuhan siapkan masa yang ditandai oleh kehadiran-Nya sendiri.

Kehadiran itu mencapai puncaknya dalam kisah seorang pria sederhana, seorang tukang kayu yang hidup dalam keheningan batin. Ia dihadapkan pada situasi sulit, penuh kebingungan dan tekanan.

Namun ketika ia hampir mengambil keputusan yang lahir dari rasa takut, Tuhan masuk dan berbicara kepadanya dengan lembut. Pria itu dipanggil untuk percaya, untuk berani melangkah dalam ketaatan meskipun ia belum memahami semuanya.

Keteguhan hatinya mengubah sejarah dan juga mengingatkan kita bahwa karya besar Tuhan sering dimulai dalam hati yang bersedia taat, bahkan ketika hati itu sedang gelisah.

Dalam hidup kita pun, sering kali Tuhan berbisik melalui peristiwa, melalui suara hati, melalui orang-orang yang hadir di sekitar kita. Ia mengajak kita untuk tidak membiarkan rasa takut menguasai, melainkan membuka diri pada rencana-Nya yang lebih besar. Rencana itu tidak selalu mudah dipahami, tetapi selalu membawa kebaikan.

Dan di tengah semua itu, Tuhan menunjukkan bahwa Ia tidak jauh. Ia tidak sekadar mengawasi dari jauh, tetapi sungguh menyertai. Ia datang masuk ke dalam kehidupan manusia, menanggung segala pergulatan dan kerumitan dunia, agar kita tahu: kita tidak pernah sendirian.

Hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan yang bekerja dalam sejarah adalah Tuhan yang sama bekerja dalam hidup kita. Janji-Nya untuk memulihkan tetap berlaku. Penyertaan-Nya tetap nyata. Dan kehadiran-Nya terus membawa harapan yang tidak mengecewakan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan