MANADOPOST.ID--Kepala Gereja GMIM adalah Yesus Kristus. Sehingga Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) di Tomohon, 16-18 Desember 2025, 149 Ketua BPMW dan Primus, memanjatkan doa memohon hikmat agar menelorkan keputusan yang paling bijaksana.
Ini dikatakan Pnt Leonardo M, Pnt Resa S, dan Pnt Machel S. “Paling bijaksana jika SMST 2025 tidak ada pemilihan. Tunggu saja sampai Maret 2027. Kan tidak lama lagi,” kata mereka.
Menurut ketiganya, GMIM tidak boleh digiring oleh orang-orang atau kelompok seperti Organisasi Politik yang saling berebut jabatan, saling menjatuhkan, hingga hujat menghujat.
Ketiganya berharap, SMST 2025 berjalan mulia penuh kekudusan. Tidak ada yang tersakiti atau disakiti. Tidak ada yang menang atau kalah.
Pemilihan normatif saja dilaksanakan sesuai agenda pada Sidang Majelis Sinode Umum, Lima Tahunan pada bulan Maret 2027.
Lalu, bagaimana kepemimpinan di sisa periode? “Kami beberapa Ketua BPMW akan mengusulkan, supaya digilir kepada Empat Pendeta Wakil Ketua BPMS GMIM,” kata salah satu Ketua BPMW di Manado.
Misalnya, Pdt Adolf Wenas, lalu Pdt Joice Sondakh, kemudian Pdt Richard Mengko, dan Pdt Janny Rende.
Lagipula, bila dipaksakan adanya pemilihan BPMS GMIM hingga Maret 2027, bakal jadi catatan sejarah kurang baik terhadap perjalanan GMIM, termasuk pendeta terpilih.
“GMIM pantas bersyukur. Sebab terbukti, GMIM tidak melakukan korupsi di persidangan Dana Hibah GMIM.”
Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina tidak boleh diberhentikan. Sebab bagaimanapun, Pdt Arina telah mempertaruhkan kehormatannya mempertanggungjawabkan Dana Hibah GMIM yang semuanya dipakai untuk pelayanan.
Pantauan ManadoPost.id, Trinitas Gereja di GMIM tetap berjalan baik. Mulai kolom, aras jemaat, aras wilayah, hingga aras sinodal.(*)
Editor : Clavel Lukas