Bina Remaja GMIM 21-27 Desember 2025
Bacaan Alkitab: Lukas 1:46-56
Tema: "Rahmat Tuhan Turun Temurun Atas Orang-Orang Yang Takut Akan Dia"
Shalom....Damai di hati!
Adik-adik remaja, kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Sungguh luar biasa kasih dan penyertaan Tuhan bagi kita semua, sehingga dalam menjalani kehidupan ini kita sungguh merasakan perlindungan dan tuntunanNya dalam hari-hari hidup kita.
Dalam memaknai Minggu Advent yang ke IV ini, kita juga diwarnai dengan kebahagiaan Natal Yesus Kristus yang menghantar kita untuk terus bersukacita dan menyanyikan Syukur pujian kepada Tuhan.
Nyanyian pujian adalah bentuk ekspresi kita yang menandakan kasih, syukur, dan penyembahan kepada Tuhan.
Kita menyanyi karena ingin memuliakan dan mengagungkan Tuhan atas segala kebaikan-Nya.
Seperti Nyanyian pujian Maria ketika ia mengunjungi Elisabet, setelah menerima kabar yang luar biasa dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung Yesus Kristus.
Nyanyian Maria yang disebut Magnificat, yang menyoroti kerendahan hati, ini menjadi bentuk respon penyerahan diri kepada Tuhan atas segala rencana Tuhan dalam hidupnya yang sunggu diluar akal pikiran manusia.
Karena bagi seorang gadis muda pada zaman itu dan dengan perjalanan kehidupan Maria serta kondisi sosial dan masyarakat, sangat besar kemungkinan bahwa dia pasti akan menjadi sorotan yang tidak baik dan resikonya dia akan dijauhi oleh masyarakat bahkan akan di hukum.
Adik-adik remaja, kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, kita melihat betapa setianya Maria dalam mengikuti kehendak Tuhan dalam kehidupannya.
Ketika dia mendengar kabar tentangnya, respon yang luar biasa di gambarkan dalam ayat 46-47 "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku".
Maria mengungkapkan bahwa jiwanya memuliakan Tuhan dan meskipun ia dipilih Tuhan dengan rencana yang luar biasa, ia tetap melihat dirinya sebagai seorang yang bergembira kepada Allah Juruselamatnya.
Maria sangat percaya bahwa Tuhanlah yang merencanakan semuanya itu.
Kita tahu bahwa rencana Tuhan selalu mendatangkan kebaikan, dan rencana Tuhan tidak memandang latar belakang, status sosial, kedudukan dll.
Maria menjadi bukti bahwa rencana Tuhan berlaku bagi setiap orang yang dikenanNya.
Lukas 1:48-50 "sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus".
Ini mengajarkan kita untuk bersukacita dan memuliakan Allah dengan kerendahan hati, karena Ia peduli pada orang-orang yang hina dan memakai kelemahan mereka untuk menunjukkan kemuliaan-Nya.
Adik-adik remaja, kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, ada istilah yang sering kita dengar "bahwa pohon yang baik menghasilkan buah yang baik" ini menjadi acuan bagi kita merenungkan bahwa kemurahan dan kasih setia Allah berlanjut dari generasi ke generasi bagi orang-orang yang takut dan menghormati-Nya.
Orang tua mencontohkan yang baik, menanamkan rasa takut akan Tuhan dan itu akan membawa keturunannya berbahagia.
Maria memuji Tuhan bukan hanya karena Ia baik padanya secara pribadi, tetapi karena kasih dan rahmat Tuhan meluas kepada semua orang yang hidup takut akan Dia.
Kesetiaan Allah yang tidak terbatas waktu dari generasi ke generasi.
Tuhan tidak berubah kasih-Nya tetap sama dulu, sekarang, dan selamanya.
Belajar dari cara Tuhan bekerja dan berkarya kepada maria, Kita melihat Maria terus maju dalam penyerahanya dirinya dipakai oleh Tuhan karena dia tahu kuasa dan perbuatan tangan Tuhan yang berkuasa bagi orang yang congkak hatinya, bahkan Tuhan akan menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah.
Dengan mengikuti rencana Tuhan kita akan diselamatkan oleh Tuhan, bahkan dalam ayat 53 "Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa".
Bukan hanya lapar fisik, tapi lapar akan Tuhan dan kebenaran-Nya, dan "kaya" bukan hanya dilhat dari materi tapi melambangkan orang yang merasa tidak butuh Tuhan karena mereka merasa apa yang mereka miliki di dunia lebih memuaskan mereka.
Tuhan berkuasa memenuhi jiwa yang lapar, tetapi meninggalkan hati yang sombong dikarenakan kekayaan.
Tuhan turun tangan meneguhkan umat-Nya saat mereka lemah dan Tuhan tidak pernah lupa akan janji-Nya kepada nenek moyang mereka kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.
Adik-adik remaja, kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Ketika kita mengenal dan percaya kepada Allah serta perbuatan-perbuatan besar yang telah dan sedang dikerjakan-Nya, kita dapat merasakan apa yang dirasakan Maria sukacita kegembiraan dan kebahagiaan dibalik kekalutan hidupnya.
Begitu pun dengan kehidupan kita, sungguh luar biasa kebaikan Tuhan yang kita rasakan di tahun 2025 ini, walaupun terkadang ada begitu banyak tantangan dan pergumulan menjadi bagian perjalanan kita, jangan takut dan tetap melangkah maju.
Jadilah Remaja yang mempercayakan kehidupan masa muda kepada Tuhan, jadilah remaja yang mau di pakai Tuhan untuk rencanaNya, belajarlah rendah hati dan jangan sombong dalam kehidupan, dan belajar untuk tekun beribadah, berdoa dan menyanyikan pujian syukur kepada Tuhan dalam segala waktu.
Percayalah bahwa kita tidak pernah sendiri, Tuhan Yesus Kristus yang akan selalu bersama-sama dengan kita dan keluarga kita sekarang sampai selarna-lamanya. IMANUEL. Amin.
Editor : Aprilia Sahari