Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Selasa 30 Desember 2025, Bacaan I 1 Yohanes 2:12-17, Bacaan Injil Lukas 2:36-40

Fandy Gerungan • Senin, 29 Desember 2025 | 09:32 WIB
Photo
Photo

Hari keenam dalam Oktaf Natal (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I 1 Yohanes 2:12-17

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.

Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 96:7-8a,8b-9,10

Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bacaan Injil Lukas 2:36-40

Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,

dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Bacaan hari ini menyapa kita dengan cara yang sangat personal. Ia menyebut berbagai tahap kehidupan anak-anak, orang muda, dan mereka yang telah matang dalam pengalaman iman.

Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap orang, di usia dan perannya masing-masing, memiliki tempat yang berharga di hadapan Allah. Tidak ada yang terlalu kecil untuk dikasihi, dan tidak ada yang terlalu tua untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Dia.

Kepada yang muda, ditunjukkan kekuatan dan semangat juang. Masa muda sering dipenuhi dorongan, keinginan, dan ambisi. Di satu sisi, semua itu bisa menjadi kekuatan besar; namun di sisi lain, dapat pula menjebak jika arah hidup hanya ditentukan oleh apa yang tampak menarik dan menyenangkan.

Bacaan ini mengajak kita untuk waspada: tidak semua yang mengkilap membawa kehidupan. Banyak hal di dunia ini tampak menjanjikan, tetapi sesungguhnya cepat berlalu dan meninggalkan kekosongan.

Kepada mereka yang lebih matang dalam usia dan iman, ditunjukkan kedalaman pengenalan akan Allah. Pengalaman panjang hidup bersama Tuhan membentuk kebijaksanaan, keteguhan, dan kemampuan membedakan mana yang sungguh bernilai. Inilah panggilan untuk menjadi saksi bahwa hidup yang berakar pada Allah tidak pernah sia-sia.

Injil hari ini menampilkan sosok Hana, seorang perempuan lanjut usia yang setia dalam doa dan pengharapan. Dalam kesunyian, puasa, dan kesetiaannya di Bait Allah, ia menyimpan harapan yang tidak padam. Ia tidak menyerah pada rasa lelah, kesepian, atau kekecewaan hidup.

Ketika saatnya tiba, ia menjadi salah satu orang yang mengenali karya Allah dan dengan sukacita membagikannya kepada sesama. Kesetiaannya berbuah karena ia menaruh hatinya bukan pada hal-hal yang sementara, melainkan pada janji Allah yang kekal.

Dunia terus menawarkan berbagai daya tarik kenikmatan, pengakuan, dan kebanggaan diri. Semua itu bisa membuat hati kita terikat dan perlahan menjauh dari kehendak Allah.

Renungan hari ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri: apa yang selama ini paling kita kejar?. Apakah hidup kita diarahkan pada kehendak Allah, atau hanya pada pemenuhan keinginan sesaat?.

Yesus sendiri bertumbuh dalam kebijaksanaan dan kasih karunia. Pertumbuhan itu terjadi dalam kesederhanaan, ketaatan, dan suasana keluarga yang setia pada kehendak Allah. Ini menjadi pengingat bahwa kekudusan tidak selalu lahir dari hal-hal besar dan mencolok, tetapi dari kesetiaan sehari-hari.

Semoga kita dimampukan untuk memilih yang kekal di tengah dunia yang fana, menata hati agar tidak diperbudak oleh keinginan sesaat, dan setia berjalan dalam kehendak Allah. Dengan demikian, hidup kita di usia dan keadaan apa pun menjadi kesaksian yang membawa terang dan harapan bagi sesama. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan