Bacaan Alkitab : Mazmur 96:1-6
Tema: "Nyanyikanlah Nyanyian Baru"
Jemaat Tuhan,
Kita sudah berada di hari kedua tahun 2026 dan sedang menatap hari-hari yang akan kita lalui nanti.
Kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi di tahun ini, baik secara global maupun regional.
Tetapi peristiwa-peristiwa yang sudah kita lalui menjadikan itu sebagai bahan introspeksi dan retrospeksi.
Dimana berbagai tantangan dan tuntutan-tuntutan hidup menjadikan kita untuk tetap siap diri, jaga diri dan tau diri.
Fenomena sosial dan perubahan perubahan politik dan ekonomi di era transformasi, informatika serta digitalisasi telah menampilkan gaya baru dalam tatanan hidup manusia yang secara pragmatis dan sistimatis telah membuat kompetisi hidup manusia semakin kuat dan saling menjegal.
Kecendrungan manusia lebih bergantung pada IPTEK dan individualistik, yang pada akhirnya menghadirkan "tuhan-tuhan" baru dalam hidup manusia di mana hegemoni (kekuasaan) bangsa-bangsa yang kuat seperti menampilkan pemujaan-pemujaan
baru.
Jemaat Tuhan,
Gereja terpanggil untuk tetap konsisten dalam panggilan iman, bahkan pertaruhan "suara kritis profetis" menjadi tuntutan hidup orang-orang percaya, agar tidak gampang tercemari atau terdomestikasi (terjinak) oleh kekuatan serta kekuasaan sekuler.
Mazmur 96:1-6 memanggil kita untuk memuji Tuhan dan "menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan."
Seruan pemazmur merupakan bagian nyanyian yang disampaikan kepada Asaf dan saudara-saudaranya (1 Taw 16:7) untuk mengabarkan keselamatan dari Tuhan setiap hari yang kita lalui.
Nyanyian baru yang dimaksud adalah pujian dan ungkapan-ungkapan perasaan yang dibaharui melalui hati, jiwa dan pikiran yang suci (lih. Mat. 22:37).
Seperti ketika umat Allah dalam perarakan tabut perjanjian Tuhan masuk ke kota Daud (2 Samuel 6:9-13).
Sehingga puji-pujian yang disampaikan adalah kebaikan-kebaikan yang baru dari kasih setia Tuhan di dalam hidup kita yang selalu dirasakan setiap pagi, "kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari" dan ceritakanlah kemuliaan dan keajaiban Tuhan yang dapat dirasakan oleh segala suku bangsa, artinya kesetiaan Tuhan pada segala abad telah dinyatakan melalui kasih-Nya di dalam Yesus Kristus.
Yohanes 3:16 "karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal"
Keselamatan Yesus Kristus adalah perbuatan ajaib Tuhan yang bersifat universal, sebab Tuhan maha besar dan terpuji sangat (ay 4) bahkan Dia lebih dahsyat dari kekuatan-kekuatan dunia.
Jemaat Tuhan,
Manusia sering terjebak dengan kekuatan dalam pikiran-pikiran mereka dan menjadikan 'tuhan-tuhan' baru, di mana dunia bertambah intens dengan saling mengklaim kebenaran dan menghakimi satu sama lain.
Kita sedang menghadapi krisis identitas yang berimplikasi pada ketergantungan manusia pada sistem dan teknologi.
Pengembangan robot dapat bergerak berdasarkan pikiran manusia menambah intens ketergantungan manusia pada robot.
Tetapi Pemazmur telah mengingatkan kita bahwa "allah bangsa-bangsa adalah hampa" sebab Tuhanlah yang menjadikan langit dan bumi (ayat 5).
Manusia ditngatkan oleh pemazmur untuk bergantung kepada Tuhan dan menjadikan segala sesuatu sebagai berkat dan dapat bertanggung jawab atas isi dunia, itulah puji-pujian baru untuk menceritakan kemultaan Allah yang ajaib di tengah-tengah hidup yang sedang mengalami perubahan-perubahan.
Jemaat Tuhan,
Orang-orang percaya dipanggil untuk memperstapkan diri di tahun yang baru ini dengan nyanyian-nyanyian baru yang memiliki kualitas baru yang rnenggambarkan perjalanan pengembaraan.
Ketika umat sedang masuk kedalam "altar" Tuhan dan jemaat sujud menyembah dalam nyanyian pujian karena kekuatan Tuhan dan kehormatan ada di tempat kudusNya.
Nyanyian-nyanyian baru dapat dilakukan umat Tuhan ketika membuka lembaran baru di tahun 2026, ini hanya dapat dilakukan dengan hati dan pikiran yang bersih serta tertuju kepada Tuhan, sebab keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan,
Apapun tantangan dan tuntutan-tuntutan hidup yang harus dihadapi dunia dan manusia, kita harus dapat meletakan keagungan Allah tetap mengontrol jalannya hidup ini.
Sehingga ancaman-ancaman apapun yang manusia terima sebagai konsekuensi dari perilaku-perilaku buruk, kita harus hadapi dengan iman dan menyerahkan kehendak Allah yang dinyatakan dalam kemuliaannya.
Sebab Dialah hakim seluruh dunia.
Jangan kita gentar dan kecut hati tetapi bukalah hati yang baru dengan pujian dan sembah kepada Tuhan.
Memang tantangan dan ancaman silih berganti di dalam struktur hidup kita.
Krisis energi, krisis ekonomi sedang mengancam bangsa kita, kompetisi yang tidak sehat diberbagai aspek telah menambah rentan jurang sosial.
Jemaat Tuhan,
Sementara populasi dunia di tahun ini memicu pengembangan pangan yang tidak seimbang lagi oleh kekeringan dan kerusakan alam yang pada akhimya ancaman-ancaman sistematis ini berdampak pada sektor-sektor hidup lainnya termasuk dunia kesehatan dan pendidikan.
Oleh sebab itu biarlah segenap bumi menyanyikan nyanyian ini yang meliputi semua bangsa, "mereka semua yang telah ditebus dari bumi mempelajari dan menyanyikan nyanyian baru ini" (Wahyu 14:3).
Perbuatan Allah yang ajaib adalah keselamatan yang bersinar dari Kristus Yesus yang harus kita ceritakan di dalam kehidupan setiap hari.
Inilah kesaksian orang percaya yang dapat membentengi hidup sepanjang tahun 2026.
Karena kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus, artinya kita harus menyembah dengan berhiaskan kekudusan itulah kemuliaan yang Allah akan nyatakan bagi kita sebagai gereja yang tetap konsisten dalam tugas panggilan pelayanan.
Tempat kudus adalah simbol-simbol pelayanan gereja yang harus dijaga dan dipelihara sebagai kewibawaan Allah yang dinyatakan bagi bangsa-bangsa.
Nyanyikanlah nyanyian baru, itu berarti gereja selalu membaharui diri di dalam pertobatan dan bertanggung jawab atas pengelolaan dunia ini untuk menjadi berkat.
Selamat Tahun baru 2026, pikiran dan hati yang dibaharui untuk kemuliaan Tuhan. Amin!
Editor : Aprilia Sahari