Pelita GMIM 4-10 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Efesus 5:1-21
Tema: "Hiduplah Sebagai Anak-anak Terang"
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Syarat untuk mendapat berkat adalah hidup dalam terang dengan meninggalkan kegelapan.
Hal ini ditegaskan oleh rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Efesus.
Jadilah penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang kekasih artinya taat dan melakukan kehendak Bapa.
Hidup dalam kasih dengan melihat contoh Kristus yang lebih dahulu mengasihi kita dengan mengorbankan diri-Nya supaya kita diselamatkan.
Percabulan, rupa-rupa kecemaran atau keserakahan, kata-kata kotor yang kosong atau yang sembrono harus dibuang.
Mengucap syukur dan hidup dalam kebenaran karena orang sundal, orang cemar atau serakah, penyembah berhala tidak akan masuk dalam Kerajaan Allah.
Hidup dalam terang sebab terang berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran.
Tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan kegelapan.
Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.
Tidak mabuk oleh anggur.
Hidup penuh Roh, memuliakan Tuhan, merendahkan diri.
Hal-hal inilah yang akan menolong kita untuk hidup sebagai anak-anak terang.
Dengan meninggalkan perbuatan dosa atau hidup yang tidak berkenan maka berarti kita telah keluar dari cara hidup yang lama dan hidup baru di dalam Kristus dan buah dari keteladanan kita adalah berkat kehidupan.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Memang tidaklah muda menjalani hidup jika kita mengandalkan diri kita sendiri, namun akan dengan muda jika kita melewati tantangan hidup karena Tuhan berjalan bersama dengan kita.
Ingat tidak ada manusia yang super, sekuat apa pun manusia, tidak bisa hidup tanpa Tuhan.
Demikian catatan buat kita orang beriman, bahwa kita tidak dapat berkarya tanpa Tuhan.
Ia begitu peduli atas kita, Ia mau kita diberkati untuk jadi berkat.
Yakin dan percayalah bahwa orang yang berjalan dalam terang Tuhan ia akan selalu memiliki masa depan sebab Tuhan yang merancang masa depan kita.
Tantangan bagi kita sekarang adalah kecanggihan teknologi yang kadang memaksa kita untuk coba memposisikan diri sebagi orang yang dapat melakukan banyak hal, padahal kekuatan kita terbatas, sedangkan Tuhan tidak terbatas dengan segala kuasa-Nya.
Tuhan selalu peduli terhadap kita anak-anakNya yang terus berupaya dalam ketekunan dan ketaatan.
Tidak akan pernah rugi bagi kita jika kita hidup dalam ketaatan yang Tuhan kehendaki, malahan justru kita akan melihat perbuatan-perbuatan-Nya yang besar terjadi atas kita dan itu sempurna adanya.
Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita anak-anakNya, Ia selalu setia sekalipun kita tidak setia, Ia selalu peduli sekalipun kadang kita melupakan-Nya, Ia tetap mencari kita walaupun kita meninggalkan-Nya, karena kasih-Nya tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Tugas kita sekarang sebagai Pria/Kaum Bapa adalah hidup sebagai anak-anak terang.
Kita dapat bercahaya di tengah tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita, sebagai seorang suami kita mampu menunjukkan keteladanan dan cinta kasih terhadap istri.
Sebagai ayah, kehadiran kita adalah membuat anak-anak merasa nyaman dan bahagia, tidak akan pernah mereka merasa kurang karena kehadiran kita dan membuat mereka bersemangat dalam berkarya.
Dalam pelayanan, tugas kita adalah hadir dan memberi buah bagi sesama.
Kerajinan kita adalah terang yang menyala di depan banyak orang yang semuanya itu dapat dilihat oleh banyak orang terutama mereka yang ada di sekitar kita.
Hendaklah terangmu bercahaya di depan semua orang; artinya kita dapat bersaksi tetang kebaikan Tuhan dalam karya pelayanan kita.
Di tempat kita bertugas, kehadiran kita tidak hanya bercahaya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan namun juga bagi mereka yang belum mengenal Kristus.
Orang-orang melihat Kristus dari kehadiran kita.
Kita tidak hanya rajin bekerja dan penuh prestasi dan jabatan, namun kita dapat membanggakan Tuhan dengan semua karya kita yang mencerminkan kasih Kristus.
Kita hadir dan berbuah, kita hadir dan menjadi berkat.
Ingat kesempatan yang Tuhan anugerahkan adalah kepercayaan yang harus dijaga dan dilakukan sehingga orang lain turut merasakan kehadiran Tuhan dalam karya kita karena Tuhanlah yang merancangkan dan melakukan segala sesuatu. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
1. Apa perbedaan anak-anak terang dan anak-anak kegelapan?
2. Sebutkan dan jelaskan perilaku-perilaku kegelapan yang masih sering kita temukan dalam kehidupan jemaat termasuk di dalamnya Pria/Kaum Bapa!