Upus Ni Mama GMIM 4-10 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Efesus 5:1-21
Tema: "Hiduplah Sebagai Anak-anak Terang"
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Puji syukur kepada Tuhan Allah yang berkenan mengantar kita boleh ada di minggu pertama bulan pertama di tahun 2026 ini.
Setiap awal tahun, kita biasanya membuat rencana, harapan dan tekad baru.
Firman Tuhan hari ini dengan tema: "Hiduplah sebagai anak-anak terang" mau mengantar kita untuk melihat bahwa hidup baru tidak dimulai dari kalender baru, melainkan hati yang diperbarui oleh Tuhan, menjadi anak-anak terang.
Dalam bacaan Alkitab hari ini yakni Efesus 5:1-21, kita membaca bahwa orang-orang percaya disebut sebagai anak-anak yang kekasih dalam hubungan dengan Tuhan (ay.1).
Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi penurut-penurut Allah yakni hidup mengikuti, mencontoh, dan menuruti Allah dalam seluruh kehidupan yang dijalani.
Hal ini menjadi mungkin karena identitas di dalam Kristus membawa perubahan dalam hidup seorang Kristus, dari sifat yang lama kepada sifat yang baru.
Menuruti Allah berarti hidup di dalam kasih (ay. 2) yakni sebagaimana Kristus dan kasih-Nya di Golgota.
Kristus yang menyerahkan diri-Nya itu telah menjadi persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
Orang-orang percaya diingatkan untuk tidak menyebut dosa apalagi untuk dilakukan seperti percabulan, kecemaran, dan keserakahan.
Orang percaya juga diingatkan untuk tidak berbicara yang tidak pantas, yang tidak sepatutnya dan tidak selayaknya dalam hidup orang-orang kudus, yakni perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono/ tidak pantas.
Semua ini menunjuk pada perkataan-perkataan yang memalukan, yang tidak didasari hikmat, dan lelucon kasar yang didasari pada niat cabul.
Selanjutnya disebutkan tentang dosa keserakahan.
Inti dari keserakahan adalah pemenuhan hasrat di dalam diri.
Jemaat di Efesus kemudian diingatkan bahwa dalam hidupnya yang lama memang berjalan dalam kegelapan, namun dalam hidupnya yang baru telah disebut sebagai terang di dalam Tuhan (ay. 8).
Hal ini karena orang percaya telah diselamatkan oleh Yesus yang disebut terang dipanggil untuk berjalan dan terus berjalan sebagai anak-anak dunia dan karenanya orang percaya terang, menjadi terang dunia.
Berjalan di dalam terang pada akhirnya selalu berbuahkan kebaikan, yang menunjuk pada kemurahan yang dilakukan secara produktif, lalu berbuahkan keadilan, yakni melakukan apa yang benar dan adil dalam hubungan dengan Allah dan manusia, lalu berbuahkan kebenaran (aletheia), yakni kebenaran Allah yang nyata dalam kehidupan setiap hari.
Panggilan untuk berjalan dalam terang diikuti panggilan untuk menguji apa yang berkenan kepada Tuhan (ay.9-10).
Orang-orang percaya kemudian diminta untuk jangan turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, melainkan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan itu (ay.11).
Hal ini bisa terjadi karena sifat dari terang itu sendiri yang membuka dan menyatakan apa yang ada dalam kegelapan (ay. 13).
Kata-kata dorongan disampaikan "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu" (ay. 14), agar orang percaya dapat melanjutkan perjalanannya bersama dengan Tuhan, bukan hanya berjalan dan terus berjalan di dalam kasih dan di dalam terang tetapi juga berjalan di dalam hikmat.
Bagaimana seseorang berjalan dalam hikmat akan terlihat dalam caranya mempergunakan waktu yang ada secara benar, mengingat "hari-hari ini adalah jahat," (ay. 16).
Sebagaimana berjalan sebagai orang yang arif pada ayat 15, penulis menegaskan kembali hal tersebut pada ayat 17, agar jemaat jangan menjadi bodoh, tetapi berusaha agar mengerti kehendak Tuhan yang berarti mau terus-menerus belajar mengenal Kristus (Efesus 4:20-21).
Salah satu kebodohan yang dicontohkan adalah mabuk oleh anggur yang membawa seseorang pada hawa nafsu (ay. 18).
Kontras dari hidup yang dikuasai anggur adalah hidup yang dipenuhi Roh.
Hidup yang dipenuhi Roh akan menjauhkan seseorang dari perbuatan-perbuatan daging seperti kemabukan dan hanya akan menghasilkan penguasaan diri sebagai buah dari pekerjaan Roh Kudus.
Hidup yang dipenuhi Roh akan nyata dalam hidup bersama yang mendorong seorang berkata kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
Orang percaya mengucap syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan saling merendahkan diri seorang kepada yang lain di dalam penghonnatan kepada Kristus.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Ketika kita diperkenankan Tuhan untuk menapaki hidup di tahun yang baru ini, marilah kita jalani hari-hari ke depan dengan hidup sebagai anak-anak terang, berjalan dalam kasih Kristus, berjalan dalam terang, dan berjalan dalam hikmat.
Kita semua dipanggil untuk menghayati identitas kita sebagai anak-anak terang dan orang-orang kudus milik Allah dalam kehidupan kita di tengah dunia.
Kita perlu menunjukkan gaya hidup yang mencerminkan perubahan yang telah terjadi di dalam diri kita, yang membuat kita berbeda dari dunia ini.
Inilah arti dari memancarkan terang Kristus yang hidup di dalam kita supaya nama Tuhan dimuliakan.
Biarlah setiap rumah tangga kita menjadi tempat di mana terang Tuhan nyata baik melalui tutur kata, prilaku dan tindakan kita setiap hari, amin.
Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Apa yang ibu-ibu pahami tentang "Hidup Sebagai Anak-Anak Terang" menurut Efesus 5: 1-21?
2. Bagaimana ibu-ibu mewujudkan hidup sebagai anak-anak terang dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat?