Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Jumat 9 Januari 2026, Bacaan I 1 Yohanes 5:15-13, Bacaan Injil Lukas 5:12-16

Fandy Gerungan • Selasa, 6 Januari 2026 | 15:07 WIB
Photo
Photo

Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I 1 Yohanes 5:15-13

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.

Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 147:12-13.14-15.19-20

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!

Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.

Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Bacaan Injil Lukas 5:12-16

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Demikianlah Injil Tuhan
[09.55, 6/1/2026] fandygerungan: U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i dalam hidup ini, kita sering bertanya: apa yang sungguh mampu mengalahkan dunia dengan segala luka, dosa, dan ketidakadilan di dalamnya?. Bacaan hari ini menegaskan bahwa kemenangan sejati bukanlah hasil kekuatan manusia, melainkan lahir dari iman yang berakar kuat pada Allah.

Iman yang demikian bukan sekadar pengetahuan atau pengakuan di bibir, tetapi keyakinan yang hidup dan berdiam di dalam hati.

Allah tidak meninggalkan manusia dengan kesaksian yang samar. Ia menyatakan diri-Nya dengan cara yang nyata dan menyentuh kehidupan manusia secara utuh melalui penderitaan, pengorbanan, dan kehadiran Roh yang terus bekerja di dalam batin orang beriman.

Karena itu, iman Kristen bukanlah iman yang kosong, melainkan iman yang disertai jaminan hidup sejati. Ketika seseorang sungguh percaya, ia membawa dalam dirinya kesaksian ilahi yang memberi arah, kekuatan, dan pengharapan.

Injil hari ini memperlihatkan wujud iman yang lahir dari kerendahan hati. Seorang yang selama hidupnya terpinggirkan berani mendekat dan menyerahkan seluruh nasibnya kepada Yesus. Ia tidak menuntut, tidak memaksa, melainkan percaya sepenuhnya pada kehendak Tuhan.

Dan di sanalah kita melihat wajah Allah yang penuh belas kasih: bukan hanya menyembuhkan dari penyakit, tetapi juga memulihkan martabat yang lama hilang.

Yang menggetarkan adalah keberanian Yesus untuk menyentuh mereka yang dijauhi banyak orang. Sentuhan itu bukan sekadar tindakan fisik, tetapi tanda bahwa kasih Allah menembus batas ketakutan, aturan sosial, dan stigma. Di hadapan-Nya, tidak ada manusia yang terlalu kotor atau terlalu rusak untuk dipulihkan.

Namun setelah semua itu, Yesus memilih untuk kembali ke tempat sunyi dan berdoa. Ini mengingatkan kita bahwa karya kasih yang besar selalu bersumber dari relasi yang intim dengan Bapa. Tanpa keheningan dan doa, iman mudah berubah menjadi kesibukan tanpa makna.

Renungan hari ini mengajak kita untuk memeriksa iman kita: apakah iman itu sungguh hidup dan memberi kesaksian melalui sikap serta tindakan?. Apakah kita berani mendekat kepada Tuhan dengan kerendahan hati, sekaligus berani menjadi perpanjangan tangan-Nya bagi mereka yang terluka dan tersingkir?.

Kiranya iman yang kita hidupi bukan hanya mengalahkan dunia di luar diri kita, tetapi juga menaklukkan keraguan, ketakutan, dan keegoisan di dalam hati. Dari iman itulah mengalir hidup yang sejati hidup yang memulihkan, menyembuhkan, dan menyelamatkan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan