Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 11-17 Januari 2026, Yesaya 2:1-5 Berjalan Di Dalam Terang Tuhan

Aprilia Sahari • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:16 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Pelita GMIM 11-17 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Yesaya 2:1-5
Tema: "Berjalan Di Dalam Terang Tuhan"

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Saat ini kita masih berada dalam suasana perayaan Tahun Baru dan dalam tahun gereja epifani.

Kita semua sungguh merasakan bagaimana penyertaan Tuhan yang sempurna di sepanjang tahun yang telah lewat dan pengharapan baru yang kita miliki pada tahun 2026 yang penuh anugerah ini.

Di tengah-tengah semangat optimisme ini, firman Tuhan menyapa kita semua dengan penglihatan nabi Yesaya tentang Yehuda dan Yerusalem.

Yesaya memberikan penegasan akan harapan baru di mana peperangan akan berubah menjadi perdamaian.

Ada nubuat tentang perdamaian universal dan penggenapan kerajaan Allah yang berpusat di Yerusalem.

Ada harapan perubahan dari situasi peperangan kepada kehidupan normal umat dan masyarakat yang giat bekerja dan berusaha.

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Perikop ini terdiri dari tiga bagian besar, yaitu pertama ayat 1-2 menjelaskan tentang keadaan pada hari-hari terakhir di mana gunung Bait Allah yaitu Sion akan menjadi tempat tertinggi dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya.

Semua bangsa akan berduyun-duyun ke sana untuk belajar tentang jalan-jalan Tuhan.

Selanjutnya ayat 3-4 menggambarkan Sion sebagai sumber ajaran dan firman Tuhan.

Sion menjadi pusat pengajaran serta Tuhan menjadi hakim dan wasit di antara bangsa-bangsa.

Terjadi perubahan besar dalam kehidupan umat, di mana alat-alat perang akan menjadi alat pertanian, dan tidak ada lagi peperangan antar bangsa.

Pada ayat 5, Yesaya menyerukan agar kaum keturunan Yakub berjalan dalam terang Tuhan.

Seruan ini merupakan seruan dan peringatan untuk bertobat, mengubah cara hidup yang mementingkan diri sendiri kepada kehidupan yang mengandalkan Tuhan; kehidupan yang mengedepankan apa kehendak Tuhan.

Di tengah-tengah ketidakberdayaan umat yang telah lelah dan suntuk dengan peperangan, Yesaya datang dengan seruan pertobatan serta penglihatan pengharapan yang penuh optimisme.

Yesaya menghadirkan harapan baru agar umat memiliki kepercayaan diri untuk dapat melanjutkan kehidupan mereka, menjaga keterpanggilan mereka sebagai umat pilihan Allah.

Seruan dan ajakan ini sekaligus meneguhkan kembali perjanjian mereka dengan Tuhan untuk tetap berjalan di dalam terang Tuhan.

Tuhan menjadi pusat kehidupan dalam keberadaan Gunung Sion dan kota Yerusalem.

Yesaya menyatakan bahwa pilihan berjalan dengan Tuhan adalah pilihan yang realistis dan langsung menjawab kebutuhan keseharian umat-Nya.

Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Kita semua patut menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam kehidupan kita.

Meskipun banyak tantangan dan hambatan yang kita hadapi, baik secara pribadi, keluarga, dan pelayanan, tetapi kasih setia Tuhan tidak pernah berkesudahan.

Di tengah-tengah pergumulan dan perjuangan kita, ada seruan pengharapan akan janji Tuhan yang tetap setia menyertai umat-Nya.

Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Dia selalu hadir dan mendampingi umat-Nya di tengah-tengah perjuangan kita semua.

Kita semua diingatkan bahwa pusat peribadatan kita hanya kepada Tuhan.

Sion satu-satunya gunung Tuhan.

Karena itu, jangan pernah kita mengabaikan Tuhan.

Justru sebaliknya, kita semua harus menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya pusat peribadatan dan pusat pengharapan kita.

Hanya Dia yang dapat terus mendampingi dan memberkati kita.

Hanya berjalan dalam terang Tuhan kita akan menikmati pengajaran dan pendidikan yang menghidupkan, yang membuat kita selalu berpengharapan dan penuh optimisme memaknai hidup ini.

Hanya di dalam terang Tuhan kita dapat menghayati pendamaian melalui pengorbanan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang telah menyelamatkan hidup kita dan menjamin kehidupan kekal.

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Dalam memaknai tanggung jawab pelayanan kita sebagai suami, orang tua, ataupun kakak beradik di dalam keluarga bahkan tanggung jawab pelayanan di jemaat dan secara khusus pelayanan P/KB, kita semua terpanggil untuk tetap berpusat pada Yesus Kristus, Sang jalan kehidupan.

Berjalanlah bersama dengan Dia karena Dia setia dan senantiasa menyertai kita.

Seberat apapun tanggung jawab yang kita jalani, semuanya akan terasa ringan karena kita tetap berjalan di jalan Tuhan.

Kita semakin dikuatkan dan dimampukan melewati masa-masa sulit, "peperangan" dan tidak lagi berpikir hanya untuk diri kita sendiri tetapi berjalan bersama dengan saudara-saudara kita, mereka yang perlu kita bantu dan doakan.

Kita terpanggil untuk saling menghidupkan satu dengan yang lainnya.

Tuhan Yesus menolong kita semua. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Apa seruan pertobatan yang disampaikan Yesaya kepada umat Tuhan?
2. Bagaimana P/KB mengimplementasikan kehidupan yang berjalan di dalam terang Tuhan?

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM