Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Jumat 16 Januari 2026, Bacaan I 1 Samuel 8:4-7,10-22a, Bacaan Injil Markus 2:1-12

Fandy Gerungan • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:38 WIB
Photo
Photo

Pekan Biasa I (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 1 Samuel 8:4-7,10-22a

Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama

dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain."

Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.

TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya,

katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya;

ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka.

Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan.

Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya

dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.

Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya.

Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.

Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu."

Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami;

maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."

Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN.

TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka." Kemudian berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: "Pergilah, masing-masing ke kotanya."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 89:16-17,18-19

karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.

Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.

Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.

Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu

Bacaan Injil Markus 2:1-12

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.

Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"

Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"

Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:

"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih, ada saat dalam hidup ketika kita merasa tidak aman. Kita ingin kepastian, perlindungan, dan sistem yang terlihat jelas. Dalam keadaan seperti itu, godaan terbesar manusia adalah ingin mengendalikan segalanya. Bacaan hari ini memperlihatkan bagaimana keinginan itu bisa membuat hati manusia perlahan menjauh dari Tuhan.

Bangsa Israel merasa tidak lagi nyaman dipimpin dengan cara yang mereka kenal selama ini. Mereka melihat bangsa lain memiliki raja yang kuat, terorganisir, dan tampak menjanjikan keamanan.

Keinginan untuk “menjadi sama seperti yang lain” membuat mereka lupa bahwa selama ini Tuhan sendirilah yang menuntun dan menjaga mereka.

Permintaan akan seorang raja sebenarnya bukan sekadar soal sistem pemerintahan, melainkan soal kepercayaan. Tanpa sadar, mereka lebih percaya pada kekuatan manusia daripada pada penyelenggaraan Tuhan.

Melalui Samuel, Tuhan memperingatkan bahwa pilihan itu akan membawa konsekuensi. Kekuasaan manusia cenderung menuntut, mengambil, dan membebani. Namun peringatan itu tidak menghentikan mereka.

Ketika hati sudah dikuasai oleh rasa takut dan iri terhadap orang lain, suara Tuhan sering kali kalah oleh keinginan sendiri. Tuhan pun mengizinkan pilihan itu, bukan karena setuju, tetapi karena Ia menghormati kebebasan manusia, sekalipun manusia harus belajar dari akibat pilihannya sendiri.

Injil hari ini menghadirkan gambaran yang sangat berbeda. Di tengah kerumunan yang sesak, ada empat orang yang tidak menyerah demi membawa seorang sahabat yang tak berdaya kepada Yesus.

Mereka tidak mencari kekuasaan, tidak menuntut jaminan duniawi, tetapi datang dengan iman dan kepedulian. Bahkan ketika jalan tertutup, mereka mencari cara lain. Iman sejati selalu kreatif dan penuh pengorbanan.

Yesus tidak langsung memulihkan fisik orang itu. Ia terlebih dahulu menyentuh bagian terdalam manusia: hati yang terluka dan relasi yang terputus dengan Allah. Pemulihan sejati tidak dimulai dari luar, melainkan dari dalam.

Ketika hati dipulihkan, tubuh pun menemukan kekuatannya kembali. Kuasa Yesus bukan kuasa yang menekan seperti raja-raja dunia, melainkan kuasa yang membebaskan dan menghidupkan.

Hari ini kita diajak bertanya pada diri sendiri: dalam ketidakpastian hidup, kepada siapa kita lebih percaya?. Apakah kita mencari “raja-raja” versi kita sendiri jabatan, uang, relasi, atau kekuasaan sebagai sumber rasa aman?.

Ataukah kita berani datang kepada Tuhan dengan iman sederhana, mengakui keterbatasan, dan membiarkan Dia memulihkan hidup kita dari dalam?.

Tuhan tidak memaksa untuk memerintah, tetapi hadir untuk menyelamatkan. Ia tidak mengambil, melainkan memberi. Ia tidak menekan, tetapi mengangkat. Semoga kita memilih untuk percaya kepada-Nya, bukan karena Dia terlihat kuat secara duniawi, tetapi karena kasih-Nya sungguh memerdekakan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan