Upus Ni Mama GMIM 11-17 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Yesaya 2:1-5
Tema: Berjalanlah Di Dalam Terang Tuhan
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja kita yang memperkenankan kita menikmati kehidupan di tahun baru ini.
Kita percaya ini semua karena Tuhan pe sayang for torang samua, sehingga kita boleh ada di minggu kedua di bulan Januari tahun 2026.
Sebagai orang beriman, kita berharap saat menapaki tahun rahmat Tuhan kehidupan kita semakin diberkati untuk jadi berkat bagi orang banyak.
Oleh karena itu untuk mewujudkan semua harapan supaya berjalan dengan baik maka di minggu ini warga Gereja Masehi Injili di Minahasa dituntun dengan tema renungan: Berjalanlah di dalam terang Tuhan menurut bacaan Yesaya 2:1-5.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kitab Yesaya terdiri dari 4 bagian yakni: pasal 1-39 berisi tentang nubuat Yehuda dan Yerusalem; Pasal 40-48 berisi nubuat keselamatan untuk umat Yehuda yang berada dalam pembuangan; Pasal 49-55 berisi tentang hamba Tuhan; Pasal 56-66 berisi nubuat tentang keselamatan dan syarat-syaratnya.
Penulis kitab ini adalah Yesaya putra Amos, seorang nabi yang melayani pada masa pemerintahan raja Uzia, Yotam, Ahaz dan Hizkia.
Nabi Yesaya dipanggil Tuhan untuk menegur umat Yehuda yang hidup dalam dosa, sehingga mengalami penghukuman dari Tuhan.
Nabi Yesaya mengingatkan agar umat bertobat dan kembali hidup di jalan Tuhan, agar kasih dan berkat Tuhan menjadi bagian kehidupan umat Tuhan.
Bacaan Yesaya 2:1-5 bicara tentang nubuat Yehuda dan Yerusalem pada hari-hari terakhir (ay 2).
Tuhan akan datang dan mengalahkan semua kerajaan dunia dan gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak dan berjaya.
Bait Allah akan dipulihkan, semua bangsa dan suku bangsa akan ke rumah Tuhan di Yerusalem dan akan banyak orang baik dari kalangan Israel akan datang ke Bait Allah.
Yesaya menubuatkan bahwa dari Sion akan keluar pengajaran firman Tuhan, sehingga kehidupan umat Tuhan diubahkan dari jahat menjadi baik, hidup saling mengasihi, selalu bekerja sama, berlaku adil. Tuhan akan datang dan bertindak sebagai hakim dan wasit.
Kemudian pedang yang mereka pegang saat berperang akan ditempa menjadi mata bajak demikian pula tombak akan menjadi pisau pemangkas.
Tuhan mengubahkan alat-alat perang menjadi alat pertanian, dan semua yang datang di Bait Allah menerima pengajaran firman agar hidup mereka diubahkan.
Kemudian ay 5. Yesaya mengajak umat Tuhan untuk berjalan dalam terang Tuhan, hidup dalam kebenaran, mematuhi perintah Tuhan, tetap berjalan dalam kehendak Tuhan agar kehidupan umat tenang, aman dan diberkati Tuhan.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Keadaan dunia yang tidak menentu terkadang membuat kita ragu untuk melangkah.
Apalagi kita yang diperkenankan Tuhan melangkah di tahun rahmat Tuhan yang penuh misteri ini.
Sebagai orang beriman saat kita menapaki tahun 2026 ini, kita membutuhkan hidup berjalan di dalam terang Tuhan.
Realita yang kita alami, bahwa hidup dalam kegelapan membuat kita tidak dapat beraktifitas dengan baik, dalam arti pekerjaan yang dilakukan tidak menghasilkan sesuatu yang baik/tidak maksimal.
Terang sangat dibutuhkan kala kita melakukan sesuatu pekerjaan.
Firman Tuhan terus mengingatkan kita untuk berkomitmen menciptakan perdamaian, keadilan, saling mengasihi, bertobat untuk berubah.
Pertanyaan untuk kita, bagaimana jika hidup berjalan dalam terang Tuhan dan sebaliknya hidup berjalan dalam kegelapan?
Ada orang di sekitar memilih hidup dalam kegelapan untuk meraih kesuksesan, hidup dalam keserakahan, penuh kebencian, kekerasan, pertikaian, pada akhirnya penderitaan yang dialami.
Tuhan menginginkan kita hidup dalam terang Tuhan, taat, setia, saling mengasihi satu dengan yang lain, bekerja sama, jauh dari rasa dengki, benci, sebab kita percaya hidup kita telah diubahkan Tuhan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.
Jika kita masih hidup dan berjalan menurut keinginan daging kita, mari kita ubab jalan hidup menurut apa yang Tuhan kehendaki.
Tidak ada kata terlambat jika kita memang tulus untuk berubah dari yang tidak baik menjadi baik, dari kehidupan yang gelap dan hidup dalam terang Kristus.
Firman Tuhan dalam Roma 12:2: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Mari ibu-ibu Tuhan tetap fokus pada kehendak Tuhan, sebab ada ungkapan yang mengatakan: dunia ini semakin bejat, maka marilah kita hidup semakin bijak.
Dalam arti Tuhan so kase hikmat pa torang, mari kita lebih bijak memilah dan mengambil keputusan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Mari kita nyanyikan bersama KJ No. 424 Yesus Menginginkan Daku. Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya, dimanapun ku berada 'ku mengenangkan-Nya. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus; bersinar, bersinar aku bersinar terus.
Mari ibu-ibu Tuhan, berjalanlah di dalam terang Tuhan. Amin.
Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Apa yang kita pahami tentang tema renungan: "Berjalanlah di dalam Terang Tuhan" menurut Yesaya 2:1-5?
2. Berikan contoh hidup di dalam terang Tuhan dan hidup di luar Tuhan. Apa yang harus kita lakukan sebagai ibu-ibu Tuhan jika realita itu ada di sekitar kita?