Bina Remaja GMIM 11-17 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Yesaya 2:1-5
Tema: Berjalanlah Di Dalam Terang Tuhan
Syaloom,.... Damai di Hati!
Kakak-kakak Pembina dan adik-adik Remaja yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan kita Yesus Kristus, pernahkah kita membayangkan jika bumi ini hidup dalam kegelapan?
Tidak ada cahaya matahari disiang hari, tidak ada cahaya lampu dan sinar bulan dimalam hari.
Yaa, pasti bumi tidak akan sama seperti sekarang ini.
Setiap manusia pastinya lebih menyukai terang dari pada kegelapan, karena didalam teranglah manusia bisa menemukan kehidupan dan tanpa terang tidak ada kehidupan.
Dalam firman Tuhan disaat ini yang dinyatakan kepada nabi Yesaya mengenai masa depan dari kerajaan Yehuda.
Dimana kita diajak untuk berjalan menempuh jalan damai sejahtera Tuhan bukan jalan kebencian, perang dan kekerasan dalam membangun kehidupan sesama manusia.
Disaat berjalan dijalannya Tuhan, kita akan menemukan bahwa pedang-pedang akan ditempa menjadi mata bajak, tombak-tombak akan menjadi pisau pemangkas, tidak akan ada lagi yang mengangkat pedang terhadap bangsa dan tidak akan ada lagi belajar perang.
Firman yang dinyatakan kepada nabi Yesaya ini tidak sekedar menggambarkan nubuat masa depan bagi bangsa Yehuda tetapi juga kepada kita dimasa sekarang ini sebagai ajakan untuk mulai mempraktekan firman Tuhan dalam kehidupan umat Tuhan disetiap harinya.
Dan bagi siapapun yang berjalan dalam terang Tuhan saat ini diajak untuk menjalani hidup yang ditandai dengan penolakan kebencian, kekerasan, perang, pergaulan bebas dan bullying terhadap sesama teman sebaya remaja.
Karena, Yesus yang kita percaya dan kita kenal Dia adalah terang itu sendiri.
Maka, seharunya kita sebagai generasi penerus gereja hidup didalam terang itu.
Mari kita berefleksi dari pertanyaan berikut: bagaimana sebagai remaja Kristen supaya kita bisa berjalan dalam terang Tuhan?
Ada dua hal yang perlu kita perhatikan dalam pembacaan ini.
Yang pertama dalam (ayat 3), supaya kita bisa berjalan dalam terang Tuhan maka kita harus belajar jalan-jalan Tuhan tidak mungkin bagi kita berjalan dalam terang Tuhan kalau kita tidak bisa belajar apa itu jalan-jalan Tuhan.
Maka kita harus belajar berjalan bersama Tuhan dalam terang-Nya.
Dan jalan-jalan Tuhan dalam konteks ini ialah kebenaran dan firman Tuhan karena prinsipnya kalau kita berjalan dijalan Tuhan itu sama halnya kita berjalan dalam terang firman, sama seperti Mazmur 119:9 "berkata Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu", firman Tuhan bukan sekedar dibaca tetapi dijaga, dipelihara dan dilakukan dalam kehidupan setiap hari.
Maka, penting bagi kita sebagai remaja kristen untuk rajin baca firman Tuhan seperti dalam Mazmur 119:105 "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku", jika sebagai remaja kristen sudah mampu memelihara dan hidup didalam kebenaran firman itu berarti kita sudah hidup dalam terang Tuhan.
Maka, pastinya juga kita akan mampu menjaga hati untuk melawan tawaran-tawaran dunia.
Hal yang kedua, supaya kita berjalan dalam terang Tuhan (ayat 3b) ada kata "menempuh" artinya kita harus benar-benar menghidupi firman itu dikehidupan setiap hari.
Kalau firman Tuhan melarang melakukan sesuatu yang tidak baik maka jangan kita lakukan itu agar tidak menjadi dosa dalam kehidupan kita sebagai pembina remaja dan adik-adik remaja karena melawan firman Tuhan.
Dalam bacaan ini nabi Yesaya mau menyampaikan penglihatan tentang masa depan yang penuh damai.
Dimana semua bangsa datang kegunung Tuhan untuk belajar jalan-jalanNya, ditengah situasi bangsa Yehuda yang penuh dengan dosa.
Maka, nabi Yesaya memanggil umat Tuhan untuk kembali kepada terang Tuhan serta mengajak umat Tuhan untuk tidak berjalan dalam gelap dosa, tetapi dalam terang kasih dan kebenaran Tuhan.
Kita pun sebagai pembina dan remaja kristen ditengah tantangan zaman sekarang ini kita akan dituntut untuk memilih gelap atau terang?
Dan dalam hal pergaulan mau memilih mana pergaulan yang baik atau yang tidak baik.
Ingatlah terang itu membentuk karakter baru dan terang Kristus bukan cuma menerangi dari luar, tapi mengubahkan dari dalam.
Ia mengubah hati yang keras jadi lembut, bibir yang suka marah jadi penuh berkat, dan pikiran yang negatif jadi penuh pengharapan.
Jangan hanya meminta Tuhan ubah keadaan kita, tapi biarkan Dia ubah karakter kita di tengah keadaan itu.
Terang Kristus menjadikan kita pribadi yang makin serupa dengan Dia sabar, tulus, dan penuh kasih.
Terang itu harus dipantulkan.
Dalam Matius 5:14, "Kamu adalah terang dunia."
Artinya, setelah kita diterangi, kita dipanggil jadi terang itu jadilah terang di pergaulan, sekolah, pelayanan dan keluarga, jadilah terang dengan kasih dan kesabaran, jadilah terang di lingkungan lewat tindakan kecil yang membawa damai.
Ingat, lilin kecil pun bisa menerangi ruangan yang gelap walaupun kita masih remaja tetapi kita bisa menjadi terang yang bersinar ditengah kegelapan dengan sikap hidup yang tercermin dari Tuhan.
Terang itu memberi arah menuju kekekalan Yesus bukan hanya penerang untuk hidup di dunia, tapi penuntun menuju kehidupan kekal.
Kalau kita berjalan dalam terang-Nya, maka hidup kita punya arah bukan berputar-putar dalam gelap, tapi menuju rumah Bapa.
Adik-adik remaja, dunia ini makin banyak kegelapan berita yang menakutkan, kejahatan, bahkan kegelapan dalam hati manusia.
Tapi ingat: selama Yesus masih jadi terang dalam hidupmu, kegelapan tidak akan pernah menang.
Misi kita di bumi adalah tetap menjadi terang dunia.
Saat kita menerima Tuhan Yesus saat itu juga kita berjalan dalam terang Tuhan untuk menerangi sekeliling kita yang gelap.
Jangan takut dan khawatir tentang hari esok (nampaknya terlihat gelap dan suram), selama kita memiliki Yesus Kristus selama itu juga dunia akan melihat terang Tuhan dalam diri kita.
Ingatlah senantiasa bahwa justru tempat-tempat gelaplah yang memerlukan terang.
Jadilah terang dan saksi Kristus di manapun adik-adik remaja berada supaya mereka melihat dan memuliakan Tuhan. AMIN.
Editor : Aprilia Sahari