Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Minggu 18 Januari 2026, Bacaan I Yesaya 49:3.5-6, Bacaan II 1 Korintus 1:1-3, Bacaan Injil Yohanes 1:29-34

Fandy Gerungan • Senin, 12 Januari 2026 | 10:06 WIB
Photo
Photo

Pembukaan Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristen (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Yesaya 49:3.5-6

Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya?maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku?,firman-Nya:

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 40:2,4ab,7-8a,8b,9,10

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,

Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!

Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Bacaan II 1 Korintus 1:1-3

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,

kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Bacaan Injil Yohanes 1:29-34

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.

Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i setiap orang pada dasarnya rindu hidupnya bermakna. Kita ingin keberadaan kita di dunia ini tidak sia-sia, ingin melakukan sesuatu yang berarti, dan ingin hidup kita membawa dampak bagi sesama.

Bacaan hari ini mengingatkan bahwa kerinduan itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari panggilan Tuhan yang sudah ditanamkan sejak awal kehidupan kita.

Dalam bacaan pertama, terlihat bahwa Tuhan tidak hanya memanggil seseorang untuk kepentingan kelompoknya sendiri. Panggilan itu jauh lebih luas. Tuhan menghendaki agar karya keselamatan-Nya menjangkau semua orang, tanpa batas.

Artinya, hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan tidak boleh berhenti pada kenyamanan pribadi, kelompok, atau lingkup kecil kita saja. Kita dipanggil untuk menjadi terang yang memancar keluar, bukan cahaya yang disimpan untuk diri sendiri.

Bacaan kedua menegaskan bahwa panggilan ini bukan hasil pilihan atau kehebatan manusia. Paulus menjadi pelayan Tuhan bukan karena prestasi masa lalunya, melainkan karena kehendak Allah.

Jemaat pun disebut sebagai orang-orang yang dikuduskan, bukan karena mereka sempurna, tetapi karena mereka dipanggil dan diberi rahmat. Dari sini kita belajar bahwa hidup beriman dimulai dari kesadaran bahwa segala sesuatu adalah anugerah. Tugas kita adalah menanggapi anugerah itu dengan rendah hati dan kesetiaan.

Injil hari ini menghadirkan sosok Yohanes Pembaptis yang luar biasa dalam kerendahan hati. Ia memiliki pengaruh besar dan pengikut, tetapi ia tidak menjadikan dirinya pusat perhatian. Ia tahu bahwa tugasnya hanyalah menunjuk, bukan menggantikan.

Ia bersukacita ketika orang lain mulai memandang kepada Yesus, bukan lagi kepadanya. Di sinilah kita belajar arti sejati menjadi saksi: bukan menonjolkan diri, melainkan membantu orang lain melihat karya Tuhan.

Sering kali dalam kehidupan rohani, kita tergoda untuk mencari pengakuan. Kita ingin dihargai karena pelayanan kita, ingin dipuji karena kebaikan kita, dan kecewa ketika tidak diperhatikan.

Bacaan hari ini menegur dengan lembut: panggilan kita bukan untuk menjadi pusat sorotan, melainkan menjadi jalan agar orang lain dapat menemukan Tuhan.

Menjadi terang bagi bangsa-bangsa tidak selalu berarti melakukan hal besar dan spektakuler. Kadang itu terwujud dalam kesetiaan kecil: kejujuran di tempat kerja, kesabaran dalam keluarga, kepedulian kepada mereka yang tersisih, serta keberanian untuk bersaksi lewat hidup yang konsisten.

Semoga kita semakin menyadari bahwa kita dipanggil, dikuduskan, dan diutus. Bukan untuk memuliakan diri sendiri, tetapi agar melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan kasih, damai, dan keselamatan yang berasal dari Tuhan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan