Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Rabu 21 Januari 2026, Bacaan I 1 Samuel 17:32-33,37,40-51, Bacaan Injil Markus 3:1-6

Fandy Gerungan • Senin, 12 Januari 2026 | 10:19 WIB
Photo
Photo

Perayaan Wajib St. Agnes (Warna Liturgi Merah)

Bacaan I 1 Samuel 17:32-33,37,40-51

Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."

Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."

Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.

Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.

Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.

Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.

Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,

dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;

lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 144:1,2,9-10

Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;

yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu,

Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bacaan Injil Markus 3:1-6

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"

Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i ketakutan sering kali membuat manusia merasa kecil. Ketika berhadapan dengan masalah besar, ancaman berat, atau situasi yang tampak mustahil, hati kita mudah tawar dan langkah menjadi ragu.

Banyak orang menilai kekuatan dari pengalaman, usia, senjata, atau posisi. Namun iman mengajarkan ukuran yang berbeda.

Daud berdiri di hadapan tantangan yang jauh melampaui dirinya. Secara manusiawi, ia tidak memiliki apa-apa yang dapat dibanggakan. Ia muda, sederhana, dan tidak berpengalaman dalam peperangan besar.

Namun ia membawa sesuatu yang sering diremehkan: kepercayaan penuh kepada Tuhan yang setia menyertainya sejak awal. Pengalaman kecil dalam kesetiaan menjaga domba, menghadapi bahaya sehari-hari menjadi dasar keberaniannya menghadapi tantangan besar.

Kemenangan Daud bukan tentang kehebatan strategi atau kekuatan fisik, melainkan tentang siapa yang ia andalkan. Ia tidak maju dengan rasa percaya diri yang sombong, tetapi dengan keyakinan bahwa Tuhan hadir dan berperang bersamanya. Di sinilah kita belajar bahwa iman tidak menghilangkan masalah, tetapi memberi keberanian untuk menghadapinya.

Mazmur hari ini menegaskan bahwa Tuhan adalah perlindungan sejati. Bukan manusia yang menciptakan kemenangan, melainkan Tuhan yang menguatkan tangan yang mau percaya dan melangkah. Setiap keberhasilan sejati lahir dari relasi yang hidup dengan-Nya.

Dalam Injil, kita melihat keberanian yang serupa pada diri Yesus, namun dalam bentuk yang berbeda. Ia berani melawan cara berpikir yang kaku dan tanpa kasih.

Di tengah aturan yang dijadikan tameng untuk menghakimi, Yesus memilih untuk menghidupkan. Ia tidak tinggal diam melihat penderitaan, meskipun tahu bahwa tindakannya akan membawa risiko besar bagi diri-Nya.

Yesus menunjukkan bahwa keberanian iman tidak selalu berarti melawan musuh yang terlihat, tetapi sering kali melawan kekerasan hati, kemunafikan, dan ketidakpedulian.

Ia mengajarkan bahwa hukum Tuhan tidak pernah dimaksudkan untuk melumpuhkan manusia, melainkan untuk memulihkan martabat dan kehidupan.

Renungan ini mengajak kita bertanya: tantangan apa yang sedang kita hadapi saat ini?.

Apakah kita lebih fokus pada keterbatasan diri, atau pada kesetiaan Tuhan yang sudah menyertai kita sejauh ini?. Apakah kita berani berbuat baik dan membela kehidupan, meskipun berisiko disalahpahami?.

Semoga kita dianugerahi iman seperti Daud iman yang sederhana namun teguh dan keberanian seperti Yesus keberanian yang lahir dari kasih. Dengan demikian, kita mampu melangkah menghadapi “Goliat” dalam hidup kita, bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan