Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 18-24 Januari 2026, Kejadian 2:8-17 Manusia Mengusahakan dan Memelihara Taman Eden

Aprilia Sahari • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:55 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Upus Ni Mama GMIM 18-24 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Kejadian 2:8-17
Tema: "Manusia Mengusahakan dan Memelihara Taman Eden"

Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Manusia sebagai mahkluk termulia dari ciptaan Tuhan tidak dapat hidup terpisah dengan alam dan ciptaan Tuhan lainnya.

Seluruh ciptaan Tuhan saling berkaitan, saling membutuhkan satu dengan yang lain.

Bahkan manusia yang diberikan hikmat, akal budi oleh Tuhan diberi tanggungjawab besar untuk memelihara dan mengusahakan bumi.

Dalam kitab Kejadian 2:15 dikatakan "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu."

Kata taman Eden dibuat Tuhan dan menjadi tempat tinggal manusia pertama yaitu Adam dan Hawa.

Taman ini digambarkan sebagai suatu tempat yang sangat indah, damai di mana manusia dan ciptaan alam lainnya hidup berdampingan dengan damai dan harmoni.

Di taman itu manusia pertama mendapatkan pemeliharaan Tuhan tetapi juga diberi peran penting mengusahakan dan memeliharanya.

Hal ini menggambarkan tentang suatu tanggungjawab yang Tuhan percayakan kepada manusia sebagai pengurus atas ciptaan Tuhan.

Mengusahakan mengandung makna suatu upaya yang harus manusia lakukan untuk mengelola, mengerjakan, memanfaatkan taman itu.

Taman itu diusahakan supaya mendatangkan berkat, faedah bagi kehidupan.

Jadi manusia pertama tidak hanya diijinkan Tuhan tinggal di situ tetapi juga dihidupi dari taman itu dengan cara mengusahakannya.

Potensi dalam taman itu akan memberi keuntungan bagi manusia tetapi hal itu tidak mungkin diperoleh tanpa upaya mengerjakannya atau mengusahakannya.

Ini suatu panggilan mulia dari Tuhan yang menjadi tanggungjawab yang dipercayakan Tuhan agar diperankan oleh manusia.

Kekayaan dan potensi taman itu tidak hanya diusahakan untuk mendatangkan kesejahteraan tetapi juga harus diikuti dengan a sense of belonging (rasa memiliki) yaitu dengan memeliharanya.

Memelihara di dalamnya mengandung makna menjaga, memperhatikannya, tidak merusak, tidak merugikan.

Demikianlah panggilan Tuhan bagi manusia pertama Adam dan Hawa untuk mengusahakan dan memelihara taman di mana mereka tinggal dan hidup.

Hal ini berkelanjutan kepada kita di masa kini.

Tuhan memberi amanat bagi manusia untuk mengusahakan dan memelihara bumi tempat di mana kita tinggal dan hidup.

Wanita /Kaum lbu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Bumi menjadi rumah kita. Walaupun para ilmuan sedang menjelajah jagat raya ini untuk mendapatkan tempat yang lain selain planet bumi yang dapat ditempati manusia, tetapi sampai sekarang belum ditemukan.

Bumi memjadi tempat manusia hidup dengan alamnya yang indah dengan udara yang mengandung oksigen sehingga kita mudah bernafas.

Betapa sempurna karya Tuhan untuk ditempati manusia tetapi tangan-tangan jahil, yang tidak bertanggungjawab telah menyalagunakan tanggungjawab yang Tuhan berikan.

Manusia cenderung memanfaatkan bahkan mengeksploitasi bumi dan alam ini dan lalai untuk memelihara atau melestarikannya.

Sangat banyak kerusakan, pencemaran bumi dan alam sebagai akibat keserakahan manusia yang mengeksploitasi bumi ini sehingga mendatangkan kesusahan bahkan bencana bagi kelangsungan hidup manusia dan dunia.

Sampah-sampah mengotori laut yang indah, bahkan ada ikan Paus yang hidupnya tertusuk sedotan plastik, ada ikan yang saat dibelah perutnya penuh sampah plastik.

Kekayaan alam direngut tetapi konsidi alam ditelantarkan.

Pohon-pohon di hutan di tebang, maka banjir dan tanah longsorpun terjadi mendatangkan malapetaka, kerugian besar bahkan kematian.

Udara menjadi penuh polusi sehingga menimbulkan berbagai penyakit.

Seperti lagu Ebit G Ade "mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita....."

Alam sahabat manusia jadi harus saling menguntungkan, dijaga, dipelihara, dilestarikan.

Ingat Hukum yang kedua dari pengajaran Tuhan Yesus "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" sesama manusia bukan hanya manusia dengan manusia tetapi juga hewan, tumbuhan dan alam semesta ini.

Wanita /Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Sebagai perempuan Kristen dengan berbagai peran kita di bumi ini, apakah yang harus kita lakukan.

Apakah kita akan berkata bahwa itu bukan tanggungjawab kita.

Itu peran gereja, itu peran pemerintah, itu peran pemerhati lingkungan.

Kita tidak boleh sedangkal itu berpikir.

Urusan kita tidak hanya tentang suami, anak, rumah tangga, keluarga dan pelayanan kita tetapi peran kita sangat penting untuk mengusahakan dan melestarikan alam ini.

Mulailah dari hal-hal kecil, di antaranya, kurangi penggunaan plastik karena itupun akan mengurangi sampah plastik.

Biasakan berbelanja dengan membawa tas belanjaan yang dapat digunakan lebih lama.

Jangan membuang sampah sembarangan.

Ingat perempuan dengan berbagai aktifitasnya mulai dari masak di dapur dan sebagainya, biasanya menjadi penghasil sampah yang banyak.

Hematlah menggunaan air, jangan biarkan terbuang percuma, sebab suatu saat nanti kita bisa saja kekurangan air bersih dan harus membeli dengan harga mahal.

Listrikpun diharapkan dimanfaatkan dengan hemat.

Jika tidak perlu, matikan lampu atau barang dan alat yang menggunakan listrik.

Edukasi jugalah anak cucu kita untuk mencintai alam, rumah kita.

Berharap sejak dini ditanamkan rasa tanggungjawab untuk memelihara bumi sebagai bagian dari wujud iman kepada Tuhan.

Sadari bahwa adakalanya pergumulan dan masalah-masalah yang kita jumpai dalam hidup berkaitan dengan ketidakmampuan kita mengusahakan dan memelihara alam dengan bijaksana seperti kehendak Tuhan.

Jangan hanya menyalakan alam atau situasi apalagi Tuhan saat bencana kita alami sebab seringkali kesalahan kitalah yang harus kita tanggung.

Karena itu usahakanlah dan peliharalah bumi, alam ini yang adalah rumah kita.

Semoga WKI menjadi teladan dalam mengusahakan dan memelihara bumi dan alam ini.
Tuhan memberkati, Amin.

Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Mengapa manusia diperintahkan Tuhan untuk mengusahakan dan memelihara taman (bumi)?
2. Bagaimana cara kita turut mengusahakan dan memelihara bumi yang adalah rumah kita?
3. Berikan contoh hal-hal yang dilakukan manusia yang tidak mencerminkan sikap mengusahakan dan memelihara bumi.

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #GMIM #Renungan GMIM