Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Kamis 29 Januari 2026, Bacaan I 2 Samuel 7:18-19,24-29, Bacaan Injil Markus 4:21-25

Fandy Gerungan • Kamis, 22 Januari 2026 | 15:24 WIB
Photo
Photo

Hari Minggu Biasa III (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 2 Samuel 7:18-19,24-29

Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH.

Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.

Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.

Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.

Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.

Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.

Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 132:1-2,3-5,11,12,13-14

Nyanyian ziarah. Ingatlah, ya TUHAN, kepada Daud dan segala penderitaannya,

bagaimana ia telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub:

"Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku,

sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap,

sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub."

TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;

jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu."

Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:

"Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

Bacaan Injil Markus 4:21-25

Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i ada satu sikap indah yang kita lihat dalam diri Daud hari ini: kerendahan hati. Setelah mengalami begitu banyak penyertaan dan janji Tuhan, Daud tidak larut dalam kebanggaan atau merasa pantas atas semua yang ia terima.

Ia justru berhenti, duduk diam di hadapan Tuhan, dan menyadari betapa kecil dirinya. Ia melihat hidupnya bukan sebagai hasil usaha semata, melainkan sebagai rangkaian rahmat yang mengalir dari kasih Allah yang setia.

Daud menyadari bahwa karya Tuhan tidak berhenti pada dirinya saja. Apa yang ia alami bukan hanya berkat sesaat, tetapi bagian dari rencana besar yang menjangkau masa depan, keluarganya, dan seluruh umat.

Di sini kita belajar bahwa iman bukan hanya soal hari ini, tetapi juga soal percaya bahwa Tuhan bekerja melampaui apa yang mampu kita lihat dan pahami.

Ketika Daud memohon agar janji Tuhan digenapi, doanya lahir bukan dari tuntutan, melainkan dari kepercayaan penuh pada kebenaran dan kesetiaan Allah.

Injil hari ini membawa kita selangkah lebih jauh. Yesus mengingatkan bahwa terang tidak pernah diberikan untuk disembunyikan. Apa yang Tuhan tanamkan dalam diri kita iman, kebaikan, pengharapan, dan kasih dipanggil untuk tampak dan memberi arah bagi sesama.

Terang itu bukan untuk dipamerkan, melainkan untuk menerangi, agar orang lain pun dapat melihat jalan menuju kebaikan.

Yesus juga mengajak kita untuk sungguh-sungguh memperhatikan apa yang kita dengar dan terima. Sikap hati kita menentukan bagaimana rahmat itu bertumbuh. Bila kita membuka diri, rahmat akan berkembang dan menghasilkan buah.

Namun bila kita acuh tak acuh, perlahan kepekaan iman bisa memudar. Tuhan menghargai setiap usaha kecil untuk setia, setiap langkah sederhana untuk hidup dalam terang-Nya.

Renungan hari ini mengajak kita bercermin: apakah kita seperti Daud yang rendah hati menerima rahmat Tuhan, atau justru mudah lupa dan merasa cukup dengan diri sendiri?. Apakah terang iman yang kita terima sungguh kita hidupi dalam keseharian—dalam cara berbicara, bersikap, dan memperlakukan sesama?.

Semoga kita diberi hati yang peka untuk mengenali karya Tuhan dalam hidup, keberanian untuk mempercayai janji-Nya, dan kesetiaan untuk menjadi terang kecil yang setia menyinari dunia, mulai dari lingkungan terdekat kita. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan