Pembacaan Alkitab: Yakobus 4:16–17
Tema: TAHU BERBUAT BAIK
“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17)
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Firman Tuhan hari ini berbicara kepada kita dengan sangat jelas, tegas, dan langsung menyentuh hati nurani kita: “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Ayat ini tampak sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat dalam bagi kehidupan iman kita.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak Tuhan. Hidup sebagai anak Tuhan berarti hidup yang tidak melupakan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.
Kehendak Tuhan bukanlah sesuatu yang gelap atau sulit dimengerti. Kehendak Tuhan dinyatakan melalui firman-Nya, melalui ajaran Yesus, dan melalui suara hati nurani yang diterangi oleh Roh Kudus.
Kehendak Tuhan itu selalu berkaitan dengan kebaikan: mengasihi, menolong, mengampuni, jujur, rendah hati, dan hidup benar.
Namun firman Tuhan hari ini tidak hanya berbicara tentang melakukan dosa dalam arti melakukan kejahatan, tetapi juga tentang dosa karena tidak melakukan kebaikan yang seharusnya kita lakukan. Ini adalah dosa yang sering tidak kita sadari, tetapi sangat nyata di hadapan Tuhan.
Hidup Orang Percaya adalah Hidup yang Tahu Apa yang Baik
Sebagai orang Kristen, kita bukan orang yang tidak tahu kehendak Tuhan. Kita mendengar firman Tuhan setiap minggu. Kita membaca Alkitab. Kita diajar tentang kasih, tentang tolong-menolong, tentang mengampuni, tentang hidup benar, tentang peduli kepada sesama. Artinya, kita adalah orang-orang yang tahu apa yang baik.
Tuhan tidak membiarkan kita hidup dalam ketidaktahuan. Ia memberi firman supaya kita mengerti bagaimana hidup yang berkenan kepada-Nya. Karena itu, tanggung jawab kita sebagai orang percaya lebih besar dibandingkan orang yang belum mengenal Tuhan.
Kita tahu bahwa berdoa itu baik. Kita tahu bahwa beribadah itu baik. Kita tahu bahwa menolong orang yang susah itu baik. Kita tahu bahwa berkata jujur itu baik. Kita tahu bahwa mengampuni itu baik.
Masalahnya bukan pada ketidaktahuan, tetapi pada ketidaktaatan. Kita tahu yang baik, tetapi sering tidak melakukannya. Kita tahu yang benar, tetapi sering menundanya. Kita tahu kehendak Tuhan, tetapi kita memilih kehendak sendiri.
Inilah yang ditegur oleh Yakobus dengan sangat tajam: bukan hanya orang yang berbuat jahat yang berdosa, tetapi juga orang yang tahu berbuat baik tetapi tidak melakukannya.
Berbuat Baik karena Tuhan Lebih Dulu Baik
Saudara-saudari, firman Tuhan juga mengingatkan kita tentang motivasi dalam berbuat baik. Kita tidak berbuat baik supaya dipuji orang.
Kita tidak berbuat baik supaya disebut orang saleh, orang hebat, atau orang dermawan. Kita berbuat baik karena Tuhan lebih dulu berbuat baik kepada kita.
Kebaikan yang kita lakukan bukan berasal dari diri kita sendiri. Kebaikan itu adalah respons kita terhadap kasih dan kebaikan Tuhan.
Tuhan lebih dulu mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Tuhan lebih dulu mengampuni kita ketika kita belum layak diampuni. Tuhan lebih dulu menolong kita ketika kita tidak mampu menolong diri sendiri.
Karena itu, perbuatan baik kita adalah ungkapan syukur atas anugerah keselamatan. Kita berbuat baik karena kita sudah menerima kebaikan Tuhan. Kita menolong karena kita sudah ditolong Tuhan. Kita mengasihi karena kita sudah dikasihi Tuhan.
Perbuatan baik bukanlah alat untuk menyelamatkan diri kita, tetapi bukti bahwa kita sudah diselamatkan. Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus akan menghasilkan buah kebaikan dalam hidupnya. Seperti pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik, demikian juga orang yang hidup di dalam Kristus akan menghasilkan perbuatan baik.
Dosa karena Tidak Melakukan yang Baik
Yakobus menyebutkan suatu bentuk dosa yang sering tidak kita sadari: dosa karena kelalaian. Kita biasanya menganggap dosa hanya sebagai perbuatan jahat: mencuri, berbohong, memfitnah, menyakiti orang lain. Tetapi firman Tuhan hari ini memperluas pengertian kita tentang dosa.
Dosa bukan hanya melakukan yang jahat, tetapi juga tidak melakukan yang baik. Misalnya, kita tahu bahwa berdoa itu baik, tetapi kita tidak berdoa.
Kita tahu bahwa ibadah itu penting, tetapi kita malas datang beribadah. Kita tahu bahwa ada orang yang membutuhkan pertolongan, tetapi kita berpaling muka.
Kita tahu bahwa ada saudara yang kesusahan, tetapi kita berkata, “Bukan urusanku.”
Firman Tuhan berkata: ketika kita tahu itu baik, tetapi kita tidak melakukannya, kita berdosa.
Ini adalah dosa yang sering tersembunyi. Tidak terlihat oleh orang lain, tetapi terlihat jelas oleh Tuhan.
Dosa ini tidak selalu berupa tindakan, tetapi berupa sikap hati yang tidak peduli. Ini adalah dosa karena kita membiarkan kebaikan tidak dilakukan.
Yesus sendiri mengajarkan hal ini dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Imam dan orang Lewi melihat orang yang terluka, tetapi mereka tidak menolong.
Mereka tahu bahwa menolong itu baik, tetapi mereka tidak melakukannya. Justru orang Samaria yang dianggap rendah itulah yang melakukan kebaikan. Artinya, ukuran iman bukan hanya apa yang kita ketahui, tetapi apa yang kita lakukan.
Ketaatan kepada Tuhan Menyukakan Hati Tuhan
Perbuatan dosa tidak menyukakan hati Tuhan. Tetapi perbuatan baik yang lahir dari iman menyukakan hati Tuhan. Tuhan bersukacita ketika anak-anak-Nya hidup dalam ketaatan. Tuhan bersukacita ketika kita memilih untuk melakukan kehendak-Nya, walaupun itu tidak mudah.
Ketika kita memilih untuk berdoa meskipun lelah, itu menyukakan hati Tuhan.
Ketika kita memilih untuk jujur meskipun bisa rugi, itu menyukakan hati Tuhan.
Ketika kita memilih untuk menolong meskipun kita juga berkekurangan, itu menyukakan hati Tuhan.
Ketika kita memilih untuk mengampuni meskipun hati kita terluka, itu menyukakan hati Tuhan.
Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, tetapi orang yang mau taat. Tuhan tidak mencari orang yang tahu banyak firman, tetapi orang yang mau hidup menurut firman itu.
Perbuatan Baik sebagai Kesaksian Hidup
Perbuatan baik kita bukan hanya untuk Tuhan, tetapi juga untuk sesama. Kebaikan hati kita adalah kesaksian hidup kita.
Dunia melihat iman kita bukan dari seberapa banyak ayat yang kita hafal, tetapi dari bagaimana kita memperlakukan sesama.
Orang akan percaya kepada Tuhan bukan hanya karena khotbah yang kita dengar, tetapi karena kebaikan yang mereka lihat dalam hidup kita.
Ketika kita sabar, orang melihat kasih Tuhan. Ketika kita menolong, orang merasakan perhatian Tuhan. Ketika kita rendah hati, orang melihat kerendahan hati Kristus.
Perbuatan baik adalah bahasa iman yang bisa dibaca oleh semua orang. Tanpa perbuatan baik, iman menjadi mati, seperti yang juga dikatakan Yakobus di bagian lain: iman tanpa perbuatan adalah mati.
Panggilan bagi Jemaat: Hidup dalam Kebaikan
Saudara-saudari, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa diri:
Apakah kita sudah melakukan kebaikan yang kita ketahui?
Atau kita hanya tahu, tetapi tidak melakukannya?
Tuhan memanggil kita untuk tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi pelaku firman. Jangan puas hanya tahu bahwa berbuat baik itu penting, tetapi lakukanlah dalam kehidupan sehari-hari: di rumah, di tempat kerja, di gereja, dan di masyarakat.
Mari kita menjauhi dosa, baik dosa karena berbuat jahat maupun dosa karena tidak berbuat baik. Mari kita meningkatkan kualitas hidup yang baik dan memberi. Hidup yang baik bukan hidup yang sempurna, tetapi hidup yang mau taat dan mau dipakai Tuhan menjadi berkat.
Saudara-saudari yang terkasih, Firman Tuhan hari ini menegur kita sekaligus menguatkan kita : “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”
Kiranya firman ini mendorong kita untuk hidup lebih sungguh-sungguh sebagai murid Yesus.
Bukan hanya tahu yang baik, tetapi melakukan yang baik.
Bukan hanya mendengar firman, tetapi hidup menurut firman.
Bukan hanya berbicara tentang kasih, tetapi mempraktikkan kasih.
Kebaikan hati kita adalah cerminan bahwa kita sungguh-sungguh murid Kristus.
Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk setia berbuat baik, bukan untuk dipuji manusia, tetapi untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Doa : Tuhan yang Mahabaik, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Tolong kami bukan hanya mengetahui yang baik, tetapi setia melakukannya. Bentuk hati kami peka terhadap sesama, taat pada kehendak-Mu, dan berani menolak dosa. Pakailah hidup kami menjadi kesaksian kasih-Mu di keluarga, gereja, dan masyarakat. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
Editor : Clavel Lukas