MANADOPOST.ID—Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).
Pendeta Refny Tambariki, S.Th. telah meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jemaat, dan seluruh rekan pelayanan.
Ungkapan iman pun mengalir dari berbagai pihak, dengan keyakinan bahwa kasih setia Tuhan Yesus Kristus menjadi penghiburan sejati bagi keluarga Antou Tambariki yang ditinggalkan.
Kepergian Pdt. Refny Tambariki bukan hanya kehilangan bagi keluarga inti, tetapi juga bagi jemaat-jemaat GMIM yang pernah digembalakannya selama lebih dari tiga dekade pelayanan.
Sosoknya dikenal sebagai pendeta yang tekun, sederhana, dan konsisten melayani umat di berbagai wilayah, baik di Tomohon, Sonder, hingga Kota Manado.
Riwayat pelayanan Pdt. Refny Tambariki dimulai pada tahun 1993 di GMIM Pniel Kayawu Wilayah Kakaskasen, tempat ia mengawali tugas kependetaan dengan penuh dedikasi hingga tahun 2000. Di jemaat tersebut, ia dikenal aktif membangun kehidupan rohani jemaat serta memperkuat kebersamaan pelayanan gereja.
Tahun 2000 hingga 2006, almarhum melanjutkan pelayanan di GMIM Nazareth Matani Wilayah Tomohon 1. Masa pelayanan ini menjadi salah satu periode penting, di mana Pdt. Refny Tambariki terlibat dalam pembinaan warga gereja lintas usia serta penguatan peran gereja di tengah dinamika sosial masyarakat Tomohon.
Pelayanan kemudian berlanjut di GMIM Nazareth Talikuran Wilayah Sonder 1 pada tahun 2006–2010. Di wilayah ini, ia dikenal dekat dengan jemaat, rajin mengunjungi keluarga-keluarga, serta konsisten menanamkan nilai iman, kesetiaan, dan pelayanan kasih.
Memasuki tahun 2010 hingga 2015, Pdt. Refny Tambariki dipercayakan melayani di GMIM Bukit Sinai Woloan Wilayah Tomohon 2. Selanjutnya, ia mengabdikan diri di GMIM Yobel Winangun Wilayah Manado Winangun pada periode 2015–2020, memperluas pelayanan di wilayah perkotaan dengan tantangan yang semakin kompleks.
Pelayanan terakhir almarhum dijalani di GMIM Getsemani Sario Kotabaru Wilayah Manado Sariosejak tahun 2020 hingga 2026. Hingga akhir hayatnya, Pdt. Refny Tambariki tetap setia menjalankan tugas kependetaan, mendampingi jemaat dalam suka dan duka, serta menjadi teladan dalam kehidupan iman.
Kepergian Pdt. Refny Tambariki, S.Th. meninggalkan kenangan mendalam tentang seorang gembala yang melayani tanpa pamrih. Doa dan penghiburan terus mengalir bagi keluarga yang berduka, dengan keyakinan bahwa pelayanan dan kesaksian hidup almarhum akan terus hidup dalam ingatan jemaat GMIM dan masyarakat Sulawesi Utara.(gel)
Editor : Angel Rumeen