Syalom,
Penulis surat Yakobus mengajak para pembacanya untuk merenungkan nilai yang berharga dari waktu.
Dalam pasal 4, ia mengingatkan mereka bahwa hidup itu bagaikan “uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14).
Yakobus memperingatkan agar kita tidak gegabah merancang masa depan, tanpa terlebih dahulu meminta petunjuk dari Allah.
Kita perlu ingat bahwa kita “tidak tahu apa yang akan terjadi besok” (ay. 14).
Ketika menyadari singkatnya hidup ini, kita belajar untuk lebih terbuka terhadap masa depan yang kita rencanakan dan lebih menghargai momen demi momen yang kita jalani.
Nikmatilah hari demi hari sebagai karunia-Nya yang berharga—apa pun yang terjadi di sepanjang hari tersebut.
Amin.
Editor : Clavel Lukas