Syalom,
Henokh digambarkan sebagai seseorang yang “hidup bergaul dengan Allah” (Kejadian 5:22,24). Ia mendekatkan diri dengan Allah, dan demikianlah caranya menjalani kehidupan di dunia.
Karena imannya, “ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah” (Ibrani 11:5).
Hidup kita di dunia tidak harus disimpulkan hanya dengan jumlah usia kita. Hidup kita dapat ditentukan oleh iman kita—iman yang memberi Allah ruang untuk bekerja dalam berbagai cara yang jauh lebih banyak daripada yang dapat kita pikirkan.
Amin.